...

  tombol_talangsari.gif
Untitled Document
Ungkap Kasus Munir, Polisi Manfaatkan Perjanjian Ekstradisi
Sumber: KOMPAS.COM Tanggal:30 Apr 2007

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS--Perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura yang ditandatangani pada Jumat  diharapkan akan membantu penyelidikan kepolisian negara dalam mengusut kasus pembunuhan Munir. Kepolisian bisa meminta pemerintah Singapura untuk membuka rekaman video di Bandar Udara Changi yang selama ini tidak bisa dilakukan kepolisian.

Demikian ditegaskan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras Usman Hamid, Senin (30/4) usai acara diskusi publik bertema Prospek Penegakan Hukum Kasus Pelanggaran HAM Talangsari di halaman Rektorat Universitas Lampung.

Dengan kemudahan itu, polisi selain bisa menemukan bukti-bukti baru juga sekaligus bisa melengkapi data-data dan informasi di tiga tempat kejadian perkara (TKP). Yaitu ketika tersangka pelaku pembunuh almarhum Munir masih di Indonesia untuk persiapan dan perencanaan, selama transit, dan selama penerbangan dari Singapura ke Amsterdam, Belanda.

Dengan demikian, polisi juga akan memiliki banyak bukti baru dan tambahan tersangka baru. ”Saya menduga masih banyak lagi tersangka yang akan ditangkap polisi,” kata Usman.

Sebagai mantan anggota tim pencari fakta (TPF), Usman Hamid mengatakan, TPF pernah melaporkan hasil temuan TPF kepada polisi. TPF menemukan empat nama tersangka pembunuh Munir. Yaitu mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Indra Setiawan, mantan Wakil Direktur PT Garuda bidang Keamanan Ramil Janwr, Sekretaris Chief Pilot Garuda, dan Pollycarpus Budihari Priyanto.

Sayangnya polisi hanya memeriksa Pollycarpus yang akhirnya dibebaskan oleh Mahkamah Agung. Untuk itu, saat ini polisi tengah mengejar saksi-saksi kunci supaya bisa menetapkan tersangka baru.

Usman juga menegaskan, dalam kaitan mengejar saksi-saksi kunci dan mencari bukti baru pembunuhan terhadap Munir, polisi juga harus memeriksa aparat intelijen negara, dalam hal ini mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendro Priyono. (HLN)

 

Copyright © 2006 | www.kontras.org
Jl. Borobudur No.14 Menteng | Jakarta Pusat 10320
Tlp: 021-3926983, 3928564|Fax: 021-3926821|Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: Pemelihara@kontras.org

...