korban penculikan
Profile Korban
Buku
Lain-lain

tombol.gif
penculikan
Untitled Document
BERITA      
 
Kapolda Metro Jaya Mayjen (Pol) Nurfaizi : SIAP JELASKAN KASUS PENCULIKAN
Sumber: KOMPAS Tanggal:09 Feb 2000

Jakarta, Kompas
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Mayjen (Pol) Nurfaizi menyatakan kesiapannya untuk memberikan penjelasan seputar masalah penculikan Andi Arief beberapa waktu lalu. Namun dia kembali menekankan bahwa dirinya bukan penculik aktivis Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) itu.

Penegasan Mayjen (Pol) Nurfaizi tersebut disampaikan kepada wartawan usai acara pelantikan dirinya sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Mayjen (Pol) Noegroho Djayoesman, Selasa (8/2). "Jangan tanyakan masalah penculikan itu pada saya, tapi tanyakan penerimaan dia (dari pelaku penculik)," katanya.
   
Menurut Nurfaizi, pada waktu itu posisinya ibarat polisi yang menerima korban yang dipukuli orang di dalam bus kota. "Tentu itu harus diterima polisi. Demikian juga masalah Andi Arief, masa penyerahan dia saya tolak," katanya.

Sedangkan Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Letjen (Pol) Rusdiharjo menegaskan bahwa konsentrasi perhatian Polri saat ini adalah peningkatan pelayanan dan perlindungan polisi kepada masyarakat. Namun demikian, Markas Besar (Mabes) Polri tetap melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus-kasus yang menurut masyarakat belum tuntas penyelesaiannya.

"Sementara ini kami konsolidasi ke dalam dahulu. Kami konsentrasikan pada peningkatan pelayanan dan perlindungan. Anda lihat sekarang, di jalan anggota sudah ada di mana-mana melindungi masyarakat," kata Rusdihardjo seusai acara serah terima jabatan Kapolda Metro Jaya tersebut.

Rusdihardjo mengungkapkan, penyelidikan maupun penyidikan kasus penculikan terhadap Andi Arief masih berlangsung. Harapan Andi Arief agar pihak Mabes Polri menanyai kembali Nurfaizi, katanya, akan ditampung. "Namun masalah ini 'kan tidak perlu mengganggu serah-terima jabatan Kapolda Metro Jaya," tambahnya.
 
Bertemu Kontras
Kapolri Letjen Pol Rusdihardjo, Selasa kemarin juga melakukan pertemuan dengan Ori Rahman dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), orang tua korban penculikan, dan empat mahasiswa korban penculikan yaitu Andi Arief, Noval, Yadi Muhidin, dan Herman Hendrawan.

Dalam kesempatan tesebut Rusdihardjo menegaskan bahwa pihaknya akan memeriksa Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Mayjen (Pol) Nurfaizi dalam kaitan penculikan aktivis mahasiswa tersebut. Selain Nurfaizi, dia juga akan memeriksa Kolonel (Pol) K Lubis-anak buah Nurfaizi semasa ia menjabat Komandan Korps Reserse Markas Besar Polri.

Selain Ori Rahman dan empat mahasiswa tersebut, Rusdihardjo juga menerima orangtua dari lima mahasiswa yang masih hilang. Mereka adalah orangtua dari Yani Arfi, Ucok Hambali, Raharjo, Waluyojati, dan Mujiyanto.

Menurut Ori, ia puas dengan pernyataan Rusdihardjo. Dia berharap pemerintah dan polisi segera menjalankan pemeriksaan sehingga menjadi jelas orang dan instansi yang menculik para aktivis.

Sementara mengenai bekas penembakan yang ditemukan di salah satu kaca di kompleks Gedung MPR/DPR, Kapolri Letjen (Pol) Rusdihardjo menjelaskan, masih terus dalam penyidikan. Kemungkinan hanya main-main. Kalau pelakunya mau menteror atau mengancam, tempatnya bukan di situ," tuturnya. (rts/lom)

 
 

Copyright © 2007 | www.kontras.org
Jl. Borobudur No.14 Menteng | Jakarta Pusat 10320
Tlp: 021-3926983, 3928564 | Fax: 021-3926821 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org