Kongres Pejuang HAM 2009
Merebut Ruang Politik Bagi Pemajuan Hak Asasi Manusia
Sepuluh tahun silam, rejim Orde Baru di bawah pemerintahan berkuasa Soeharto telah berakhir akibat desakan perubahan yang diemban dalam gelombang reformasi. Kesempatan untuk melahirkan kembali demokrasi sesuai harapan yang dicita citakan oleh seluruh rakyat Indonesia akibat dari keterkungkungan kebebasan sipil, diharapkan mampu memberi satu kemajuan kehidupan berdemokrasi yang lebih baik di masa depan. Dalam rentang waktu selama reformasi bergulir, demokrasi yang digunakan sebagai elemen penting untuk menyusun desain kebijakan yang berhubungan dengan urusan-urusan publik atas dasar kesetaraan politik tidak banyak mengalami perubahan. Detail
Susunan Acara
Kongres Pejuang HAM 2009 yang berlangsung dalam 5 hari, terhitung sejak tanggal 15-20 Maret 2009 kegiatan-kegiatan sebagai berikut...Detail
Pembukaan Kongres
Kongres dibuka oleh Indria Fernida dan
Berry N. Furqan yang ditandai dengan pemukulan kentongan. Acara ini dihadiri oleh masyarakat yang selama ini telah menjadi korban sekaligus menjadi para pejuang HAM diantaranya Berasal dari Bojong TPST, Rumpin, Bojong Kemang,... Detail
Seminar I
Seminar ini dibagi kedalam dalam dua sesi, seminar ini mengambil tema : "Wajah Indonesia Menjelang Pemilu 2009". Sesi Pertama dimoderatori oleh Erwin Usman (Walhi) dengan menghadirkan Don K Marut (Direktur Eksekutif INFID), Dr. Makmur Keliat (Pacivis) dan Anton Prajasto (Direktur Eksekutif Demos) ...Detail
Penutupan
Pada penutupan Kongres pada tanggal 20 Maret 2009 di Wisma Makara UI Depok, meliputi Pemaparan Hasil Kongres yang dibawakan oleh Khalid Muhammad dan didampingi oleh Ibu Netty yang merupakan Keluarga Korban Konflik Poso ... Detail
Kisah Kisah Ispiratif
Pada malam harinya Acara Kongres dilanjutkan dengan menghadirkan Para Korban Pelanggaran HAM yang menceritakan kisah-kisah perjuangan yang mereka lakukan didaerah masing-masing...Detail