PERINGATAN SATU DEKADE KONTRAS
Kampanye
Human Loves Human
 
KASUS MUNIR
Munir
Monitoring persidangan, sampai perkembangan terkini.
[Klik di sini]
 
TRISAKTI,SEMANGGI I&II
TRISAKTI, SEMANGGI I & II
GERAKAN MAHASISWA 98 dan PASCA 98
[Klik disini]
 
TANJUNG PRIOK

PERISTIWA TANJUNG PRIOK
12 September 1984
[Klik di sini]
 
TALANGSARI
talangsari
Tragedi Talangsari
7 Februari 1989
[Klik di sini]
 
PENCULIKAN
penculikan aktivis orang hilang
"Kasus Penculikan Aktivis"
[ Klik disini ]

Cari
Sumber

HuriSearch

Anda Pengunjung ke:
8586398

Siaran Pers
   
 
[ dilihat 533 kali ]

Penganiyaan dan Tindakan Diskriminasi Penegakan Hukum Terhadap Abdullah Basalamah a.l Ayu oleh Polres Bolaang Mongondow Timur

 

Abudallah Basalamah alias Ayu (47) seorang Waria asal Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa orang Satpol PP dan salah seorang Ajudan Bupati (Bripka Ronal Moningkey). Menurut pengakuan korban, pristiwa ini terjadi bermulah dari protes yang dilakukan oleh korban yang memprotes Bupati Boltim melalui status BBM korban terkait janji akan memberikan pulsa gratis kepada warga Boltim untuk mendukung Novia Bachmid, salah satu peserta kontestan Idola Cilik di salah satu stasiun televise swasta, akan tetapi Bupati mengingkari janjinya. Akibat dari status BBM korban tersebut, korban dipaksa dan dibawa oleh Bripka Ronal Moningkey yang mengaku sebagi ajudan Bupati ke rumah dinas Bupati.

Sesampainya korban ditempat kediaman Bupati, korban dipukul pada bagian wajah oleh salah seorang anggota satpol PP yang berada di depan pitu masuk kediaman Bupati. Setelah korban bersama dengan Bripka Ronald Monigkay bertemu dengan Bupati, korban dibawa oleh Bripka Ronald Monigkay ke Polsek Urban Kota Bunana atas perintah Bupati, namun pada saat akan dibawa masuk kedalam mobil, 4 (empat) orang anggota satpol PP yang berada ditempat kediaman Bupati sempat melakukan pemukulan secara bertubi-tubi terhadap korban.

Sebelum korban dibawa ke Polsek, korban sempat dibawa ke kantor Bupati, di belakang kantor Bupati, Bripka Ronald sempat melakukan tindakan kekerasan dan penganiyaan terhadap korban. Setelah puas melakukan tindakan penganiayaan Bripka Ronald juga sempat menghubungi salah seorang temannya, selang beberapa menit tiba-tiba sekelompok orang, kurang lebih sekitar 10 orang memukuli korban, hingga korban tidak sadarkan diri. Setelah korban sadarkan diri sekitar pukul 23.00 korban kemudian baru dibawa ke Polsek Urban Kota Bunan.

Terkait dengan peristiwa tersebut, korban yang didampingi oleh pihak keluarga melaporkan pristiwa tersebut ke Polres Boltim Nomor: TDL/272/III/2013 tanggal 25 Maret 2013, namun hingga saat ini korban tidak pernah mendapatkan proses tindaklanjut terkait dengan laporan tersebut.

Banyaknya kasus-kasus kekerasan terhadap LGBT yang selama ini belum juga terselesaikan oleh aparat kepolisian, seperti kasus Rico (Rika) yang melaporkan ke Polda Metro Jaya terkait tindakan penganiayaan dan penyiksaan oleh puluhan orang dimana salah satunya dikenali sebagai anggota kepolisian yang terjadi di samping Polres Jakarta Selatan pada 27 Oktober 2009; kasus Elly Susana 17 November 2007 yang tewas akibat razia dan penertiban oleh Satpol PP di Menteng; kasus penembakan yang menewaskan Shakira alias Ucok yang tewas pada tanggal 10 Maret 2011 yang hingga saat ini tidak ada tindaklanjutnya dari aparat kepolisian.

Banyaknya Peristiwa kekerasan yang dialami oleh kelompok-kelompok LGBT termasuk Waria dan diskriminasi dalam penaganan kasus baik itu pembiaran laporan maupun ketidakprofesionalan dalam penaganan kasus yang belum terselesaikan oleh aparat kepolisian, kami mendesak:

  1. Mengakui keberadaan kelompok minoritas LGBT termasuk Waria dengan memberikan rasa aman, memberikan ruang untuk berekspresi dan bersikap kritis serta memberikan hak-haknya sebagai Warga Negara Indonesia;
  2. Menghentikan tindakan diskriminasi dan kekerasan dalam bentuk apapun yang dilakukan oleh Aparatur Negara terhadap kelompok-kelompok LGBT termasuk Waria;
  3. Melakukan evaluasi terhadap kinerja penyidik dan pengawas penyidik khususnya penyidik dan pengawas penyidik di Polres Boltim terkait dengan tidak adanya tindaklanjut dari laporan korban; dan 
  4. Menyelesaikan kasus-kasus lain yang sudah lama terbengkalai dan ketidakjelasan penyelesaiannya yang menimpa kelompok-kelompok LGBT yang telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan memberikan perkembangan laporan yang menjadi hak dari pelapor, guna menghindari berulangnya kasus serupa.

Jakarta, 29 April 2013
Abdullah Basalamah (Ayu), DPP Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (LAKI P 45), Arus Pelangi, KontraS

Cp:

  1. Gahtan Basalamah (Kel.Korban) 0852.9882.8688 
  2. Dodo (Arus Pelangi) 0813.1771.2900

 

Lampiran kronologi kasus Abdullah Basalamah a.l Ayu [unduh]



 
  Bookmark and Share  
 
 
 
BERIKAN KOMENTAR ANDA
Komentar yang diberikan adalah sepenuhnya tanggungjawab pemberi komentar.
Nama
 IP: 54.196.57.4
Komentar
email
 
 
   
Penganiyaan dan Tindakan Diskriminasi Penegakan Hukum Terhadap Abdullah Basalamah a.l Ayu oleh Polres Bolaang Mongondow Timur
BUKU


Laporan Penilaian Pelaksanaan Akses Informasi Publik di 5 Komisi Negara


[download]


Index Buku terbitan kontraS
[Klik disini]
Buletin


TrendHam Maret - April 2013
[download]


[ Daftar buletin lengkap >> ]
HUKUMAN MATI
hukuman mati
Kampanye
Anti Hukuman Mati !!!
[Klik Disini]
POSO
hukuman mati
Pemantauan Kasus Pelanggaran HAM POSO
[Klik Disini]
ACEH
hukuman mati
Pemantauan HAM Di
Nagroe Aceh Darussalam
[Klik Disini]
AKSI DIAM KAMISAN
aksi diam kamisan
"Desakan Penuntasan Kasus Pelanggaran ham masa lalu"
[ Klik disini ]
UNDANG-UNDANG
INSTRUMEN HAM