PERINGATAN SATU DEKADE KONTRAS
Kampanye
Human Loves Human
 
KASUS MUNIR
Munir
Monitoring persidangan, sampai perkembangan terkini.
[Klik di sini]
 
TRISAKTI,SEMANGGI I&II
TRISAKTI, SEMANGGI I & II
GERAKAN MAHASISWA 98 dan PASCA 98
[Klik disini]
 
TANJUNG PRIOK

PERISTIWA TANJUNG PRIOK
12 September 1984
[Klik di sini]
 
TALANGSARI
talangsari
Tragedi Talangsari
7 Februari 1989
[Klik di sini]
 
PENCULIKAN
penculikan aktivis orang hilang
"Kasus Penculikan Aktivis"
[ Klik disini ]

Cari
Sumber

HuriSearch

Anda Pengunjung ke:
9802347

Siaran Pers
   
 
[ dilihat 876 kali ]

Hasil Penyelidikan Pro Justisia PETRUS 1982-1985
Langkah Positif Koreksi Kebijakan Masa Lalu

Hasil penyelidikan pro justisia Komnas HAM untuk peristiwa Penembakan Misterius (Petrus) 1982-1983 menyebutkan "ditemukan fakta dan bukti yang memenuhi unsur pelanggaran hak asasi manusia yang berat dalam Peristiwa Penembakan Misterius Periode 1982-1985." Keputusan ini merupakan langkah positif untuk penegakan hukum dan koreksi kebijakan pemerintah di masa lalu.

Laporan Komnas HAM menyebutkan unsur meluas atau sistematis dalam kasus ini terpenuhi. Dalam kurun waktu 3 tahun (1982-1985) diperkirakan 1000 orang menjadi korban Petrus, dengan sebaran peristiwa hampir di seluruh kota-kota di Indonesia. Hasil penyelidikan Komnas HAM menguatkan hasil investigasi KontraS yang menemukan bahwa bahwa pada tahun 1983 terdapat sejumlah 377 korban, tahun 1984 sejumlah 100 korban, tahun 1985 sejumlah 70 korban. Laporan juga menyebutkan gambaran pelaku baik pada level individu maupun pada level pertanggungjawaban Komando yang mengarah pada institusi TNI di masa lalu.

Dengan intensitas peristiwa dan jumlah korban sebagaimana disebutkan diatas, kami menyayangkan penolakan purnawiran TNI dan Polri untuk memenuhi panggilan pemeriksaan Komnas HAM, dan juga intimidasi terhadap korban dalam memberikan keterangan. Hal ini seharusnya tidak terjadi, karena penyelidikan pro justisia merupakan mandat dari Undang-Undang (UU) Nomor 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. Proses penyelidikan dan hasil penyelidikan ini seharusnya menjadi pembelajaran bagi pemerintah, khususnya institusi militer dalam mengeluarkan kebijakan di masa depan. Mengingat beberapa peristiwa Petrus masih rentan terjadi di beberapa wilayah konflik atau pada saat situasi politik memanas.

Selanjutnya, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan mendesak:
1. Jaksa Agung menindaklanjuti hasil penyelidikan ini dengan melakukan penyidikan
2. Pemerintah, khususnnya institusi militer mengakui adanya kebijakan yang salah di masa lalu dalam peristiwa Petrus.
3. Pemerintah memberikan rehabilitasi nama baik bagi korban para korban Petrus, khususnya mereka yang tidak terkait dengan kejahatan yang dituduhkan.
4. DPR juga harus segera membaca laporan Komnas HAM atas kasus Petrus ini pula untuk memastikan bahwa laporan ini ditindak lanjuti oleh Kejaksan Agung dan dijadikan rujukan reformasi TNI yang belum tuntas hingga hari ini.

 

Jakarta 24 Juli 2012
Badan Pekerja,

Haris Azhar
Koordinator



 
  Bookmark and Share  
 
 
 
BERIKAN KOMENTAR ANDA
Komentar yang diberikan adalah sepenuhnya tanggungjawab pemberi komentar.
Nama
 IP: 54.211.80.155
Komentar
email
 
 
   
Hasil Penyelidikan Pro Justisia PETRUS 1982-1985 Langkah Positif Koreksi Kebijakan Masa Lalu
BUKU


BANTUAN HUKUM MASIH SULIT DIAKSES


[download]


Index Buku terbitan kontraS
[Klik disini]
Buletin


PENCULIKAN AKTIVIS
[download]


[ Daftar buletin lengkap >> ]
HUKUMAN MATI
hukuman mati
Kampanye
Anti Hukuman Mati !!!
[Klik Disini]
POSO
hukuman mati
Pemantauan Kasus Pelanggaran HAM POSO
[Klik Disini]
ACEH
hukuman mati
Pemantauan HAM Di
Nagroe Aceh Darussalam
[Klik Disini]
AKSI DIAM KAMISAN
aksi diam kamisan
"Desakan Penuntasan Kasus Pelanggaran ham masa lalu"
[ Klik disini ]
UNDANG-UNDANG
INSTRUMEN HAM