PERINGATAN SATU DEKADE KONTRAS
Kampanye
Human Loves Human
 
KASUS MUNIR
Munir
Monitoring persidangan, sampai perkembangan terkini.
[Klik di sini]
 
TRISAKTI,SEMANGGI I&II
TRISAKTI, SEMANGGI I & II
GERAKAN MAHASISWA 98 dan PASCA 98
[Klik disini]
 
TANJUNG PRIOK

PERISTIWA TANJUNG PRIOK
12 September 1984
[Klik di sini]
 
TALANGSARI
talangsari
Tragedi Talangsari
7 Februari 1989
[Klik di sini]
 
PENCULIKAN
penculikan aktivis orang hilang
"Kasus Penculikan Aktivis"
[ Klik disini ]

Cari
Sumber

HuriSearch

Anda Pengunjung ke:
12756111

KontraS.org | Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan
Dalam Berita
  pers
Aktivis HAM Bosnia: Indonesia dan Bosnia Punya Trauma yang Sama
Sumber: ATJEHPOS.COM Tanggal:21 Nov 2012

JAKARTA - Perang Balkan yang berlangsung sepanjang 1992-1995 masih menyisakan trauma bagi puluhan ribu korban di wilayah itu. Bahkan 17 tahun kemudian, pemerintah Bosnia belum bertanggung jawab atas pemenuhan hak-hak korban, terutama untuk kaum perempuan korban kekerasaan.

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) asal Bosnia, Jasna Zesevic, menuturkan hal ini dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin sore kemarin, 20 November 2012. Zesevic adalah Presiden "Vive Zene Center for Therapy and Rehabilitation", sebuah LSM yang bekerja untuk korban kejahatan HAM serius di Balkan.

"Apa yang sudah kami coba untuk lakukan bersama organisasi HAM lainnya adalah meyakinkan pemerintah apa yang kami tak bisa lakukan, (yaitu) pemenuhan hak-hak bagi para korban oleh pemerintah, seperti juga yang terjadi di Indonesia dan Balkan. Masih ada banyak korban yang belum mendapatkan hak-haknya, kami masih punya 250.000 kamp yang dihuni para korban yang tidak diakui oleh negara," ungkap Zesevic kepada wartawan di kantor KontraS, Jakarta.

Mengenai situasi di Indonesia, Zesevic berpendapat ada situasi yang sama antara Indonesia dan Bosnia, khususnya menyangkut perlakuan pemerintah terhadap para korban dari peristiwa kekerasan di masa lalu.

"Saya kira situasinya juga sama di Indonesia, tidak ada pengakuan dari negara atas pelanggaran hukum dan kejahatan HAM yang terjadi di masa lalu. Kita tidak bisa mengobati luka hati para korban. Di Bosnia banyak yang menderita penyakit mental yang berat sejak awal. Tentu hal ini perlu ditanggapi. Pemerintah tidak berminat untuk menuntaskan persoalan itu dan akhirnya korban meninggal," papar Zesevic.

Catatan kekerasan yang melibatkan negara –khususnya aparat keamanan, terentang mulai dari pemberlakuan Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh, peristiwa 1965, kasus Tanjung Priok, tragedi Mei 1998, dan kekerasan terhadap warga sipil di Ambon dan Papua.

Terkait kondisi serupa di Aceh, Harvard Medical School sempat pula melakukan penelitian untuk mengetahui situasi kejiwaan masyarakat pasca tsunami dan perjanjian damai Helsinki. Penelitian yang dilakukan sepanjang 2006 itu dilakukan bekerjasama dengan Organisasi Migrasi Internasional (IOM).

Seperti yang dikutip ATJEHPOSTcom dari situs Harvard Medical School, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa pada komunitas-komunitas berkonflik tinggi di 14 kabupaten di Aceh, sebanyak 35% menduduki peringkat tinggi untuk gejala depresi, 10% mengalami gangguan stress pascatrauma, dan 39% mengalami gejala kecemasan.

Profesor Byron Good, sebagai pimpinan proyek penelitian mengatakan, warga sipil yang bermukim di Aceh Selatan dan sepanjang pesisir timur Aceh mengalami tingkat peristiwa traumatik sangat tinggi, yang cenderung mendekati gejala gangguan jiwa. Lebih berbahaya lagi, masyarakat di wilayah yang menderita trauma dapat memicu kekerasan lebih lanjut jika tidak lekas ditangani.

Satu hal yang membedakan sikap pemerintah Indonesia dan Bosnia, kata Zesevic, adalah pada tuntutan kompensasi.

"Beberapa korban di negara kami mengatakan terus terang mereka tidak butuh dukungan uang melainkan diakui (menjadi korban kejahatan perang dan pelanggaran HAM), sedangkan di Indonesia tuntutan kompensasi yang mengemuka. Mungkin mereka (pemerintah Indonesia) tidak perlu membayar kompensasi, tapi setidaknya mengakui perbuatannya di masa lalu," katanya.

Jasna Zesevic akan berada di Indonesia selama sepekan, untuk ikut memperingati Hari Anti Impunitas Internasional. Di Jakarta ia mengunjungi Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim, dan menemui para korban pelanggaran HAM berat. Ia juga berencana untuk bertemu dengan sejumlah pejabat pemerintah.[] (ihn)

 
   
BUKU


BANTUAN HUKUM MASIH SULIT DIAKSES


[download]


Index Buku terbitan kontraS
[Klik disini]
Buletin


PENCULIKAN AKTIVIS
[download]


[ Daftar buletin lengkap >> ]
HUKUMAN MATI
hukuman mati
Kampanye
Anti Hukuman Mati !!!
[Klik Disini]
POSO
hukuman mati
Pemantauan Kasus Pelanggaran HAM POSO
[Klik Disini]
ACEH
hukuman mati
Pemantauan HAM Di
Nagroe Aceh Darussalam
[Klik Disini]
AKSI DIAM KAMISAN
aksi diam kamisan
"Desakan Penuntasan Kasus Pelanggaran ham masa lalu"
[ Klik disini ]
UNDANG-UNDANG
INSTRUMEN HAM