| |
Perilaku imitasi kekerasan harus dihentikan Sumber: waspada.co.id Tanggal:04 Feb 2010
MEDAN – Kekerasan yang masih dilakukan oleh anggota Polri diakibatkan teori imitasi yang masih dianut. Akibatnya, bentuk kekerasan yang dilakukan oleh polisi akan terus berlangsung selama proses imitasi ini masih berjalan.
Demikian yang disampaikan oleh Kabid humas Poldasu, Baharudin Djafar kepada Waspada Online, Rabu (3/2). “Saat ini, masyarakat sudah lebih terbuka, sehingga perilaku polisi pun kerap menjadi sorotan. Karena itu perilaku kekerasan polisi dari tahun ke tahun meningkat,” terang Baharudin.
Oleh karena itu, lanjutnya, polisi harus melakukan instropeksi diri, karena semua gerak-gerik polisi itu diamati masyarakat. “Sebagai pengayom masyarakat, polisi adalah pelayan. Jadi jangan sampai perilaku imitasi kekerasan ini terus berlangsung. Akibatnya bisa saja masyarakat tidak percaya lagi pada polisi,” tegasnya.
Menurut data yang dilansir oleh Kontras Sumut, pada tahun 2009 tercatat 277 kasus pelanggaran HAM dan 176 kasus diantaranya dilakukan oleh polisi. Pelanggaran HAM ini bisa berupa pembiaran kasus hingag kekerasan pada masyarakat.
|
|