Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
| 1998 | 1999 | 2000 | 2001 | 2002 | 2003 | 2004 | 2005 | 2006 | 2007 | 2008 | 2009 | 2010 | 2011 | 2012 | 2013 | 2014 | 2015 | 2016 |
Previous 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ... 425 Next All

Pansel LPSK Diimbau Tak Paksakan Kirim 21 Nama ke Presiden
Sumber: BERITASATU.COM | Tgl terbit: Minggu, 16 Juni 2013
Elemen sejumlah organisasi seperti Elsam, ICJR, ICW, KontraS, YLBHI, LBH Pers, Walhi, Sawit Watch, TuK Indonesia, PIL-NET dan YLBHU yang tergabung dalam Koalisi Perlindungan Saksi dan Korban, mencoba mengantisipasi perkembangan pemilihan anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Mereka khususnya ingin menyikapi rencana Panitia Seleksi (Pansel) LPSK yang disebut "ngotot" tetap akan mengirimkan 21 nama calon kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Senin (17/6) besok.


DPR: Ruben Alami Pengadilan Sesat
Sumber: JPNN.COM | Tgl terbit: Minggu, 16 Juni 2013
Ketua Komisi III DPR, I Gede Pasek Suardika mengatakan eksekusi mati Ruben Pata Sambo (72), harus dihentikan. Alasannya, Selain proses hukumnya dari awal dipaksakan juga karena adanya pihak lain yang telah mengaku melakukan pembunuhan satu keluarga pada 23 Desember 2005 lalu.


Dibantah, Penyiksaan terhadap Terpidana Mati Ruben
Sumber: KOMPAS.COM | Tgl terbit: Minggu, 16 Juni 2013
Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Polda Sulselbar) membantah jika ada penyiksaan dan paksaan terhadap tersangka Ruben beserta anaknya dalam penyidikan kasus pembunuhan satu keluarga di Toraja pada akhir tahun 2005 silam.


Kasus Salah Tangkap Diangkat ke Dunia Internasional
Sumber: TEMPO.CO | Tgl terbit: Sabtu, 15 Juni 2013
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) bakal mengangkat kasus korban salah tangkap ke dunia internasional. Ruben Pata Sambo, 72 tahun, dan anaknya, Markus Pata Sambo, warga Jalan Merdeka No 96 Buntu Mamullu, Kelurahan Tondo Mamullu, Makale, Tana Toraja, diduga menjadi korban salah tangkap dan menunggu eksekusi mati.


Menkumham Janji Pelajari Kasus Terpidana Mati Ruben dan Markus
Sumber: REPUBLIKA.CO.ID | Tgl terbit: Jumat, 14 Juni 2013
Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin menyatakan akan mempelajari kasus Ruben dan Markus yang divonis mati, meski empat pelaku sudah ditangkap menyatakan ayah serta anak itu bukan pembunuh satu keluarga di Sulawesi Selatan.


KY Akan Telusuri Kasus Ruben
Sumber: KOMPAS.COM | Tgl terbit: Jumat, 14 Juni 2013
Komisi Yudisial (KY) akan mempelajari perkara Ruben Pato Sambo (72) dan anaknya Markus Pata Sambo yang divonis hukuman mati dengan tuduhan terlibat pembunuhan satu keluarga di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, pada 2005. Tahap awal, KY akan meminta amar putusan perkara mereka.


Kontras: Korban Salah Vonis Disiksa Atas Dukungan Sipir
Sumber: LIPUTAN6.COM | Tgl terbit: Kamis, 13 Juni 2013
Ruben Pata Sambo, Markus Pata Sambo, dan Martinus Pata Sambo, korban salah vonis mengalami serangkaian tindak kekerasan dan intimidasi. Tak hanya mengalami kekerasan dalam proses penyidikan, tapi juga saat menghadapi persidangan.


Kasus Ruben, KontraS Surati Empat Institusi Hukum
Sumber: KOMPAS.COM | Tgl terbit: Kamis, 13 Juni 2013
Maraknya manipulasi dan rekayasa kasus di Indonesia menimbulkan suatu kekhawatiran. Sebab, Indonesia belum memiliki aturan jelas untuk menyelesaikan rekayasa kasus.


Kontras: Rekayasa Kasus Marak, Aturan Hukum Harus Jelas
Sumber: LIPUTAN6.COM | Tgl terbit: Kamis, 13 Juni 2013
Maraknya manipulasi dan rekayasa kasus di Indonesia menimbulkan suatu kekhawatiran. Sebab, Indonesia belum memiliki aturan jelas untuk menyelesaikan rekayasa kasus


Kontras: Pidana Mati Belum Cocok di Indonesia
Sumber: KOMPAS.COM | Tgl terbit: Kamis, 13 Juni 2013
Koordinator Eksekutif Nasional Kontras, Haris Azhar, menilai, hukuman mati masih belum cocok diterapkan di Indonesia. Pasalnya, kinerja para penegak hukum di Indonesia masih buruk sehingga berpotensi mengeluarkan hukuman yang tidak adil.


Kontras Minta Polisi Tak Gegabah Tangani Terorisme di Poso
Sumber: LIPUTAN6.COM | Tgl terbit: Rabu, 12 Juni 2013
Seorang terduga terorisme, Nudin alias Ahmad, tewas ditembak mati oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Poso, Sulawesi Tengah, Senin 10 Juni 2013 lalu. Sebelum ditembak, Nurdin juga diduga ditabrak oleh mobil aparat.


KontraS Aceh desak polisi usut tuntas kasus penculikan karyawan Medco
Sumber: ATJEHPOST.COM | Tgl terbit: Rabu, 12 Juni 2013
Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS Aceh mendesak polisi menginvestigasi secara menyeluruh penculikan Malcom Primsore, 60 tahun, warga Skotlandia (inggris Raya), pada Selasa 11 Juni 2013.


Kontras Nilai RUU Komcad Upaya Militerisasi
Sumber: SUARAPEMBAHARUAN.COM | Tgl terbit: Rabu, 12 Juni 2013
Koordinator Eksekutif Kontras, Haris Azhar menilai, usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kompenen Cadangan (Komcad) merupakan upaya militerisasi terhadap warga sipil dan hal ini belum diperlukan di Indonesia.


Kontras Bantah Tuduhan Bela Kelompok Separatis
Sumber: REPUBLIKA.CO.ID | Tgl terbit: Rabu, 12 Juni 2013
Kantor LSM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) didemo ratusan massa. Mereka menuduh Kontras telah membela kepentingan kelompok separatis yang mendukung kemerdekaan Papua.


Sebut Aparat di Balik Penembakan di Freeport, Kantor Kontras Didemo
Sumber: KOMPAS.COM | Tgl terbit: Selasa, 11 Juni 2013
Puluhan orang yang mengatasnamakan dirinya Front Pemuda Merah Putih mendatangi kantor Kontras di Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka mempertanyakan pernyataan Kontras bahwa aparat TNI berada di balik insiden penembakan di kawasan Freeport Indonesia, Papua.


Previous 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ... 425 Next All

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org