Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
| 1998 | 1999 | 2000 | 2001 | 2002 | 2003 | 2004 | 2005 | 2006 | 2007 | 2008 | 2009 | 2010 | 2011 | 2012 | 2013 | 2014 | 2015 | 2016 |

Korban Penculikan yang Belum Kembali: HARUS JADI AGENDA PERJUANGAN BERSAMA
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 06 April 1999
(Kontras) akan terus memperjuangkan nasib 13 korban penculikan yang hingga kini belum kembali. Bahkan, persidangan para terdakwa anggota Tim Mawar yang digelar Mahkamah Militer (Mahmil) belum mampu mengungkap keberadaan korban penculikan.


TAK PERLU RAGU TERTIBKAN "KAKAK"
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Minggu, 04 April 1999
PEMERINTAH memang belum mengumumkan secara jelas, tahapan dan batas waktu proses pemisahan Kepolisian RI (Polri) dari ABRI, dan perubahan-perubahan apa saja yang akan dilakukan. Selain itu, pemerintah juga belum mencabut Undang-undang (UU) No 20/1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara RI


MAHASISWA TRISAKTI MINTA PERTANGGUNGJAWABAN PANGAB
Tindakan Kekerasan ABRI Dikutuk

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 03 April 1999
Mahasiswa Universitas Trisakti (Usakti) secara tegas menuntut pertanggungjawaban Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto dan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Mayjen (Pol) Noegroho Djajoesman menyusul jatuhnya tiga orang korban ma-hasiswa yang mengalami luka serius akibat pukulan benda tumpul pihak pasukan pengendali huru-hara (PHH).


HAKIM HARUS PANGGIL KOLONEL (INF) CHAIRAWAN
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Kamis, 25 Februari 1999
Mantan Komandan Grup IV Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kolonel (Inf) Chairawan harus dipanggil ke Mahkamah Militer (Mahmil), guna mempertanggungjawabkan keberadaan dan operasi Tim Mawar yang melakukan penculikan terhadap para aktivis politik. Pemanggilan Chairawan hendaknya dilakukan sebelum penuntutan disampaikan oleh oditur militer.


REHABILITASI AMBON DIMULAI * Bom Meledak di Batumerah
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 19 Februari 1999
Rekonstruksi dan rehabilitasi rumah penduduk serta tempat ibadah yang rusak akibat kerusuhan 19-25 Januari lalu di Ambon, Kamis (18/2), dimulai. Tahap pertama, dibangun empat tempat ibadah dan sejumlah rumah penduduk, yaitu di Desa Hunut (Durian Patah) 67 unit, Nania 182, dan Negerilama 38 unit rumah.


TIM MAWAR AKUI CULIK 9 KORBAN
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Rabu, 17 Februari 1999
Terdakwa kasus penculikan aktivis politik yang tergabung dalam Tim Mawar menyatakan tidak mengetahui adanya korban penculikan lain selain sembilan korban yang sudah dipulangkan. Mereka juga menyangkal telah menyiksa korban dan memaksa korban saat melakukan operasi penculikan yang diistilahkan mereka sebagai "penjemputan".


TINDAKAN REPRESIF TAK BISA HENTIKAN KEKERASAN
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 16 Februari 1999
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Munir menegaskan, tindakan represif tidak bisa menghentikan berbagai problem yang terjadi di Indonesia. Kekerasan hanya bisa diatasi dengan birokrasi yang kuat, didukung pemerintah yang mempunyai struktur komando dan kepercayaan dari rakyat.


ORANGTUA KORBAN SEMANGGI DATANGI PUSPOM ABRI
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Kamis, 11 Februari 1999
tua korban "Tragedi Semanggi" mendatangi Puspom ABRI di Jakarta, Rabu (10/2), mempertanyakan kelanjutan pengusutan kasus penembakan pengunjuk rasa yang mengakibatkan banyak korban. Didampingi penasihat hukum dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan


KELUARGA PERTANYAKAN KEMAJUAN PENGUSUTAN TRAGEDI SEMANGGI
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Senin, 08 Februari 1999
Pengusutan Tragedi Semanggi yang cenderung tidak menunjukkan kemajuan dalam proses pengusutannya, dipertanyakan keluarga-keluarga korban dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Mereka meminta agar aparat segera menyampaikan hasil proses pengusutan terhadap peristiwa yang sudah terjadi bulan November itu.


SIDANG PENCULIKAN DIADUKAN KE UTUSAN KOMISI HAM PBB
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 06 Februari 1999
Persidangan kasus penculikan yang dalam pandangan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) semakin lebih mengarah pada proses pembentukan opini pembenaran dilakukannya penculikan, diadukan ke utusan Working Group on Arbitrary Detention


Kerusuhan Ambon: HARUS YANG TERAKHIR
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 30 Januari 1999
Pemerintah dan ABRI harus memastikan bahwa kerusuhan sosial di Ambon harus menjadi kerusuhan yang terakhir dan tidak terulang lagi di wilayah lain. Pemerintah harus memastikan adanya pengungkapkan yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan terhadap permainan kotor politik kekerasan.


KELUARGA POLISI PUN MENGADU KE LBH
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 26 Januari 1999
Keluarga dua anggota Polri Serma (Pol) Suratman dan Serka (Pol) Supratman mengadu kasus penganiayaan yang dialami saat bertugas mengawasi aksi-aksi mahasiswa kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Pengaduan itu dilakukan karena mereka merasa tidak diperhatikan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) yang menerima pengaduan mereka sebelumnya.


AKIBAT TEROR, PUSKESMAS TUTUP DAN WARGA MENGUNGSI
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Senin, 18 Januari 1999
Sedikitnya 372 warga dari Kabupaten Manufahi, Ainaro dan Liquica di Timor Timur merasa diteror, dan sejak 6 Januari lalu berbondong-bondong ke Dili minta perlindungan di kediaman Manuel Viegas Carrascalao, ketua Gerakan Rekonsiliasi Persatuan Masyarakat Timtim (GRPRTT).


Operasi Satgas Wibawa 99 di Aceh 11 TEWAS, 32 LUKA, 170 DITAHAN
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Rabu, 06 Januari 1999
Operasi Satgas Wibawa 99 di Lhokseumawe, Aceh, Selasa (5/1) malam di Desa Pusong menangkap lagi 12 orang yang diduga keras anggota kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM), sehingga jumlah yang ditangkap seluruhnya jadi 170 orang. Semua tahanan masih diperiksa dan belum ada yang dilepas.


Lebih Jauh Dengan : MUNIR
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Minggu, 03 Januari 1999
IBARAT roket, dalam waktu setahun namanya langsung dikenal jutaan orang penduduk Indonesia. Munir, nama yang singkat dan tidak biasa untuk umumnya orang Indonesia yang bernama panjang, kini menjadi sosok yang sulit dilepaskan dari soal kekerasan.
Label : Munir


Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org