Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
| 1998 | 1999 | 2000 | 2001 | 2002 | 2003 | 2004 | 2005 | 2006 | 2007 | 2008 | 2009 | 2010 | 2011 | 2012 | 2013 | 2014 | 2015 | 2016 |

DISESALKAN, PENEMBAKAN APARAT POLISI DALAM KASUS TANAH JEMBER
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Rabu, 28 April 1999
(Kontras) menyesalkan terlibatnya aparat kepolisian dalam kasus tanah Perkebunan Ketajek, Jember, Jawa Timur; bahkan sampai melakukan penembakan yang menyebabkan satu orang meninggal dan 11 lainnya luka tertembak.


SUATU SORE DI CIAMIS...
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Senin, 26 April 1999
JAM baru menunjukkan pukul 16.00. Sinar Matahari nampak indah di antara rimbunan pepohonan di sepanjang pesisir pantai selatan, Ciamis (Jawa Barat). Sore yang indah...


APARAT TIDAK TANGGAP SOAL PEMBUNUHAN DI CIAMIS
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 24 April 1999
(Kontras) menilai kasus pembunuhan berantai di Ciamis adalah kasus pembunuhan terencana. Berkembangnya pembunuhan orang-orang yang diduga "dukun santet" itu tidak terlepas dari dukungan dana dari pihak-pihak tertentu dan ketidaktanggapan aparat keamanan.


KORBAN PEMBUNUHAN CIAMIS BERTAMBAH
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 23 April 1999
Jumlah korban pembunuhan di Pangandaran (Ciamis, Jawa Barat) yang menurut versi polisi 18 orang, bertambah hingga 21 orang. Ini kalau melihat bahwa dua mayat yang ditemukan di Sungai Cijulang (Muara Sungai Ciwayang) Rabu (21/4) petang adalah mayat perempuan.


PERTANYAKAN UNDANGAN DUA "WORKING GROUP" PBB
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 23 April 1999
(Kontras) akan mempertanyakan kepada Departemen Luar Negeri mengenai belum diberikannya "undangan" kepada Working Group Enforced and Involuntary Disappearence (WGEID) dan Working Group on Torture (WGT).


TNT, BAHAN PELEDAK DI ISTIQLAL
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 23 April 1999
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Mayjen (Pol) Noegroho Djajoesman mengungkapkan, hasil pemeriksaan laboratorium forensik menunjukkan bahwa bahan peledak di lantai dasar Masjid Istiqlal adalah TNT (trinitrotuleune). Sedangkan pemicu peledaknya merupakan KClO3 (kalium chlorat).


KERUSUHAN LHOKSEUMAWE, 50 WARGA DIPERIKSA
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Kamis, 22 April 1999
Polisi kini memeriksa sedikitnya 50 warga sipil (bukan siswa sekolah) menyusul bentrokan berdarah di Lhokseumawe Aceh Utara yang mengakibatkan dua orang tewas, masing-masing Prada Pasaran Sihombing (22), anggota Brigade Mobil (Brimob) Polres Aceh Utara, dan Akhmadi (18), siswa Sekolah Tehnik Menengah Bireun.


KEKERASAN AKAN MEMBAWA KEMBALI KE SISTEM OTORITER
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Rabu, 21 April 1999
Kekerasan dalam berbagai bentuknya yang dilakukan berbagai kelompok masyarakat harus diwaspadai karena kekerasan itu akhirnya akan mengembalikan bangsa ini ke sistem otoriter. Oleh karena itu, aparat yang berwenang harus menjalankan tugasnya menegakkan hukum


PANGDAM SILIWANGI MINTA KONTRAS PAPARKAN NAMA KORBAN
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Rabu, 21 April 1999
Panglima Daerah Militer (Pangdam) III Siliwangi Mayjen TNI Purwadi meminta Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) memaparkan secara rinci nama-nama korban sehubungan dugaan rangkaian pembunuhan di Pangandaran-Ciamis (Jabar) sejak Januari 1999


Pembunuhan di Pangandaran Ciamis Sejak Januari 1999: LEBIH DARI 50 ORANG TEWAS
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 20 April 1999
Rangkaian pembunuhan yang terjadi di sekitar Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat, sejak Januari 1999 sampai saat ini diduga telah menewaskan lebih dari 50 orang. Seperti halnya pembunuhan yang terjadi di sekitar Banyuwangi, Jawa Timur, motif pembunuhan di Ciamis kini meluas ke motif lain dan terus berlangsung.


KONTRAS TAK BOLEH DAMPINGI
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Minggu, 18 April 1999
Membaca berita berjudul: Keluarga Korban Semanggi Silakan Datang di Kompas (31/3), saya salah seorang dari orangtua korban Semanggi tentu saja sangat antusias membacanya. Secara sekilas judul tersebut sangat "menyejukkan", namun ternyata isinya membuat saya bertanya-tanya:


MASIH DIPERDEBATKAN, SOAL ADIL DAN ARIF DALAM BERKOMUNIKASI
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 16 April 1999
Keadilan dan kearifan dalam pemberitaan di media massa merupakan suatu proses yang bisa berubah seiring dengan realitas sosial masyarakat ketika itu. Di sisi lain, dalam masyarakat yang heterogen, adanya perbedaan interpretasi terhadap definisi keadilan dan kearifan itu sendiri sangat mungkin terjadi.


PENGUNGSI TIBA DI SURABAYA
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Kamis, 15 April 1999
Sekitar 3.500 pengungsi dari Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) tiba di Pelabuhan Tanjungperak, Surabaya, Rabu (14/4) pagi, dengan menumpang Kapal Motor Bukit Raya. Para pengungsi umumnya datang bersama keluarga tanpa membawa harta benda.


PUSPOM ABRI WAJIB SELIDIKI KASUS ORANG HILANG
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 10 April 1999
Pusat Polisi Militer (Puspom) ABRI sebagai institusi penyidik wajib menyidik ulang kasus penghilangan secara paksa (involuntary disappearance) para aktivis politik. Kasus penghilangan paksa tidak dapat dianggap selesai dan dihilangkan dengan berakhirnya persidangan 11 anggota Komando Pasukan Khusus TNI AD


SELIDIKI ULANG KASUS PENCULIKAN
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Kamis, 08 April 1999
Pengadilan terhadap 11 anggota Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) gagal mengungkapkan perkara penculikan terhadap aktivis prodemokrasi serta latar belakang politik di balik penculikan itu. Padahal, majelis hakim memiliki kesempatan untuk mengungkapkannya.



Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org