Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
PENCARIAN DETAIL
Keyword:
Kanal:
Kasus :
Isu :
hak :
Aktor Pelaku :
Wilayah :
Periode: -


BERITA
Menampilkan 439 Hasil Pencarian
Previous 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ... 30 Next All

Kontras: Tuntutan untuk Muchdi Terlalu Ringan
Sumber: DETIK.COM | Tgl terbit: Selasa, 02 Desember 2008
Jakarta - Kontras mempertanyakan tuntutan 15 tahun penjara terhadap terdakwa kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, Muhdi Pr. Tuntutan itu dianggap kurang sepadan dan terlalu ringan.
Muchdi Mengaku Tak Kenal Munir
Sumber: KOMPASCETAK.COM | Tgl terbit: Rabu, 19 November 2008
Jakarta, Kompas - Mantan Deputi V Badan Intelijen Negara Muchdi Purwopranjono menyatakan tidak kenal aktivis hak asasi manusia, Munir. Ia juga mengaku tak kenal mantan pilot Garuda Indonesia, Pollycarpus Budihari Priyanto.
Muchdi: Kematian Munir Masalah Kecil
Sumber: KORANTEMPO.COM | Tgl terbit: Rabu, 19 November 2008
JAKARTA -- Muchdi Purwoprandjono, terdakwa pembunuhan Munir, menyatakan kematian aktivis hak asasi manusia itu tak ada kaitannya dengan institusi negara seperti Badan Intelijen Negara (BIN). Menurut dia, semasa Munir hidup, tak ada tugas-tugas intelijen yang terkait dengan aktivitas Munir.
Muchdi Pr: Saya Kenal Munir Setelah Mati
Sumber: DETIK.COM | Tgl terbit: Selasa, 18 November 2008
Jakarta - Mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Muchdi Pr menyangkal mengawasi tindak-tanduk (alm) Munir selama hidup. Muchdi mengaku mengenal aktivis hak asasi manusia (HAM) itu setelah meninggal dunia.
Hari Munir Dibunuh, Muchdi di Antara Surabaya dan Malaysia
Sumber: DETIK.COM | Tgl terbit: Selasa, 18 November 2008
Jakarta - Di mana mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Muchdi Pr saat Munir, aktivis hak asasi manusia (HAM), meninggal diracun? Muchdi mengatakan di Malaysia, namun jaksa mengatakan di Surabaya. Mana yang benar?
Saksi seperti Berlomba Mencabut Keterangan
Sumber: KOMPASCETAK.COM | Tgl terbit: Senin, 17 November 2008
Pagi hari di akhir September 2008. Bandara Schiphol di Amsterdam, Belanda, dipeluk dingin. Orang-orang hilir mudik, sibuk, dan bergegas. Empat tahun silam, juga pada bulan September, aktivis hak asasi manusia Munir tiba di Schiphol menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Namun, ia tiba dalam keadaan meninggal akibat racun arsenik di tubuhnya dalam kadar mematikan.
Peringatan 10 Tahun Tragedi Semanggi
Sumber: KOMPASCETAK.COM | Tgl terbit: Jumat, 14 November 2008
Peringatan Tragedi Semanggi ditandai, antara lain, dengan tabur bunga di tempat gugurnya mahasiswa Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, B Norma Irmawan atau Wawan.
Mantan Danpuspom Jadi Saksi
Sumber: KOMPASCETAK.COM | Tgl terbit: Jumat, 14 November 2008
Jakarta, Kompas - Mantan Komandan Pusat Polisi Militer Mayjen TNI (Purn) Djasri Marin dimintai keterangan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (13/11). Djasri dihadirkan pihak mantan Deputi V Badan Intelijen Negara Muchdi Purwopranjono, terdakwa pembunuhan berencana terhadap aktivis HAM, Munir.
Muchdi Tak Pernah Diperiksa Soal Tim Mawar
Sumber: DETIK.COM | Tgl terbit: Kamis, 13 November 2008
Jakarta - Mantan Danpuspom TNI, Djasri Marin mengungkapkan Puspom TNI tidak pernah memeriksa Muchdi PR terkait dengan dugaan keterlibatannya dalam Tim Mawar. Dalam dakwaan jaksa, Muchdi diduga ikut terlibat dengan tim yang beroperasi menculik aktivis pada tahun 1998.
Kontras: PKS Cari Simpati, Momen Tidak Tepat
Sumber: DETIK.COM | Tgl terbit: Kamis, 13 November 2008
Jakarta - Ajakan rekonsiliasi PKS dengan menampilkan mantan presiden Soeharto di jajaran pahlawan dan guru besar dinilai hanya untuk meraih simpati dan mendulang suara. Momennya sangat tidak tepat.
10 Tahun Tragedi Semanggi, dari Tabur Bunga hingga Putar Film
Sumber: DETIK.COM | Tgl terbit: Kamis, 13 November 2008
Jakarta - Tepat 10 tahun lalu tragedi Semanggi terjadi. Sejumlah kegiatan pun digelar Kamis (13/11/2008).
Korban Tragedi Semanggi Gelar Konvoi
Sumber: REPUNLIKA.CO.ID | Tgl terbit: Senin, 10 November 2008
JAKARTA -- Para korban tragedi Semanggi 1998 yang tergabung dalam 'Komite 13 November 1998' melakukan napak tilas tragedi Semanggi 10 tahun silam. Mereka menggelar konvoi sepeda motor yang diikuti ratusan orang.Rute konvoi yang mereka lalui sama persis dengan 10 tahun silam. Mereka konvoi mulai dari Tugu Proklamasi, Salemba, Kampung Melayu, Casablanca, dan tujuan akhir Universitas Atmajaya, di kawasan Semanggi.
BAP Budi Santoso dan As'ad Dibacakan di Sidang
Sumber: KOMPASCETAK.COM | Tgl terbit: Jumat, 07 November 2008
Jakarta, Kompas - Berita acara pemeriksaan atau BAP saksi Budi Santoso dan M Asâ??ad dibacakan dalam sidang perkara pembunuhan aktivis hak asasi manusia, Munir, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/11).
Munir Dibunuh Lewat Operasi Intelijen
Sumber: KORANTEMPO.COM | Tgl terbit: Jumat, 07 November 2008
JAKARTA -- Kematian aktivis hak asasi manusia Munir diakibatkan oleh adanya operasi intelijen. Menurut bekas Direktur V.1 Perencanaan dan Pengendalian Operasi Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Santoso, ada kaitan sejumlah fakta sejak dirinya menyerahkan uang Rp 10 juta kepada terpidana Pollycarpus Budihari Priyanto pada 14 Juni 2004 dengan tewasnya Munir. Menurut Budi, uang itu diberikan atas perintah atasannya, Deputi V BIN Mayor Jenderal (Purnawirawan) Muchdi Purwoprandjono.
Keluarga Korban Tragedi Semanggi I Datangi Komnas HAM
Sumber: DETIK.COM | Tgl terbit: Kamis, 06 November 2008
Jakarta - Tak terasa, kasus tragedi Semanggi I telah berumur satu dasawarsa. Tragedi yang memakan korban 15 orang tewas tersebut hingga kini belum menunjukkan adanya penyelesaian. Oleh karena itu, keluarga para korban yang tergabung di "Komite 13 November 1998" mendatangi Komisi Nasional HAM (Komnas HAM).

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org