Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
PENCARIAN DETAIL
Keyword:
Kanal:
Kasus :
Isu :
hak :
Aktor Pelaku :
Wilayah :
Periode: -


BERITA
Menampilkan 439 Hasil Pencarian
Previous 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ... 30 Next All

Ratifikasi Statuta Roma
Sumber: KOMPASCETAK.COM | Tgl terbit: Kamis, 11 Desember 2008
Jakarta, Kompas - Pemerintah masih belum meratifikasi beberapa instrumen hak asasi manusia internasional yang penting. Pemerintah dinilai masih �berutang� ratifikasi, seperti yang menjadi komitmen pemerintah dalam Rencana Aksi Nasional HAM tahun 2004-2009.
Nicholas refuses to be called an icon
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Rabu, 10 Desember 2008
JAKARTA: Nicholas Saputra has been chosen by the Commission for Disappearances and Victims of Violence (Kontras) as an icon for the organizationâ??s campaign on human rights â?? but the actor and popular VJ doesnâ??t want to be referred to as one.
Erros Djarot Sesalkan Sikap Kontras pada Kasus Marcella
Sumber: KOMPASCETAK.COM | Tgl terbit: Selasa, 09 Desember 2008
Jakarta, kompas - Salah seorang pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras, Erros Djarot, menyesalkan sikap Kontras yang mencampuri kasus dugaan penganiayaan terhadap Agung Setiawan. Penganiayaan itu diduga dilakukan beberapa pekerja PT Kreasi Anak Bangsa, rumah produksi milik Marcella Zalianty, 3 Desember lalu.
Lima Institusi Belum Pastikan ke DPR
Sumber: KOMPASCETAK.COM | Tgl terbit: Selasa, 09 Desember 2008
Jakarta, Kompas - Panitia Khusus Dewan Perwakilan Rakyat untuk Kasus Penghilangan Paksa Aktivis 1997-1998 telah melayangkan undangan kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan; Jaksa Agung; Kepala Kepolisian Republik Indonesia; Kepala Badan Intelijen Negara; serta Panglima Tentara Nasional Indonesia untuk menghadiri rapat dengar pendapat pada Rabu, 10 Desember 2008.
Kasus Salah Tangkap Kemat Cs
Kontras: Permintaan Maaf Tak akan Rendahkan Kapolri

Sumber: DETIK.COM | Tgl terbit: Sabtu, 06 Desember 2008
Jakarta - Meski sudah mengakui melakukan kesalahan telah menangkap Kemat Cs, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendaro Danuri masih saja enggan meminta maaf dengan Kemat Cs. Padahal ucapan permintaan maaf tersebut merupakan bentuk rehabilitasi nama baik Kemat Cs.
Jakarta - Meski sudah mengakui melakukan kesalahan telah menangkap Kemat Cs, Kapolri Jenderal Pol Ba
Sumber: DETIK.COM | Tgl terbit: Sabtu, 06 Desember 2008
Jakarta - Meski sudah mengakui melakukan kesalahan telah menangkap Kemat Cs, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendaro Danuri masih saja enggan meminta maaf dengan Kemat Cs. Padahal ucapan permintaan maaf tersebut merupakan bentuk rehabilitasi nama baik Kemat Cs.
HAM Itu Isu Sehari-hari
Sumber: KOMPASCETAK.COM | Tgl terbit: Sabtu, 06 Desember 2008
Mencintai sesama itu mutlak, mungkin yang membedakan adalah caranya. Dengan dasar itu, orang tak perlu membenci. Hukum perlu ditegakkan dengan dasar cinta pada kemanusiaan, bukan dendam,� kata Nicholas Saputra (24).
Lima Menguak HAM
Sumber: KORANTEMPO.COM | Tgl terbit: Sabtu, 06 Desember 2008
Jakarta -- Di perhelatan kesepuluh tahun Jakarta International Film Festival (JiFFest) 2008 menyuguhkan rangkaian film beragam tema. Salah satunya film tentang hak asasi manusia. Lima film diputar menyambut Hari HAM Internasional, yang jatuh pada 10 Desember mendatang.
Peringati HAM, Kontras Gandeng Nicholas Saputra cs
Sumber: KOMPAS.COM | Tgl terbit: Kamis, 04 Desember 2008
JAKARTA, KAMIS - Dalam rangka memperingati Hari HAM Internasional pada tanggal 10 Desember nanti, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menggandeng sejumlah pelaku seni sebagai ikon pendukung Human Love Human, sebuah gerakan sosial KontraS yang diwujudkan dalam penayangan sejumlah film bertemakan HAM di rangkaian acara Jiffest.
Pansus Orang Hilang "Masuk Angin"
Sumber: KOMPAS.COM | Tgl terbit: Kamis, 04 Desember 2008
JAKARTA, KAMIS â?? Ketua Pansus Penghilangan Orang Secara Paksa Effendi Simbolon merasakan adanya upaya pengendapan atas pengungkapan kasus hilangnya 13 orang yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Pansus bisa dikatakan tengah "masuk angin" sebab, dengan jumlah anggota yang mencapai 50 orang, hanya 22 orang yang hadir pada RDPU dengan Komnas HAM, Kamis (4/12).
Nicholas Saputra: Penjahat Patut Dicintai
Sumber: DETIK.COM | Tgl terbit: Kamis, 04 Desember 2008
Jakarta Modus kejahatan belakangan ini makin menyeramkan. Para pelaku tak sungkan untuk melukai bahkan membunuh korbannya. Tapi bagi aktor Nicholas Saputra itu bukan berarti penjahat harus dibenci.
Keluarga Korban Minta Kasus Orang Hilang Selesai Sebelum Pilpres
Sumber: DETIK.COM | Tgl terbit: Rabu, 03 Desember 2008
Jakarta - Beberapa oknum yang diduga terlibat dalam kasus penghilangan orang secara paksa pada tahun 1997-1998 akan maju dalam Pilpres 2009. Keluarga orang hilang pun meminta pemerintah untuk menyelesaikan kasus tersebut sebelum Pilpres 2009.
Former BIN deputy head could get 15 years for activist's murder
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Rabu, 03 Desember 2008
The defendant on trial for conspiring to assassinate human rights activist Munir Said Thalib, Muchdi Purwopranjono, could face 15 years in prison for his alleged involvement in the murder, the prosecution told the court.
Muchdi Dituntut 15 Tahun Penjara
Sumber: KORANTEMPO.COM | Tgl terbit: Rabu, 03 Desember 2008
JAKARTA -- Jaksa penuntut umum kasus pembunuhan Munir menuntut terdakwa Muchdi Purwoprandjono dihukum 15 tahun penjara. Jaksa menganggap bekas Deputi V/Penggalangan Badan Intelijen Negara itu terbukti menganjurkan dan memberikan sarana kepada terpidana Pollycarpus Budihari Priyanto untuk membunuh Munir.
Muchdi Dituntut 15 Tahun Penjara
Sumber: KOMPASCETAK.COM | Tgl terbit: Rabu, 03 Desember 2008
Jakarta, Kompas - Jaksa menuntut mantan Deputi V Badan Intelijen Negara Muchdi Purwopranjono dengan hukuman 15 tahun penjara. Menurut jaksa, Muchdi menganjurkan Pollycarpus Budihari Priyanto untuk membunuh aktivis hak asasi manusia, Munir.

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org