Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
PENCARIAN DETAIL
Keyword:
Kanal:
Kasus :
Isu :
hak :
Aktor Pelaku :
Wilayah :
Periode: -


SIARAN PERS
Menampilkan 2073 Hasil Pencarian

Pertikaian Etnik Di Sambas
Tgl terbit: Kamis, 01 April 1999

Kata prihatin sudah tidak cukup lagi untuk menggambarkan tragedi Sambas. Untuk kesekian kalinya dan dalam waktu yang beruntun kita menyaksikan hancurnya masyarakat kita. Untuk kesekian kali pula dibuktikan kepada kita kenyataan pahit dari kegagalan negara dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa yang damai, adil dan sejahtera.

Utusan KontraS Dalam Pertemuan Commision on Human Rights di Genewa
Tgl terbit: Kamis, 01 April 1999

Sepanjang pengamatan KONTRAS, selama tahun 1998 sampai dengan awal tahun 1999 praktek †praktek penculikan, penyiksaan, penangkapan dan penahanan sewenang †wenang masih berlangsung. Namun upaya pemerintah untuk melindungi korban dan pertanggungan jawab pemerintah atas praktek †praktek tersebut masuh minim.

Keharusan Pasca Pelepasan Polisi Dari ABRI
Tgl terbit: Selasa, 30 Maret 1999

Menhankam / Pangab menyatakan terhitung sejak 1 April 1999 POLRI terpisah dari ABRI, akan tetapi berada di bawah Menhankam dan pemisahan dilakukan secara gradual. Pemisahan ini sekaligus mengundang berbagai harapan akan meningkatnya profesionalitas, kemandirian polisi dari kecenderungan intervensi politik, serta mempersempit ruang penggunaan kekerasan oleh kepolisian akibat posisi dan prilaku kemiliteran (combat). Pemisahan kepolisian ini merupakan keharusan yang tidak dapat ditunda, sebagai upaya untuk meningkatkan peran kepolisian sebagai bagian dari criminal justice sistem dan mendorong terjaganya tertib hukum dan kamtibmas.

Hubungan Kerusuhan Dengan Perkembangan Politik Nasional
Tgl terbit: Selasa, 23 Maret 1999

Kondisi Stuktural dan Kerusuhan

Kurun waktu tiga tahun terakhir ini, bangsa Indonesia berada dalam kondisi yang paling memprihatinkan dalam sejarahnya. Berbagai kerusuhan terjadi dari tahun 1996 seperti peristiwa †peristiwa Sabtu Kelabu 27 Juli 1996 di Jakarta, Abepura, Sanggau-Ledo, Situbondo, Tasikmalaya, Kerawang, Aceh dan seterusnya, seakan tak kunjung selesai. Sampai akhirnya krisis ekonomi semakin membuktikan bobroknya sistem kemasyarakatan yang selama 30 tahun dibangun Orde Baru. Krisis ekonomi †politik kemudian semakin memperburuk keadaan hingga kita terpuruk ketitik yang paling rendah, sehingga dicap sebagai bangsa yang kurang beradab. Peristiwa kerusuhan dan perkosaan massal pada Mei 1998, peristiwa Semanggi, Banyuwangi, Ketapang, Kupang, Ambon dan terakhir Sambas, adalah bukti dari semua itu.

Sikap KontraS atas Persidangan Penculikan Tanggal 23 Februari 1999
Tgl terbit: Kamis, 18 Maret 1999

Menanggapi sidang penculikan tanggal 23 Februari 1999 yang menghadirkan terdakwa I, Mayor Inf. Bambang Kristiono Komandan tim Mawar, maka dengan ini Divisi Legal KONTRAS menyampaikan hal-hal sebagai berikut :

Pertemuan Center Islamic Studies, Hamas, KontraS dalam hal Pembahasan Permasalahan Ambon
Tgl terbit: Selasa, 09 Maret 1999

Hari senin tanggal 19 Maret 1999 pukul 16.00 WIB bertempat dikantor Dephankam yang telah berlangsung pertemuan antar Menhankam/Pangab Jendral TNI Wiranto yang didampingi oelh Mayjen TNI Al Berry, Mayjen TNI Silo Silalahi, Mayjen Pol. Deddy G.G dan Brigjen TNI Bambang Soetoyo dengan Ali Asesegaf dari Center for Islamic Studies (CIS), Emha Ainun Najib dari Himpunan Masyarakat Shalawat (HAMAS) dan Munir dari Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KONTRAS)

Obyektivitas Penyidikan PUSPOM ABRI Diragukan
Tgl terbit: Senin, 22 Februari 1999

Mencermati statement Puspom ABRI bahwa "Tragedi Semanggi" belum bisa diungkap sebagaimana diberitakan dalam berbagai Harian Media Massa, telah meninbulkan suatu prasangka yang tendensius negatif pada obyektivitas penyidkan institusi Puspom ABRI. Hal tersebut sangat beralasan manakala harapan adanya pengusutan yang tuntas oleh institusi Puspom ABRI dengan kemampuan profesialisme dan integritas yang tinggi, namum kenyataan sebaliknya yang justru diperoleh.

Laporan Lanjutan Kerusuhan Ambon
Tgl terbit: Kamis, 18 Februari 1999

Belum berujungnya kerusuhan Ambon hingga saat ini, patut mendapatkan perhatian yang serius dari kita semua. Berdasarkan updating data yang diperoleh KONTRAS melaporkan perkembangan sebgai berikut :

PERSIDANGAN KASUS PENCULIKAN
Tgl terbit: Kamis, 04 Februari 1999

Berkaitan dengan proses persidangan kasus penculikan para aktivis uang menghadapkan 11 anggota Kopassus sebagai terdakwa yang telah berlangsung selama beberapa minggu ini, kami pelru menanggapi seluruh proses persidangan sebagai berikut :

Beberapa Catatan Jatuhnya Korban dalam Operasi Satgas Wibawa 99 di Lhokseumawe-Aceh
Tgl terbit: Selasa, 12 Januari 1999

OPERASI Satgas Wibawa 99 yang beroperasi sejak 3 Januari 1999 telah berakibat tewasnya 21 orang dikalangan rakyat. Dengan rincian 17 orang tewas tertembak dalam peristiwa penyerahan massa pada tanggal 3 Januari 1999, serta 4 orang asal desa Moenasah Blangkandang dalam peristiwa penyerangan terhadap anggota masyarakat yang disekap di gedung KNPI Lhoksemawe.disamping berbagai tindakan yang menimbulkan kerugian moril dan materiil dikalangan rakyat.

Kekerasan dan Operasi Wibawa 99 di Aceh
Tgl terbit: Selasa, 05 Januari 1999

Peristiwa jatuhnya 7 (tujuh) korban dikalangan aparat militer dalam operasi KTP yang dilakukan masyarakat desa Lhoknibong, Kec. Siompang Ulin Lhokseumawe, pada tanggal 30 Desember 1998, menimbulkan reaksi keras ABRI dengan menggelar operasi “WIBAWA 99”. Dalam waktu yang teramat singkat (3 hari) operasi tersebut telah mengakibatkan sedikitnya 9 orang warga masyarakat tewas. Serta ratusan lainnya luka-luka dan ditangkap. Operasi tersebut memancing reaksi keras masyarakat Lhosemawe dan sekitarnya, yang menimbulkan berbagai bentrokan fisik, dan kekhawatiran praktek operasi selama DOM berlangsung, muncul kembali.

Pertanggungjawaban Pemerintah Terhadap Korban Penembakan dan Kekerasan Aparat dalam Tragedi Semanggi
Tgl terbit: Senin, 30 November 1998

Pada tanggal 18 November 1998 yang lalu, KONTRAS telah membuat suatu pernyataan terbuka tentang indikasi keterlibatan aparat negara (ABRI) dalam melakukan misi khusus berupa provokasi agar aksiâ€aksi damai mahasiswa menjadi aksi yang penuh kekerasan. Selain itu, dalam pernyataan tersebut KONTRAS menyatakan pula beberapa bukti empiris di lapangan tentang penggunaan peluru tajam yang mengakibatkan korban tewas dari kalangan mahasiswa.

Penerapan Pasal "Makar" adalah Teror terhadap Gerakan Prodemokrasi
Tgl terbit: Senin, 16 November 1998

Setelah sebelumnya berhasil menindas gelombang aksi mahasiswa melalui penggunaan senajata, pemerintah kembali melakukan represi melalui penggunaan hukum pidana. Sejak tanggal 14 November 1998, beberapa orang tokoh masyarakat seperti Hariadi Darmawan, Roch Basuki Mangunpoerojo, Sri Bintang Pamungkas, Ali Sadikin, Kemal Idris, Ratna Sarumpaet dan Usep Ranawijaya telah, sedang dan akan diperiksa oleh mabes Polri dnegan tuduhan telah melakukan tindakan Makar. Terhadap perkembangan ini, kami berpendapat :

Kerusuah di Kota Lhokseumawe
Tgl terbit: Jumat, 02 Oktober 1998

Pada 31 Agustus 1998 terjadi kerusuhan massa di kota Lhokseumawe Aceh Utara, yang dilatar belakangi tindakan penghalauan terhadap upaya masyarakat umum oleh aparat militer yang melindungi prose penarikan pasukan. Kerusuhan itu menyerang kesatuan pasukan aparat militer, beberapa tempat hiburan, rumah tahan negara, beberapa bank, serta beberapa pertokoan. Kerusuhan yang diawali dari tindakan massa yang hendak melempari batu sejumlah pasukan yang membubarkan diri dari uipacara penarikan, direspon secara keras oleh aparat dengan cara menggiring massa menjauhi tempat pelepasan pasukan. Tindakan tersebut justru mengakibatkan wilayah konsentrsi massa melebar, dengan sasaran ke berbagai obyek yang di nilai berkaitan dengan operasi militer selama berlakunya DOM di wilayah itu.

Tanggapan Terhadap Pernyataan MenHanKam/Panglima ABRI dalam Kasus Orang Hilang
Tgl terbit: Selasa, 30 Juni 1998

Menhankam/Pangab Jendral TNI Wiranto dalam pernyataannya di depan wartawan kemarin mengakui bahwa ada   anggota ABRI yang terlibat dalam kasus penculikan para aktivis politik dam LSM. Dalam pernyataan tersebut, Jendral Wiranto juga menegaskan bahwa ABRI juga akan mengungkapkan kasus tersebut secara tuntas dan transparan. Adanya indikasi keterlibatan anggota ABRI dalam kasus ini diperoleh Tim Pencari Fakta (TPF) ABRI setelah mendengarkan kesaksian beberapa korban penculikan yang telah keluar serta mendatangi tempat †tempat yang diduga terkait dengan penculikan tersebut.


Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org