Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
| 1998 | 1999 | 2000 | 2001 | 2002 | 2003 | 2004 | 2005 | 2006 | 2007 | 2008 | 2009 | 2010 | 2011 | 2012 | 2013 | 2014 | 2015 | 2016 |

Keluarga Korban Cebongan Sambangi Wantimpres
Sumber: JPNN.COM | Tgl terbit: Rabu, 10 April 2013
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) membawa keluarga empat korban pembunuhan di Lapas Cebongan, Sleman untuk bertemu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Albert Hasibuan pada Rabu (10/4). Pertemuan ini berlangsung tertutup.


SBY Diminta Bentuk Tim Pencari Fakta Cebongan
Sumber: INILAH.COM | Tgl terbit: Rabu, 10 April 2013
Perwakilan keluarga korban penembakan di Lapas Cebongan, Sleman mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membentuk tim pencari fakta dalam menuntaskan peristiwa yang menewaskan anggota keluarga mereka.


Kontras Tawari Advokasi Keluarga Serka Santoso
Sumber: TEMPO.CO | Tgl terbit: Selasa, 09 April 2013
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengaku sudah manawarkan bantuan advokasi kepada keluarga Sersan Kepala Heru Santoso. Koordinator Kontras, Haris Azhar mengatakan hanya istri almarhum Heru, Indria, yang bisa dihubungi. Namun Haris pun belum memperoleh jawaban pasti dari Indria.


Kontras: 3 Unsur Penggerak Kopassus harus Ikut Tanggung Jawab
Sumber: METROTVNEWS.COM | Tgl terbit: Selasa, 09 April 2013
Sebanyak 11 anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup 2 Kandang Menjangan telah mengakui sebagai penyerang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Mereka akan menjadi tersangka penyerangan yang menewaskan empat orang it


Kontras: 3 Unsur Penggerak Kopassus harus Ikut Tanggung Jawab
Sumber: METROTVNEWS.COM | Tgl terbit: Selasa, 09 April 2013
Sebanyak 11 anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup 2 Kandang Menjangan telah mengakui sebagai penyerang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Mereka akan menjadi tersangka penyerangan yang menewaskan empat orang itu.


Kontras: Kasus Hugo's Cafe Sama Pentingnya Dengan Lapas Sleman
Sumber: LIPUTAN6.COM | Tgl terbit: Selasa, 09 April 2013
Direktur Eksekutif Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar menyatakan pihak keluarga korban penembakan di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, akan segera meminta perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).


Keluarga korban Cebongan temui KontraS, berencana ke Mabes AD
Sumber: MERDEKA.COM | Tgl terbit: Selasa, 09 April 2013
Empat keluarga korban penembakan 11 personel Kopassus di Lapas Cebongan, Sleman, DIY, mendatangi kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Jakarta. Mereka adalah; Jorhans Kadja keluarga dari Hendrik Angel Sahetapy alias Deki, Viktor Manbait keluarga dari Yohanis Juan Manbait, Yanny Rohiriwu keluarga dari Gameliel Yermiyanto, dan Johanis Lado keluarga dari Adrianus Candra Galaja.


Keluarga Korban Tuntut SBY Tuntaskan Kasus LP Cebongan
Sumber: OKEZONE.COM | Tgl terbit: Selasa, 09 April 2013
Keluarga korban kasus penembakan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Yogyakarta, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar mendorong semua pihak untuk ikut menuntaskan kasus tersebut.


Police, TNI had prior knowledge of Cebongan raid
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Senin, 08 April 2013
The low-ranking soldiers alleged to be responsible for an attack on four detainees of the Cebongan Prison in Sleman, Yogyakarta, could have taken the fall for their seniors who orchestrated the murder, rights activists have said.


Serahkan ke Pengadilan Umum, Danjen Kopassus dan TNI harus Buka Akses Seluas-luasnya
Sumber: RMOL.CO | Tgl terbit: Senin, 08 April 2013
Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar tidak sepakat dengan desakan sejumlah kalangan agar Danjen Kopasssus, Mayjen Agus Sutomo mundur.


Hanya Pemanis, Presiden Apresiasi agar Kopassus Tak Dihakimi
Sumber: RMOL.CO | Tgl terbit: Senin, 08 April 2013
Pujian ksatria yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada oknum Kopassus yang menyerang Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, karena telah mengakui perbuatan dan bertanggung jawab dan bahkan siap menerima sanksi hukum apa pun dinilai hanya sebagai pemanis.


'Spirit' Korps Masih Kental di Peradilan Militer
Sumber: REPUBLIKA.CO.ID | Tgl terbit: Minggu, 07 April 2013
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai vonis di pengadilan militer diskriminatif. Koordinator Kontras, Haris Azhar vonis di pengadilan militer bisa lebih ringan karena semangat membela korps.


Ini Kelebihan dan Kelemahan Pengadilan Militer
Sumber: TEMPO.CO | Tgl terbit: Minggu, 07 April 2013
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar mengatakan pengadilan militer semestinya menjerat para pelaku penembakan tahanan Lembaga Cebongan, Sleman, DIY dengan lebih berat. Soalnya, kata dia, mereka merupakan alat negara yang melakukan pelanggaran.


Masih Gelap, Motif Pengeroyokan Anggota Kopassus
Sumber: GATRA.COM | Tgl terbit: Sabtu, 06 April 2013
Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) mengaku belum mendapat data dan petunjuk akar penyebab pengeroyokan yang dilakukan tiga tersangka yang menewaskan anggota Kopassus, Serka Heru Santoso, di Cafe Hugo's, Yogyakarta.


Hasil Investigasi TNI Dianggap Janggal
Sumber: TEMPO.CO | Tgl terbit: Sabtu, 06 April 2013
Aktivis hak asasi manusia menilai hasil investigasi TNI Angkatan Darat atas kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, janggal.



Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org