Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
PENCARIAN DETAIL
Keyword:
Kanal:
Kasus :
Isu :
hak :
Aktor Pelaku :
Wilayah :
Periode: -


OPINI
Menampilkan 46 Hasil Pencarian
1 All

SDGs dan Penegakan Hukum SDGs dan Penegakan Hukum
Sumber: | Tgl terbit: Sabtu, 10 Oktober 2015
Berbagai pemimpin dunia dan kelompok masyarakat sipil bergeliat dengan pengesahan Target Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals [SDGs] pada 25 September 2015 di New York, Amerika Serikat oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Berbagai pemimpin dunia, hadir menyatakan dukungan, berlomba memberikan catatan untuk pelaksanaan SDGs 15 tahun kedepan, dimulai pada 1 Januari 2016 hingga sampai 2030. Meskipun beberapa di antaranya merengek soal ketidakmampuan pembiayaan untuk program global ini. Pada angka 16 dari SDGs tercantumkan agenda Perdamaian, Keadilan dan Akuntabilitas. Agenda ini, dengan agenda lainnya, sangat relevan bagi Indonesia dan bagi dunia. Namun demikian, SDGs ini masih penting untuk dikawal lebih jauh agar tidak menjadi agenda kosmetik saja.
Orang Susah, Keadilan, dan Peradilan Sesat
Sumber: http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/P | Tgl terbit: Sabtu, 31 Januari 2015
SEJUMLAH kasus yang menimpa orang-orang kecil belakangan ini menunjukkan persoalan hukum dan keadilan di Indonesia masih memprihatinkan. Hukum dan keadilan masyarakat telah menjadi seperti dua kutub yang bertentangan. Ada tulisan yang menarik di salah satu media yang fokus pada isu hukum berjudul `Orang Kecil Dilarang Mencari Keadilan'. Isi tulisan itu antara lain menceritakan nasib seorang anak yang mencuri sandal seorang polisi lalu dibawa ke pengadilan dan kasus Khoe Seng Seng, pembeli ruko yang divonis melakukan pencemaran nama baik setelah menulis surat pembaca karena kecewa terhadap pengembang ruko yang dibelinya. Namun, kasus-kasus orang-orang tidak berdaya (miskin) yang diperkarakan dan diadili semacam itu terus terjadi dan semakin banyak.
Warning of a dying democracy
Sumber: www.thejakartapost.com | Tgl terbit: Selasa, 14 Oktober 2014
At least 11 out of 15 civil society organizations (CSOs) invited to the 2014 Bali Civil Society Forum (BCSF) boycotted the side event of the Bali Democracy Forum (BDF) last week to express their disappointment over setbacks to democracy in Indonesia that mark the end of President Susilo Bambang Yudhoyono’s term.
Innocents Await Firing Squad, Death Penalty Slammed
Sumber: THEJAKARTAGLOBE.COM | Tgl terbit: Sabtu, 15 Juni 2013
The recent news that two men sentenced to death in Sulawesi in 2006 are innocent is deeply troubling. Ruben Pata Sambo, 72, and his son, Markus Pata Sambo, were sentenced to death by the Makale District Court in Tana Toraja, South Sulawesi for the death of four people.
ASEAN bent on shrouding Myanmar's rights abuses
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Sabtu, 23 Maret 2013
On March 11, an interactive dialogue took place at the UN Human Rights Council in Geneva, presenting the UN Special Rapporteur on the situation of human rights in Myanmar, Tomás Ojea Quintana. Unsurprisingly, the member states of ASEAN continued to turn a blind eye to the grave concerns regarding human rights on the ground, citing the narrative of Myanmar's new progress.
A Call to Abolish the Death Penalty in 2013
Sumber: THEJAKARTAGLOBE.COM | Tgl terbit: Minggu, 27 Januari 2013
This week we learned that Lindsay Sandiford, a British citizen, was sentenced to death for drug trafficking charges by a Bali court.
JEBAKAN ORMAS VERSI NEGARA
Sumber: VHRMEDIA.COM | Tgl terbit: Senin, 01 Oktober 2012
UU 8/1985 tentang Ormas menuai pro dan kontra sejak disahkan. Memperkuat kooptasi rezim Orde Baru atas aktivitas masyarakat sipil. Kini DPR dan pemerintah menempatkan amandemen UU Ormas sebagai prioritas Program Legislasi Nasional.
Potential hazards of the National Security Bill
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Selasa, 28 Februari 2012
On Feb. 20, retired police officers, including former police chiefs, met at the Grand Hyatt Hotel, Jakarta, to show their rejection of the National Security Bill
Menimbang RUU Intelijen Negara
Sumber: KOMPAS.CETAK.COM | Tgl terbit: Rabu, 30 Maret 2011
Pemerintah mengusulkan agar Badan Intelijen Negara diberi wewenang menyadap dan menangkap seseorang atau badan hukum. Kewenangan yang dipercaya dapat membuat intelijen bekerja efektif itu disampaikan saat dimulai pembahasan RUU Intelijen Negara yang diajukan DPR kepada Presiden pada 23 Desember 2010.
Celebrating Indonesian Human Rights Defenders --In celebrating the International Human Rights Day,
Sumber: http://ukinindonesia.fco.gov.uk/en/news/?view=News | Tgl terbit: Kamis, 09 Desember 2010
The issue of celebrating human rights defenders (HRD) is central to the global human rights discourse. HRD advocate on human rights issues and cases around the world and many of them face threat and risks doing the work. In 1999 the United Nations agreed the â??Declaration on the Right and Responsibility of Individuals, Groups and Organs of Society to Promote and Protect Universally Recognized Human Rights and Fundamental Freedomsâ?? (UN Declaration on Human Rights Defenders) which describes the rights, frameworks and scope of works which might be undertaken by HRDs in doing their advocacy and also including the responsibilities of states to secure those rights
Semangat Zaman Asmara Nababan
Sumber: cetak.kompas.com | Tgl terbit: Selasa, 02 November 2010
Di tengah khidmat peringatan Hari Sumpah Pemuda 2010 yang diselenggarakan Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika, dari Guangzhou, Republik Rakyat China, terdengar kabar Asmara Nababan wafat. Rasa kehilangan segera menghampiri kerabat dekat aktivis dan 400-an orang dari 33 provinsi yang hadir. Sedih, sepi dalam takdir.
Canberra's politics and impact on human rights
Sumber: http://www.thejakartapost.com/news/2010/11/02/canb | Tgl terbit: Selasa, 02 November 2010
Australian Prime Minister Julia Gillard is on a two-day visit to Indonesia at the invitation of President Susilo Bambang Yudhoyono and will hold talks on bilateral cooperation on economic, security, development and environmental issues.
Polisi dan Kekerasan (Refleksi Hari Bhayangkara 1 Juli 2010)
Sumber: http://serambinews.com/news/view/33935/polisi-dan- | Tgl terbit: Kamis, 01 Juli 2010
MESKIPUN polisi berprestasi dalam mengungkap persoalan terorisme dan kriminalitas bersenjata api di Aceh, namun hal tersebut tidak serta merta mendongkrak citra polisi di tengah masyarakat. Kesan keras dan brutal lebih tampak menonjol dalam menggambarkan pekerjaan polisi.
Problems rife in Indonesia's police
Sumber: UPIASIA.COM | Tgl terbit: Selasa, 02 Maret 2010
Jakarta, Indonesia â?? The successes of Indonesia's police were the highlight of public interest over the past year. The police were credited with stripping terrorist groups of their powers and hunting down key terrorists, including the country's most wanted terrorist, Noordin M. Top, the alleged mastermind behind terrorist actions in Indonesia in the past nine years.
2010 Outlook: Critical year for human rights
Sumber: http://www.thejakartapost.com/news/2009/12/21/2010 | Tgl terbit: Senin, 21 Desember 2009
In order to understand the prospect of human rights promotion and protection next year, we must take into account two strategic dimensions in the SBY-Boediono administration.
The year of human rights paradox for Indonesia
Sumber: http://www.thejakartapost.com/news/2009/12/21/the- | Tgl terbit: Senin, 21 Desember 2009
Final days of each year are always the best opportunity to reflect on what happened during the year in order to predict or project the future.
RI-EU PCA: Taking rights seriously
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Selasa, 01 Desember 2009
Indonesia and the European Community (EC) recently signed a Framework Agreement on Comprehensive Partnership and Cooperation (PCA). The PCA covers many issues, ranging from trade and investment, to the environment and natural resources; from combating terrorism and transnational crimes, to proliferation of weapons of mass destruction. The PCA also includes issues related to human rights.
Indonesia must resolve cases of disappeared activists
Sumber: upiasia.com | Tgl terbit: Senin, 23 November 2009
Jakarta, Indonesia â?? The Indonesian House of Representatives has recommended to President Susilo Bambang Yudhoyono that he establish an ad hoc human rights court to deal with the unresolved cases of abduction and disappearance of student activists in 1997 and 1998, but it seems no progress has been made.
The attempts to boost military territorial function
Sumber: thejakartapost.com | Tgl terbit: Sabtu, 21 November 2009
The newly sworn in Army Chief Lt. Gen. George Toisutta said that the Indonesian Military (TNI) is to set up two new military commands in West Kalimantan and West Papua provinces in an apparent bid to revitalize its much-criticized territorial function.
Challenges of the ASEAN rights commission
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Sabtu, 24 Oktober 2009
ASEAN foreign ministers approved the ASEAN Inter-Governmental Human Rights Commission (AICHR) in July and are expected to inaugurate the Commission on Thursday during the ASEAN summit in Thailand. The acceptance of the AICHR gives two indicators of the current global human rights trend. First, it gives ASEAN an opportunity, as a regional organization, to promote and protect human rights in Southeast Asia.
Protecting human rights defenders in Indonesia
Sumber: UPIASIA.COM | Tgl terbit: Jumat, 23 Oktober 2009
Jakarta, Indonesia â?? Human rights defenders in Indonesia are increasingly being reported to the police, accused of lies, defamation and criminal acts. This is of high concern, as it is occurring while the government is promoting reforms, the spirit of democracy and respect for human rights.
Mr. President, no more business as usual, please!
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Rabu, 21 Oktober 2009
President Susilo Bambang Yudhoyono, may I sincerely congratulate you on your re-election. My fellow countrymen and women have put their trust in you as the elected President for the upcoming five years.
East Timor: A long way from international justice
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Rabu, 30 September 2009
Mentioning Timor Leste not only brings to mind a state that was once Indonesiaâ??s 27th province, but also a place where gross human rights violations took place before, during and after its UN-sponsored August 1999 referendum.
The Munir history test: Unfinished business of justice
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Senin, 07 September 2009
In October 1999, the International Commission of Jurists (ICJ) published a report, Ruler's Law, that described how Indonesia's first two presidents - Sukarno and Soeharto - created an environment in which the country's constitutional and legal norms were "allied closely with the authority of the Presidency and the authoritarian character of the prevailing political order".
Moving toward a human rights-friendly police force
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Rabu, 01 Juli 2009
This year, on the verge of the 63rd annual National Police Day (Hari Bhayangkara), the police have just presented the Indonesian people with a fine gift: National Police chief Gen. Bambang Hendarso Danuri just passed a decree on the Implementation of Human Rights Principles and Standards in the Discharge of Duties of the Police.
Akhir Hak Asasi Manusia
Sumber: KORANTEMPO.COM | Tgl terbit: Kamis, 30 April 2009
Hawa politik nasional terkini semakin panas. Ketegangan partai pasca-hitungan sementara (quick count) pemilihan legislatif mulai mencerminkan keedanan elite dalam pertarungan kekuasaan. Dari mulai elite sipil hingga mantan jenderal. Tokoh (Megawati) dan partai (PDI Perjuangan) yang sempat menjadi korban represi dan simbol oposisi Soeharto, kini berkolaborasi dengan mantan jenderal Prabowo (Gerindra) dan Wiranto (Hanura), yang dulu menopang kekuasaan Orde Baru. Ajaibnya lagi, kubu dua jenderal berseberangan dan sempat saling mendiskreditkan ini malah bergandengan tangan. Ada apa?
Human rights in 2009: Year of forced choice
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Selasa, 23 Desember 2008
2009 will be the year of politics -- electoral politics to be precise. Thus, when one attempts to speculate on the human rights situation next year, the result will probably take a very political slant. Human rights will be positioned against the backdrop of a turbulent political struggle for legislative and executive power, the result of which will determine the future direction of the protection of human rights.
Kasus Orang Hilang : Nasibmu Kini?
Sumber: www.prakarsa-rakyat.org | Tgl terbit: Rabu, 03 September 2008
Waktu 20 tahun merupakan waktu penantian yang cukup panjang bagi keluarga korban penculikan aktivis 1998. Belum lagi terhadap beberapa keluarga korban penculikan yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Mungkin, sebagian dari mereka telah menutup masa lalunya, karena tidak ingin hal tersebut terulang kembali dan bahkan mungkin dari mereka telah lelah dalam menyuarakan ketidakadilan yang terjadi di negeri ini kepada mereka.
Building Future Friendship Without Past Violence
Sumber: THE JAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Sabtu, 19 Juli 2008
On July 15, Indonesia and Timor Leste officially accepted a report produced by the joint Commission for Truth and Friendship (CTF). The report concludes crimes against humanity took place, with militia groups, the military, the police and the civilian government bearing institutional responsibility.
A Test Against Poisonous Politics
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Kamis, 19 Juni 2008
During the Munir murder trial of Garuda Indonesia pilot Pollycarpus Budihari Priyanto, demonstrators in masks held up signs saying "we don't want a scapegoat, we want the masterminds." With the arrest of the former senior intelligence official Muchdi Purwopranjono, their hopes are one step closer to being fulfilled.
Indonesia's long-and-windy road to shortcut military impunity
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Senin, 28 April 2008
Indonesia has gone through a transitional period over the last 10 years, which has seen improvements in democratization and legal institutional reform, including the elimination of parliament seats granted to the military.
From Canberra to Jakarta: Reforming the military
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Selasa, 01 April 2008
The three-day visit of Defense Minister Juwono Sudarsono to Sydney to attend the East Asian ministerial dialogue forum, "The Way Forward on Asian Economic and Political Security", on March 26-28, 2008, is echoing regional response to security threats in the Strait of Malacca.
Arus Dunia Hukuman Mati
Sumber: REPUBLIKA.CO.ID | Tgl terbit: Rabu, 19 Maret 2008
Mahkamah Agung (MA) mengubah vonis hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup bagi tiga warga negara Australia terpidana kasus narkotika. Terhadap putusan ini, seorang wartawan bertanya terkait ada tidaknya unsur intervensi Pemerintah Australia?
ASEAN must enforce charter for Myanmar
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Sabtu, 15 Maret 2008
We support the United Nations' initiatives to improve the current situation in Burma (Myanmar) with regard to human rights issues. However, the UN's special envoy to Burma Ibrahim Gambari has not achieved maximum results.
The Lombok Treaty problem
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Rabu, 27 Februari 2008
The recent visit of Indonesian Foreign Minister Hassan Wirajuda to Australia on Feb. 7 aimed to re-enforce the framework for security cooperation between Australia and Indonesia, known as the Lombok Treaty. A draft of this agreement was signed on Nov. 13, 2006, in Mataram by both governments, and the parliaments of both countries have approved the treaty.
Indonesia can push for major reform in Myanmar
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Kamis, 10 Januari 2008
Peaceful marches and protests airing differing viewpoints are a foundation of any democratic society and the Myanmar government's violent response to peaceful demonstrations in Yangon violate the rights of its people by any international standard.
Gampoeng dan Perpolisian Masyarakat
Sumber: SERAMBINEWS.COM | Tgl terbit: Sabtu, 01 Desember 2007
Negara yang melaksanakan prinsip demokrasi, polisi tidak bisa berperilaku militeristik, tetapi harus bertindak sebagai pelayan dan pelindung (to serve and to protect) bagi masyarakat. Karena kepolisian sejatinya dibutuhkan untuk menjamin terwujudnya ketertiban, keamanan sekaligus kenyamanan hidup rakyat. Karenanya, pihak kepolisian ketika merespon tindak kejahatan, tentu tidak melulu harus menggunakan cara-cara lama yang represif.
Indonesia can push for major reform in Myanmar
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Senin, 01 Oktober 2007
Peaceful marches and protests airing differing viewpoints are a foundation of any democratic society and the Myanmar government's violent response to peaceful demonstrations in Yangon violate the rights of its people by any international standard.
Mempertanyakan Tanggung Jawab Negara dalam Perlindungan Integritas Personal Warga Negaranya
Sumber: Buletin ALIANSI Edisi juni-juli 2007 | Tgl terbit: Rabu, 04 Juli 2007
Pada 1 Juli 2007, kepolisian RI baru saja merayakan hari jadinya ke-61 tahun. Di tengah upayanya untuk memperbaiki citra dan mereformasi diri, tampaknya kenyataan itu masih jauh dari harapan. Sebagai aparat penegak hukum, kepolisian masih menerapkan kekerasan yang konvensional, berupa penyiksaan serta tindakan merendahkan martabat manusia lainnya dalam menjalankan tugasnya. Dalam monitoring KontraS, selama kurun waktu Juni 2005-Juni 2006 sebanyak 25 kali peristiwa penyiksaan dilakukan oleh aparat kepolisian
PENGHILANGAN ORANG SECARA PAKSA
Sumber: | Tgl terbit: Selasa, 08 Mei 2007
Tulisan ini akan memaparkan pandangan KontraS terhadap isu â??enforced disappearanceâ? atau â??penghilangan paksaâ? yang merujuk pada konvensi tentang Perlindungan Setiap Orang dari Penghilangan Paksa yang baru-baru ini disahkan oleh PBB tanggal 06 Februari di Paris Perancis. Setelah uraian latar belakang atau pengantar pada bagian pertama, bagian kedua tulisan ini akan terlebih dahulu menguraikan bagaimana fenome na orang hilang menjadi isu dunia, dilanjutkan dengan
SELAMAT DATANG KONVENSI ORANG HILANG!
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Kamis, 25 Januari 2007
Di tengah keengganan Jaksa Agung melanjutkan hasil penyelidikan Komnas HAM atas kasus penghilangan paksa aktivis prodemokrasi 1997- 1998, PBB membawa kabar gembira.
BUSH DAN PROBLEM GLOBAL HAM
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 14 November 2006
Dalam waktu dekat, Presiden AS George Walker Bush berkunjung ke Indonesia. Seperti di banyak negara, rencana kunjungan ini memicu protes. Adakah misi rahasia di balik kunjungan itu? Yang menjadi soal bukan hanya teknis pengamanan yang dinilai berlebihan, tetapi pada masalah substansial. Dunia, termasuk publik AS, hingga kini terus menyoroti dampak kebijakan luar negeri pemerintahan Bush.
KONVENSI ORANG HILANG: Alat Baru Perjuangan Bersama Melawan Penghilangan Paksa
Sumber: | Tgl terbit: Rabu, 20 September 2006
Pada April 2000, Tuti Koto, ibu dari Yani Afri (berusia 27 tahun saat hilang), menerima penghargaan dari Ibu Negara Sinta Nuriyah, istri Presiden RI KH Abdurrahman Wahid. Tuti Koto dinilai telah memperjuangkan anaknya yang hilang dengan penuh keberanian dan pengorbanan. Mungkin inilah salah satu bentuk perhatian kalangan Pemerintah RI terhadap kasus orang hilang pada masa itu
DILEMA INDONESIA DI DEWAN HAM
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 20 Juni 2006
Untuk pertama kalinya Dewan HAM PBB bersidang di Geneva, 19-31 Juni 2006. Banyak kalangan meyakini, pembentukan Dewan HAM adalah tonggak penting dalam membangun prospek yang lebih baik bagi penegakan HAM di dunia.
Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi;Alternatif Penyelesaian Kejahatan HAM Masa Lalu?
Sumber: ACEHKITA.COM | Tgl terbit: Senin, 01 Agustus 2005
"Memastikan pengungkapan kebenaran merupakan jaminan keadilan akan ditegakkan, tapi kebenaran sendiri tidak bisa menggantikan keadilan" - Suara para korban di Chile dalam merespon laporan KKR Chile
Justice for victims should include right to reparation
Sumber: THEJAKARTAPOST.COM | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Amid the fanfare and bustle of this year's general elections, the trial of the gross human right violations in 1984's Tanjung Priok incident has gone almost unnoticed by the public. While the elections seem to promise a brighter future, the trial is a reminder of a dark past that few will remember with fondness.

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org