Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
PENCARIAN DETAIL
Keyword:
Kanal:
Kasus :
Isu :
hak :
Aktor Pelaku :
Wilayah :
Periode: -


BERITA
Menampilkan 55 Hasil Pencarian
1 All

Kontras: Tim Investigasi Munir Kurang Sempurna
Sumber: Kompas | Tgl terbit: Jumat, 24 Desember 2004

Koordinator Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), Usman Hamid, menilai tim pencari fakta kasus Munir yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih kurang sempurna. Kewenangan tim masih sangat terbatas untuk mampu menembus halangan-halangan politik yang diperkirakan berada di balik kematian aktivis HAM tersebut.

Teror, Perkuat Kematian Munir tak Wajar
Sumber: LAMPUNGPOST.COM | Tgl terbit: Senin, 22 November 2004
JAKARTA (Lampost): Adanya ancaman teror yang diterima keluarga mendiang Munir memperkuat dugaan kematian mantan Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) tersebut bukan kematian alami.
Kontras-Polri Ambil Otopsi Munir di Belanda
Sumber: Kompas | Tgl terbit: Rabu, 17 November 2004

Jakarta, Kompas - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Usman Hamid mewakili Suciwati, istri almarhum Munir, berangkat ke Belanda, Rabu (17/11). Usman bersama empat petugas kepolisian dari Bagian Reskrim Mabes Polri, dokter forensik Budi Sampurna, dan ahli toksikologi dari Universitas Indonesia akan mengambil hasil otopsi Pemerintah Belanda terhadap jenazah aktivis HAM, Munir.

Sejumlah LSM Desak Pemerintah Menghentikan Penggusuran
Sumber: Media Indonesia | Tgl terbit: Sabtu, 30 Oktober 2004

JAKARTA--MIOL: Lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal dan internasional mendesak pemerintah, khususnya Presiden SB Yudhoyono dan Kementerian Perumahan untuk menghentikan penggusuran di kota dan penghancuran perumahan di daerah konflik.

Kontras: Jaksa Agung Harus Peka pada HAM
Sumber: Republika | Tgl terbit: Rabu, 13 Oktober 2004

JAKARTA -- Figur jaksa agung mendatang adalah figur yang mempunyai kepekaan terhadap Hak Asasi Manusia. Hal ini dikemukakan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS) Usman Hamid, kepada pers, kemarin (12/10).

KONTRAS TEMPELKAN 45.000 POSTER KORBAN PENCULIKAN
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Kamis, 30 September 2004

Untuk mengungkap nasib 13 korban penculikan yang sampai saat ini belum kembali, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menempelkan 45.000 lembar poster yang berisi foto korban penculikan di seluruh Jakarta.

Munir, Jusuf, dan Bom Kuningan
Sumber: Republika | Tgl terbit: Selasa, 14 September 2004

Pekan kedua September 2004, kita dikejutkan oleh tiga berita duka. Pertama, wafatnya Cak Munir (38 tahun) pada 7 September, menjelang mendarat di Amsterdam dalam perjalanan studi lanjutnya; kedua, wafatnya Jenderal Andi Muhammad Jusuf pada 8 September dalam usia 76 tahun; ketiga, meledaknya bom di depan Kedutaan Besar Australia, dilakukan oleh manusia biadab dan putus asa, dengan membunuh dan melukai mereka yang tak berdosa dalam jumlah besar. Saya pada hari bom itu meledak (9 September) telah mengeluarkan pernyataan keras, meminta kepada aparat keamanan untuk segera memburu pelaku atau perencana perbuatan teror yang masih hidup, kemudian dibawa ke depan pengadilan untuk dijatuhi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya yang sudah sangat-sangat di luar batas itu.

Jenazah Munir Akan Tiba Sabtu
Sumber: Detikcom | Tgl terbit: Jumat, 10 September 2004
Didampingi istri tercinta dan kawan-kawan, jenazah pejuang HAM, Munir, akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (11/9/2004) jam 16.40 WIB.
Pejuang HAM Munir Meninggal Dunia di Pesawat
Sumber: LAMPUNGPOST.COM | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
JAKARTA (Lampost): Direktur Eksekutif Imparsial (LSM di bidang HAM) Munir meninggal dunia dalam pesawat menuju Amsterdam, Belanda, Selasa (7-9). Pejuang HAM dan pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) ini meninggal sekitar dua jam sebelum pesawat mendarat di Bandara Schipol, Amsterdam, pada pukul 8.10 waktu setempat atau 13.10 WIB.
HUKUM-KRIMINAL Penyebab Kematian Munir Harus Ditemukan
Sumber: Media Indonesia | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004

PONTIANAK--MIOL: Di luar faktor takdir, kepolisian Indonesia harus memeriksa dan menemukan penyebab kematian Munir, salah seorang tokoh pejuang reformasi dan hak asasi manusia (HAM) negeri ini.

Keluarga Minta Jenazah Munir Dimakamkan di Batu
Sumber: Media Indonesia | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004

BATU--MIOL: Keluarga besar Direktur Eksekutif Imparsial Munir, 39, di Malang menginginkan agar jenazah mantan Koordinator Kontras yang meninggal dalam perjalanan Indonesia-Amsterdam itu dibawa pulang dan dimakamkan di tanah kelahirannya Batu, Malang, Jawa Timur.

PPI Belanda Berduka Kehilangan Munir
Sumber: Detikcom | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda sangat berduka cita atas meninggalnya Munir. PPI juga terkejut tidak ada pihak KBRI yang menunggu proses otopsi.
Imparsial: Stop Spekulasi Meninggalnya Munir
Sumber: Detikcom | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Direktur Eksekutif Imparsial Rahlan Nashidik meminta masyarakat menunggu hasil otopsi dan tidak berspekulasi tentang meninggalnya Munir. Hasil otopsi akan diketahui Jumat (10/9/2004).
Jenazah Munir Diberangkatkan Jumat
Sumber: Kompas | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda mengatakan, kemungkinan jenazah aktivis hask asasi manusia (HAM) Munir, diberangkatkan dari Amsterdam, Belanda, ke Indonesia, Jumat (10/9).
Ribuan Orang Melayat di Rumah Munir di Bekasi
Sumber: Kompas | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Rumah duka keluarga almarhum Munir (39) di Perumahan Jaka Permai, Jalan Cendana XII nomor: 12, Bekasi, Selasa (7/9), hingga sekitar pukul 20.30 dibanjiri ribuan pelayat dari berbagai kalangan.
Keluarga Minta Jenazah Munir Dimakamkan di Batu
Sumber: Kompas | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Keluarga besar Direktur Eksekutif Imparsial Munir di Malang, Jawa menginginkan agar jenazah mantan Koordinator Kontras yang meninggal dalam perjalanan Indonesia-Amsterdam itu dibawa pulang dan dimakamkan ke tanah kelahirannya di Batu.
Munir, Pejuang HAM yang Diakui Dunia
Sumber: Kompas | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Meski usianya belum genap 40 tahun, namun aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir, telah diakui dunia atas pengabdiannya di bidang kemanusiaan.
Atas pengabdiannya dibidang kemanusiaan itu, Oktober 1999 ia dinobatkan majalah Asiaweek sebagai salah satu 20 pemimpin politik muda Asia pada milenium baru. Tahun 1998, Munir menerima penghargaan Yap Thiam Hien.
Mahasiswa Semarang Gelar Tanda Tangan Duka untuk Munir
Sumber: Detikcom | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Kematian aktivis HAM Munir diperingati juga di Semarang. Sekelompok mahasiswa Hukum Undip yang menamakan diri "Kelompok Bawah Atap" (KBA) menggelar tanda tangan massal sebagai ungkapan duka cita.
Deplu Belum Bisa Pastikan Kedatangan Jenazah Munir
Sumber: Detikcom | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Departemen Luar Negeri (Deplu) masih belum tahu kapan jenazah Munir tiba di tanah air. Namun Deplu menjamin, pemulangan jenazah Munir tidak akan bertele-tele.
Mega: Saya Sedih Kehilangan Pejuang HAM Munir
Sumber: Detikcom | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Presiden Mega mengaku terkejut dan sedih dengan wafatnya Munir. Dia mengenang Munir sebagai pejuang demokrasi dan HAM yang tidak kenal lelah.
Gus Dur: Di Antara Para Pejuang HAM, Munir Paling Sederhana
Sumber: Detikcom | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ikut berduka cita atas meninggalnya tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) Munir. Gus Dur menilai, almarhum Munir adalah orang yang paling sederhana dan tidak tergoda kemewahan.
ANP Beri Perhatian Munir
Sumber: Detikcom | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Algemene Nederlands Persbureau (ANP) ikut memberi perhatian atas meninggalnya Munir. Otoritas Schiphol tidak menangani pemeriksaan jenazahnya.
Universitas Utrecht Berduka atas Kematian Munir
Sumber: Detikcom | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Universitas Utrecht (UU) menyatakan berduka cita yang mendalam atas kematian Munir. UU saat ini sedang menempuh langkah-langkah yang diperlukan menyusul kematian calon mahasiswanya itu.
Biografi Munir: Musuh Pelanggar HAM Telah Tiada
Sumber: Detikcom | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Siapa tak tahu Munir? Sulit dibantah sangat sedikit sekali orang yang tidak tahu siapa pria berambut bule itu. Namanya identik dengan perjuangan hak asasi manusia (HAM), isu sensitif di era modern ini.
SBY: Munir, Alat Kontrol yang Mencerahkan Pikiran
Sumber: Detikcom | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan ikut berduka cita atas meninggalnya aktivis HAM Munir. Dalam kenangan SBY, Munir adalah orang yang vokal yang kritiknya sering membuat orang meradang.
Berduka Wafatnya Munir, Aktivis Datangi Kantor Imparsial
Sumber: Detikcom | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Puluhan aktivis yang bersedih sedih hati atas wafatnya mantan Direktur Imparsial Munir, mendatangi kantor Imparsial. Mereka merasa kehilangan.
EDITORIAL: Selamat Jalan Munir
Sumber: Media Indonesia | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
MUNIR meninggal dunia dalam perjalanannya menuju Belanda. Aktivis hak asasi manusia (HAM) ini berpulang karena diduga akibat serangan jantung, tiga jam sebelum mendarat di Bandara Schipol, Amsterdam, Belanda, kemarin. Almarhum terbang ke Belanda untuk melanjutkan studi.
Hidupnya Dihabiskan untuk Membela Hak Asasi Manusia
Sumber: Media Indonesia | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
MANUSIA mati meninggalkan nama besar. Pepatah itu menjadi nyata ketika tokoh aktivis perjuangan hak asasi manusia (HAM), Munir, kemarin dipanggil menghadap sang khalik di usia yang belum mencapai 40 tahun.
Korban Ham Tangisi Munir
Sumber: Jawa Pos | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Pejuang hak asasi manusia (HAM) Munir SH, 39, meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Tokoh yang dikenal gigih membela kebenaran sejak Pak Harto masih berkuasa itu mengembuskan napas terakhir di dalam pesawat Garuda Indonesia yang tengah menerbangkannya ke Amsterdam, Belanda.
Berdoalah untuk Munir
Sumber: Republika | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
''Saya akan berangkat malam ini ke Belanda. Kalau ada rezeki, setengah tahun atau satu tahun, sekitar Agustus saya baru pulang. Titip anak dan istriku.''/ Kalimat tersebut adalah pesan terakhir yang dikirim Direktur Imparsial, Munir SH, kepada adik kandungnya dr Jamal melalui SMS. Senin (6/9) lalu, Munir bertolak dari Jakarta menuju Amsterdam lewat Singapura dengan pesawat Garuda nomor penerbangan GA-974. Sekitar tiga jam menjelang pendaratan di Bandara Schipol Amsterdam, dia menghembuskan napas terakhir. Sedianya, Munir hendak melanjutkan studi S2 di Fakultas Hukum Universitas Utrech.
Suciwati dan Usman Hamid Menyusul ke Amsterdam
Sumber: Kompas | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Suciwati (istri Munir), Koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Usman Hamid, dan Pungki Indarti (dari Imparsial) hari Rabu (8/9) ini akan terbang ke Amsterdam, Belanda, untuk mengurus dan menjemput jenazah pejuang hak asasi manusia, Munir (39). Belum ada kepastian kapan jenazah Munir dibawa kembali ke Tanah Air.
Perginya Pahlawan Orang Hilang
Sumber: Kompas | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
HARI Senin, 6 September 2004, pukul 21.09.14, telepon genggam Rachland Nashidik, Direktur Program Imparsial, berdering. Sebuah pesan singkat masuk. "Lan, Cok, aku berangkat, titip kantor dan anak istriku." Itulah pesan singkat yang dikirim Munir, Direktur Eksekutif Imparsial, kepada Rachland Nashidik dan Rusdi Marpaung (Ucok), sebelum aktivis HAM ini meninggalkan Jakarta menuju Amsterdam (Belanda) untuk melanjutkan studi.
Tempo Lolos dari Gugatan PPM
Sumber: Republika | Tgl terbit: Kamis, 12 Agustus 2004

JAKARTA -- Majalah mingguan Tempo lolos dari gugatan Pemuda Panca Marga (PPM). Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan tidak dapat menerima gugatan PPM terhadap Tempo yang dituduh melakukan perbuatan melawan hukum dan menghina penggugat melalui beritanya. ...

Mayjen Pranowo Divonis Bebas
Sumber: Republika | Tgl terbit: Rabu, 11 Agustus 2004

JAKARTA -- Para korban Peristiwa Priok yang mengenakan kaus  islah  menyambut putusan dengan tepuk dangan dan toast. Satu jenderal lepas dari jeratan pelanggaran HAM berat peristiwa berdarah Tanjung Priok. Kemarin, majelis hakim Pengadilan Ad Hoc HAM Jakarta Pusat memvonis bebas mantan Komandan Polisi Militer Kodam (POM DAM) Jaya, Mayjen (Purn) Pranowo, atas tuduhan penyiksaan dan perampasan kemerdekaan korban Peristiwa Priok.

Kasus Buyat Jangan Diperdagangkan
4 LSM Gugat Newmont, ESDM

Sumber: Media Indonesia | Tgl terbit: Jumat, 06 Agustus 2004

MANADO (Media): Sejumlah warga Desa Buyat Pantai, Kecamatan Ratatotok, Sulawesi Utara (Sulut), meminta masalah Desa Buyat tidak diperdagangkan. Karena itu, pemerintah harus bersikap arif dan bijaksana dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Sejumlah LSM Ajukan Gugatan ke PT NMR
Sumber: Republika | Tgl terbit: Kamis, 05 Agustus 2004

Jakarta-Rol -- Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) akan mengajukan gugatan  legal standing  kepada PT Newmont Minahasa Raya (PT NMR) yang telah terbukti melakukan sejumlah pelanggaran.

Kasus TPST Bojong Berlanjut
Lima LSM Somasi Pemkab Bogor

Sumber: Republika | Tgl terbit: Minggu, 25 Juli 2004

JAKARTA -- SK Bupat Bogor No 591 itu juga dinilai melanggar hak asasi manusia (HAM) warga sekitar TPST. Lima LSM, yakni Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta, LBH Jakarta, Perhimpunan Bantuan Hukum dan hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI), Kontras, dan Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Lingkungan (FKMPL) Bogor, berniat mensomasi Pemkab Bogor menyangkut keberadaan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bojong, Kabupaten Bogor.

Sutrisno Mascung Dituntut 10 Tahun Penjara
Sumber: Republika | Tgl terbit: Sabtu, 10 Juli 2004

JAKARTA -- Kasus Tanjung Priok mulai memasuki babak penuntutan. Setelah Danjen Kopassus Mayjen Sriyanto dituntut 10 tahun, kali ini Sutrisno Mascung dan kawan-kawan yang tergabung dalam regu Artileri Pertahanan Udara Sedang (Arhanudse) ketika kasus ini terjadi, juga dituntut 10 tahun.

Korban Tandjungpriok Tuntut Kompensasi Rp 20 Miliar
Sumber: Media Indonesia | Tgl terbit: Jumat, 18 Juni 2004

JAKARTA--MIOL: Korban peristiwa Tanjungpriok didampingi Koordinator Badan Pekerja Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Usman Hamid, menuntut kompensasi sebesar Rp20 miliar kepada para terdakwa peristiwa tersebut.

Insiden Makassar, Aliansi LSM Desak Kapolri Mundur
Sumber: detikcom | Tgl terbit: Senin, 03 Mei 2004
Aliansi lembaga swadaya masyarakat (LSM) mendesak Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban atas terjadi insiden kekerasan oleh aparat kepolisian terhadap mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Kontras Tuntut Wiranto & SBY Jelaskan Berbagai Kasus HAM
Sumber: Detikcom | Tgl terbit: Rabu, 21 April 2004
Wiranto dan Susilo Bambang Yudhoyono akan maju ke pemilihan presiden mendatang. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) pun meminta kedua jenderal TNI purnawirawan ini menjelaskan posisinya dalam berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia yang diduga melibatkan keduanya.
Dinilai Rugikan Masyarakat, Lima Ornop Layangkan Somasi untuk PT Newmont
Sumber: Media Indonesia | Tgl terbit: Kamis, 08 April 2004

JAKARTA (Media): Lima organisasi nonpemerintah (ornop) melayangkan somasi kepada PT Newmont Minahasa Raya (NMR) yang akan melakukan penutupan operasi tambang (mineclosure) di Sulawesi Utara pada Juni 2004. Perusahaan itu dianggap tidak melakukan serangkaian tindakan rehabilitasi lingkungan akibat pembukaan tambang tersebut.

61 Politisi Busuk Dipublikasikan
Sumber: Republika | Tgl terbit: Senin, 15 Maret 2004

JAKARTA -- Lembaga ini siap untuk digugat balik. Gerakan Nasional Tidak Pilih Politisi Busuk (GN-TPPB) benar-benar meluncurkan nama-nama calon anggota legislatif (caleg) yang mereka kategorikan sebagai politisi busuk. Lewat koran-koranan bernama Sosok, GN-TPPB meluncurkan 61 nama. Aliansi 142 lembaga itu siap digugat balik.

Daftar politisi busuk Indonesia dikeluarkan
Sumber: BBC Indonesian.com | Tgl terbit: Senin, 15 Maret 2004
Masih ditunggu reaksi pemilih atas daftar politisi busuk
Sebagian politisi Indonesia yang namanya tercantum dalam 'daftar politikus busuk' yang disebarkan pada hari ini, menyatakan, akan menggugat pihak-pihak yang menyebarkan daftar tersebut.
Kasus Trisakti dan Semanggi Mandek
Aktivis 1998: Kejagung dan DPR Tidak Bera

Sumber: Kompas | Tgl terbit: Senin, 08 Maret 2004
Mandeknya pengungkapan kasus Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II dengan pernyataan Kejaksaan Agung bahwa kasus ini bukan pelanggaran hak asasi manusia berat, menunjukkan ketidakberanian politisi sipil, terutama mereka yang duduk di DPR, dan Kejaksaan Agung untuk menyeret para jenderal yang terlibat dalam kasus ini.
Komnas HAM Akan Ajukan Uji Materi UU Diskriminatif
Sumber: Kompas | Tgl terbit: Jumat, 27 Februari 2004
Menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan larangan eks PKI menjadi calon anggota legislatif, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berencana mengajukan uji materi (judicial review) terhadap seluruh peraturan perundangan yang diskriminatif dan bertentangan dengan UUD 1945.
Lima Aktivis HAM dan Mahasiswa Ditahan di Aceh
Sumber: Republika | Tgl terbit: Rabu, 25 Februari 2004

JAKARTA -- Kelima aktivis itu ditangkap tanpa melalui prosedur. lima orang aktivis kemanusiaan di Provisi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), ditahan aparat keamanan, saat melakukan aktivitas mereka. Kelima aktivis tersebut menghilang sejak 16 Februari 2004 lalu.

Enam Aktivis Aceh Ditangkap Aparat Keamanan
Sumber: Kompas | Tgl terbit: Selasa, 24 Februari 2004
Enam orang aktivis Aceh ditangkap aparat keamanan di kawasan Aceh Tengah. Satu orang sudah dibebaskan sementara lima lainnya sampai hari ini, Selasa (24/2), tidak diketahui kabar mereka. Tak diketahui pula alasan penangkapan mereka.
Aliansi LSM Desak Penuntasan Kasus Pelanggaran HAM Talangsari
Sumber: detikcom | Tgl terbit: Senin, 09 Februari 2004
Kalangan aktivis lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Kontras, Elsam, PBHI, dan Ikatan Keluarga Orang Hilang (Ikohi) kembali mendesak pemerintah, DPR, dan Komnas HAM untuk mengungkap kejahatan terhadap kemanusian yang terjadi di Talangsari, Lampung, pada Februari 1989.
Massa Datangi Kontras dan PBHI
Sumber: Tempo Interaktif | Tgl terbit: Jumat, 06 Februari 2004
Sekitar 60 orang yang menggunakan tiga Metro Mini 79 mendatangi Kontras, Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI), dan Imparsial
Kontras Peringatkan Politisi Berdarah
Sumber: Republika | Tgl terbit: Rabu, 07 Januari 2004

JAKARTA -- Figur jaksa agung mendatang adalah figur yang mempunyai kepekaan terhadap Hak Asasi Manusia. Hal ini dikemukakan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS) Usman Hamid, kepada pers, kemarin (12/10).

Untuk Pembebasan Sandera GAM
Tim Negosiasi Pusat Bertolak ke Aceh Hari Ini

Sumber: Kompas | Tgl terbit: Selasa, 06 Januari 2004
Untuk mengupayakan pembebasan juru kamera RCTI Fery Santoro dan sandera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) lain, tim negosiasi pemerintah bertolak ke Aceh, Selasa (6/1).
Tergerak Desak Polri Usut Penyerbuan Aksi Damai Larantuka
Sumber: detikcom | Tgl terbit: Selasa, 06 Januari 2004
Tim Solidaritas untuk Gerakan Rakyat Larantuka (Tergerak) mendesak Polri melakukan pengusutan atas insiden penyerbuan dan pembubaran aksi damai di Waibalun Larantuka Nusa Tenggara Timur.
Koalisi Anti Kekerasan Sambut Rencana Pembebasan Ferry S
Sumber: detikcom | Tgl terbit: Selasa, 06 Januari 2004
Koalisi Anti Kekerasan terhadap Wartawan menyambut baik TNI dan GAM yang telah bersedia membuka akses dan fasilitas dalam rangka pembebasan kamerawan RCTI Ferry Santoro dan masyarakat sipil lainnya yang disandera GAM.
Munir Mati di Garuda Harus Jadi Indikator UE Menilai Maskapai
Sumber: DETIK.COM | Tgl terbit: Kamis, 01 Januari 2004

Jakarta - Aktivis HAM Munir meninggal dalam pesawat Garuda. Sejumlah LSM mendesak Uni Eropa menjadikan kasus itu sebagai salah satu indikator menilai aspek keselamatan penerbangan Indonesia.


Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org