Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
PENCARIAN DETAIL
Keyword:
Kanal:
Kasus :
Isu :
hak :
Aktor Pelaku :
Wilayah :
Periode: -


BERITA
Menampilkan 65 Hasil Pencarian
1 2 3 4 5 All

MUNIR, "TOKOH 1998" VERSI "UMMAT"
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 29 Desember 1998
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) Munir-tokoh yang mengungkap kasus penculikan sejumlah aktivis-dinobatkan sebagai "Tokoh 1998" versi Majalah Ummat. Munir berada di peringkat teratas di antara sejumlah nominator kuat lainnya
Laporan Akhir Tahun Bidang Hukum :MUNDURNYA PENGHORMATAN HAM
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Kamis, 24 Desember 1998
IBARAT banjir bandang! Itulah gambaran pengingkaran nilai hak asasi manusia (HAM) di Indonesia sepanjang tahun 1998. Jika pada tahun sebelumnya pelanggaran HAM ibarat air sungai yang mengalir terpola karena aliran sungai itu diatur sedemikian rupa dengan beberapa bendungan, di pertengahan tahun 1998 "bendungan" itu hancur dengan lengser-nya Soeharto dari kursi kepresidenan, 21 Mei 1998.
DAKWAAN ODITUR KECEWAKAN KORBAN PENCULIKAN
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Kamis, 24 Desember 1998
Dakwaan Oditur Militer Tinggi dalam kasus penculikan aktivis, disambut kekecewaan para korban penculikan dan tim pengacara mereka. Dakwaan oditur itu dianggap kurang lengkap dan prematur karena dakwaan sama sekali tidak mempersoalkan perlakuan yang dilakukan terdakwa terhadap korban selama dalam penyekapan.
PENCULIKAN UNTUK PERTAHANKAN "STATUS QUO"
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Rabu, 23 Desember 1998
Berdasarkan hasil rekonstruksi tampak jelas bahwa kasus penculikan aktivis berhubungan dengan upaya mempertahankan status quo. Atas dasar itu, pertanggungjawaban kasus itu tidak dapat secara parsial diletakkan di atas pundak Letjen (Purn) Prabowo Subianto (mantan Komandan Jenderal Kopassus)
Tanggapan Soal Sidang Penculikan : HARUS BISA UNGKAP KORBAN YANG MASIH HILANG
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 22 Desember 1998
Sidang terhadap para terdakwa pelaku penculikan yang akan digelar Rabu (23/12) di Mahkamah Militer II-08 Jakarta, harus dapat menjelaskan dan mengungkapkan nasib korban penculikan yang belum kembali, struktur komando perintah penculikan, dan tingkat keterlibatan institusi aparat.
FAJAR BARU GERAKAN KAUM IBU
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Minggu, 20 Desember 1998
GERAKAN kaum ibu kian marak, menyuarakan berbagai himpitan mulai dari krisis ekonomi hingga kegalauan akibat hilangnya anak-anak mereka, para aktivis yang diculik. Mereka juga membantu "perjuangan" mahasiswa lewat dapur umum. Seluruh gerakan ini merupakan fenomena menarik dalam gerakan perempuan selama ini. Menyambut Hari Ibu 22 Desember mendatang
SEMBILAN ORNOP TOLAK RATIH
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 19 Desember 1998
Sembilan organisasi nonpemerintah (ornop) menyatakan menolak pembentukan rakyat terlatih (ratih). Pembentukan ratih bertentangan dengan Undang-undang No 20/82 tentang Ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara. Kewenangan yang bakal diberikan kepada ratih juga bertentangan dengan KUHAP. Dari segi pertanggungjawaban pun, konsep ratih yang diajukan ABRI tidak jelas.
KELUARGA POLISI PUN MENGADU KE KONTRAS
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 15 Desember 1998
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras)yang getol memperjuangkan kasus penculikan aktivis mahasiswa makin laris. Hari Senin (14/12) kemarin, keluarga dua anggota Polri Serma (Pol) Suratman dan Serka (Pol) Supratman, mengadukan penganiayaan yang dialami dua anggota Polri. Mereka meminta Kontras memperhatikan kasus penganiayaan tersebut.
MELONGOK DAPUR KOMNAS HAM
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 11 Desember 1998
LAHIRNYA Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), pertengahan tahun 1993, disambut keraguan. Bahkan, banyak yang sinis. Argumentasinya cukup jelas. Pelanggaran HAM di Indonesia, melibatkan restu negara, atau atas nama negara, bahkan ada yang melibatkan negara sebagai pelakunya.
KILASAN HUKUM
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 11 Desember 1998
KORBAN PENCULIKAN BERSAKSI DI AUSTRALIA - Wakil dari Ikatan Keluarga Orang Hilang (Ikohi) Ny Tutty Koto, korban penculikan yang sudah kembali Nezar Patria, didampingi wakil dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Kamis (10/12), meninggalkan Indonesia menuju Australi
PEMBELA HAM TERANCAM TEROR
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 11 Desember 1998
Perlindungan hukum bagi mereka yang bekerja sebagai pembela hak asasi manusia (HAM) dan pekerja kemanusiaan amat mendesak di Indonesia. Karena di negeri ini nyawa pembela HAM terancam dengan adanya intimidasi dan segala bentuk teror. Perlindungan hukum bagi pembela dan pekerja HAM itu adalah tanggung jawab pemerintah.
KONTRAS DAN FARIDA RAIH YAP THIAM HIEN AWARD '98
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 05 Desember 1998
Komisi Nasional untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) serta aktivis hak asasi manusia (HAM) Daerah Istimewa (DI) Aceh, Farida Hariyani, dinyatakan sebagai peraih Yap Thiam Hien Award untuk tahun 1998. Penghargaan bagi pejuang HAM itu diberikan Yayasan Pusat Pendidikan HAM (Yapusham)
PUSPOM ABRI DINILAI DISKRIMINATIF DALAM MELAKUKAN PEMERIKSAAN
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 05 Desember 1998
Pusat Polisi Militer (Puspom) ABRI dinilai diskriminatif dalam melaksanakan tugasnya. Dalam pemeriksaan kasus Wiwid dengan Prada (CPM) Budi Leksono, Puspom bisa mempertemukan keduanya dan melakukan pemeriksaan. Sementara pada kasus penculikan dan orang-orang hilang
TIM ADVOKASI UNTUK KORBAN SI
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Rabu, 02 Desember 1998
Untuk membantu para korban selama pelaksanaan Sidang Istimewa MPR 10-13 November lalu, sejumlah praktisi hukum dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sepakat mendeklarasikan berdirinya Tim Advokasi Korban Sidang Istimewa (TAKSI) MPR 1998.
SERMA SURATMAN TIDAK DICULIK
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 01 Desember 1998
Keluarga Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) menolak pernyataan polisi Serma (Pol) Suratman diculik mahasiswa. Salah seorang mahasiswa UKI bernama Ucok memang ikut terlibat, tetapi bukan menculik melainkan mengamankan Suratman dari amukan massa.

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org