Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Mencermati situasi dan kondisi Ambon, tampaknya, konflik dikota Ambon masih akan terus bergulir. Ind

Tgl terbit: Kamis, 21 Juni 2001
Untitled Document

PRESS RELEASE

TENTANG

PEMATANGAN KEMBALI SUHU KONFLIK
OLEH MILITER DI KOTA AMBON

Mencermati situasi dan kondisi Ambon, tampaknya, konflik dikota Ambon masih akan terus bergulir. Indikasi ini terlihat dari masih terus berlangsungnya bentuk-bentuk tindak kekerasan dan adanya upaya untuk terus menubuhkan sentimen dan memelihara situasi konflik akhir-akhir ini, terutama yang dilakukan oleh satuan-satuan militer yang bertugas disana. Aparat militer kembali melakukan manuver-manuver operasi yang berimplikasi pada adanya korban dari kalangan sipil dikota Ambon. Peristiwa kamis berdarah, 14 Juni 2001, dimana aparat batalyon gabungan (yongab) terdiri dari kopassus, marinir, dan paskhas AU dengan berseragam tentara lengkap dan mengendarai 3 truk telah melakukan tindakan perusakan terhadap pasilitas kesehatan di daerah kebun cengkeh dan tindak kekerasan berupa penganiayaan. Penahanan semena-mena dan pembunuhan diluar prosedur hukum terhadap masyarakat sipil disekitar lokasi kejadian, sungguh kembali menunjukkan bahwa militer kembali menjadi faktor dari keberlangsungan konflik dikota Ambon.

Sebelumnya pada tanggal 24 Januari 2001, 4 warga sipil juga telah menjadi korban penembakan oleh aparat militer yang tergabung dalam batalyon gabungan didaerah perbatasan batu merah, mandika, tanpa alasan yang jelas, dua dari empat mayat korban penembakan tersebut turut diseret dengan panser dan hilang tidak tentu rimbanya.

Tindak kekerasan yang dilakukan aparat militer pada tanggal 14 Juni 2001 menurut kontras telah menunjukkan bahwa

Pertama, aparat militer telah memancing kembali kerusuhan dan keresahan dikalangan masyarakat Ambon, dengan mencoba melakukan teror dan intimindasi terhadap masyarakat dengan bentuk tindakan-tindakan refresif. Dengan munculnya keresahan, maka suhu konflik akan meninggi dan matang, sehingga siap untuk diledakkan sesuai dengan momentum politik yang termakan elemen masyarakat sebagai aminisi konflik.

Kedua, tindak kekerasan terhadap masyarakat sipil yang dilakukan aparat militer semakin bahkan dugaan bahwa militer sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Penciptaan skanario konflik maluku. Panjangnya masa konflik jika dihubungkan denganpesanan ribuan militer tanpa gugus tugas dan agenda penyelesaian semakin kuat sinyalemen keterlibatan militer dalam proses pemeliharaan konflik. Militer tidak membiarkan atau memberi peluang terhadap terjadinya konflik pisik, tetapi justru menjadi aktor-aktor konflik dan konfrontasi bersenjata. Tidak habis tertulis karena tidak dapat dibaca....buku salin ulang...

Badan pekerja

Munarman

21 Juni 2001

Koordinator


Kasus terkait Wasior 2001;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 9,189 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org