Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Laporan Sementara
Insiden Alas Tlogo, Lekok, Pasuruan (6 Juni 2007)



Tgl terbit: Kamis, 07 Juni 2007

Laporan Sementara
Insiden Alas Tlogo, Lekok, Pasuruan
(6 Juni 2007)

 I. PENDAHULUAN

1.
Pada tanggal 30 Mei 2007, terjadi tindak kekerasan dan penembakan terhadap warga sipil di Desa Alas Tlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Peristiwa ini mengakibatkan 4 (empat) orang warga sipil tewas seketika, dan sekitar 8 (delapan) orang warga sipil mengalami luka-luka. Selain kerusakan fisik pada beberapa bagian bangunan rumah, dan fasilitas umum desa, tindakan represif ini juga menimbulkan penderitaan mental dan psikologis pada korban dan keluarga korban, serta warga desa pada umumnya.
2.
Empat orang tewas dalam insiden Alas Tlogo, Pasuruan lalu tentu jumlah yang ‘sedikit’ dibanding kasus-kasus (lalu) lain yang pernah terjadi di bumi Indonesia. Namun sebagai negara yang menyatakan dirinya berkomitmen terhadap penegakan HAM maka jumlah korban bukanlah yang terpenting, pertanyaan bagaimana mungkin aparat negara yang menerima mandat dari rakyat untuk memberikan rasa aman justru melakukan hal sebaliknya. Apalagi kasus ini melibatkan pelanggaran atas salah satu hak asasi manusia yang paling fundamental , yaitu hak atas hidup.
3.
Kasus Alas Tlogo, Pasuruan ini juga mengejutkan publik mengingat konteks zaman yang sudah berubah. Pasca Orde Baru, berulang kali institusi militer berusaha meyakinkan publik bahwa ia sekuat tenaga mengubah kultur dan karakter institusinya, dari yang dikenal sebagai institusi represif di masa lalu menjadi militer modern yang profesional. Petinggi militer di banyak kesempatan selalu menyatakan komitmennya untuk meninggalkan arena politik praktis, patuh pada supremasi hukum, dan lebih fokus pada penguatan kapasitas profesionalnya sebagai prajurit.  Sayangnya insiden Alas Tlogo kembali membuktikan harapan itu masih jauh dicapai.
4.
Empat orang sudah tewas, belasan lainnya cidera, warga trauma, ditambah kecaman publik begitu tinggi terhadap praktek gaya represi militerisme, segunung persoalan ke depan yang harus diselesaikan. Sebelum membayangkan cara apa yang paling tepat dalam menyelesaikan insiden ini, penting pula memahami logika sistemik yang menjadi penyebab insiden ini. Karena itu penyelesaian insiden Alas Tlogo, Pasuruan ini memiliki makna strategis, tidak hanya bagi para korban (dan kerabatnya), namun juga bagi publik umum dalam konteks perumusan agenda reformasi institusi militer ke depan.
5.
Insiden 30 Mei 2007 di Desa Alas Tlogo, Kecamatan Lekok, Pasuruan, Jawa Timur menggambarkan sebuah kerumitan berbagai simpul masalah potensial sosiologis di Indonesia yang dalam konteks tempat dan waktu lain mungkin menghasilkan kisah serupa. Insiden Alas Tlogo, Pasuruan merupakan hasil dari problem sengketa/konflik agraria yang akut di Indonesia yang sebagian lahir dari dinamika politik militer pasca kolonial, warisan sistem peradilan yang sangat tidak mandiri dan independen di masa lalu, residu/warisan watak militer yang belum profesional, dan tidak adanya preseden yang meyakinkan bagaimana supremasi hukum bisa menjamah (menghukum) aparat militer secara memadai, yang secara konseptual dinyatakan sebagai impunitas.
6.
Kasus konflik agraria di Indonesia diperkirakan hingga tahun 2007 ini masih tercatat oleh KPA (Konsorsium Pembaruan Agraria) 1.753 buah dengan melibatkan 10 juta penduduk, sementara BPN (Badan Pertanahan Nasional) mencatat ada 2.810 kasus .  Insiden Alas Tlogo, Pasuruan sendiri juga berakar dari sengketa tanah sejak tahun 1960 . Sengketa ini terus juga berlangsung, baik itu lewat proses peradilan maupun lewat proses politik. Sebenarnya publik juga baru menyaksikan kasus sengketa tanah lain yang tidak kalah rumitnya, yaitu kasus sengketa tanah antara warga Meruya Selatan, Jakarta Barat dengan PT Portanigra. Bahkan kasus sengketa tanah ini sudah diputus oleh putusan hukum tertinggi di tingkat Mahkamah Agung. Sayangnya kali ini di Alas Tlogo, Pasuruan sengketa tanah tersebut memakan korban jiwa.
7.
Tulisan ini dibuat sebagai laporan permulaan atas insiden kekerasan yang terjadi di Alas Tlogo, Pasuruan 30 Mei 2007. Laporan ini lebih terfokus pada peristiwa kekerasan fisik yang terjadi pada hari tersebut, meskipun harus dipahami insiden kekerasan ini tidak bisa terlepas dari sejarah sengketa tanah yang berkepanjangan.
8.
Dalam rangka mengetahui lebih jauh apa yang sesungguhnya terjadi, investigasi lapangan telah dilakukan. Investigasi dilakukan dengan metode wawancara, pengumpulan data sekunder dan kunjungan lapangan. Tim telah melakukan kunjungan lapangan di lokasi tempat kejadian perkara pada tanggal 30 dan 31 Mei 2007, serta pada tanggal 2, 3, 4, 5 Juni 2007. Tim mengadakan beberapa kali kunjungan ke lokasi TKP dalam rangka membuat sketsa/denah lokasi dari TKP, memeriksa bekas-bekas penembakan, melakukan wawancara dengan sejumlah saksi korban, aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan mengunjungi rumah sakit untuk meminta keterangan dari pihak dokter.
9.
Tim telah melakukan  wawancara dengan sejumlah warga di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) terutama wawancara dengan 8 (delapan) saksi-saksi, antara lain:

 

No.
Nama
Umur
Pekerjaan
Alamat
1 Jamaatun 48 tahun Tani Desa Alas Tlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur  
2 Munaji 0 tahun Tani Desa Alas Tlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur  
3 Misni alias Ari 59 Tahun Tani Desa Alas Tlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
4 Samat 45 Tahun Tani Desa Alas Tlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
5 Atini 31 Tahun Tani Desa Alas Tlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
6 Saipir 35 Tahun ani Desa Alas Tlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
7 Misnatun 36 Tahun Tani Desa Alas Tlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
8 Solihin 38 Tahun Tani Desa Alas Tlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur  

Tim juga telah meminta keterangan dari keluarga keluarga korban yang tewas, yaitu:

No. Nama
Keterangan
1. Jamaatun Jamaatun adalah ayah dari korban Dewi Chotijah
2. Samat Samat adalah ayah dari Mistin dan kakek dari Choirul Agung
3. Ari alias Misni aman dari korban Mistin

10
Laporan awal tim investigasi ini disusun oleh Sinung Karto, Syamsul Alam Agus, dan Usman Hamid. Pengumpulan data dan informasi dibantu oleh Anhar, Syahrul Isman, Athoilah, Emba, Hanafi, M.Faiq Assidiqi, Abeng, Aryo, Antony Grefort. Pembuatan sketsa oleh Anhar. Di Jakarta penulisan data sekunder dibantu Papang Hidayat. Tim menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Alas Tlogo,Imam Sugnadi, Kepala Desa Sumber Anyar Purwo Eko beserta jajaran pemerintahan desa, H. Mustofa Mas, SH dan Hj. Musliha, Mahmud, Lasminto, Ribut, Ayub, Abunawas, Snewi, Abdul Qodir, M.Muchdori, Soleh (Forum Komunikasi Tani Sumber Anyar-FKTS-  Buradi), beserta para warga desa Alas Tlogo, Pasuruan.


1 Hak asasi manusia fundamental di sini mengacu pada kategori hak (non-derogable rights) yang tercantum pada Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil Politik (International Covenant on Civil and Political Rights) yang sudah diratifikasi Pemerintah Indonesia pada tahun 2005 lewat UU No. 12 Tahun 2005.
2 Komnas HAM Siap Turun ke Alas Tlogo; Hingga 2007, Ada 1.753 Kasus Konflik Agraria, Indopost, 31 Mei 2007.
3 Tragedi Grati; Bak Api dalam Sekam, Kompas, 31 Mei 2007.
4 Karena Sama-Sama Merasa Punya Hak, Indopost, 31 Mei 2007.
5 Data cukup lengkap tentang konflik tanah yang melibatkan warga dengan institusi militer atau kepolisian bisa dilihat pada data Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia). Data bisa diakses pada: http://www.walhi.or.id/quickfinder/?topic_id=231.

DOWNLOAD LENGKAP: Laporan Sementara Insiden Alas Tlogo, Lekok, Pasuruan (6 Juni 2007)


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 6,555 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org