Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Aktor Intelektual Pembunuh Munir Harus DITANGKAP

Tgl terbit: Senin, 21 Maret 2005
Untitled Document

Pernyataan Pers

No : 09/SP-KontraS/III/05

Tentang

Aktor Intelektual Pembunuh Munir Harus DITANGKAP

Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) memperingati Hari Jadinya yang ke-tujuh, tepat pada 20 Maret 2005. renungan di usia yang ke-7 ini sedikit terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di hari jadi tahun ini KontraS menyadari tantangan yang kian berat. KontraS harus memikirkan bagaimana menimbang dan mengukur gerakan anti kekerasan tanpa sosok Munir, yang telah mati dibunuh.

Pengusutan kasus Munir telah menemukan satu tersangka pertama. Bagi kami itu jelas belum cukup. Sejumlah pejabat Direksi Garuda yang diindikasikan terlibat, harus segera diperiksa secara intensif. Rekonstruksi yang semula dihambat harus segera kembali diagendakan. Kami juga menuntut Pimpinan Garuda yang baru untuk kooperatif terhadap upaya pengusutan kasus Munir selanjutnya.

Dalam usia yang hamper sama dengan Reformasi pasca Orde Baru tersebut, KontraS merasakan bahwa perjuangan membebaskan manusia dari rasa takut dan segala bentuk teror kekerasan masih belum berakhir. Untuk itu KontraS mengajak semua pihak untuk melakukan refleksi bersama dan merenungi muramnya kondisi kemanusiaan di negeri ini untuk selanjutnya mengambil sikap, melawan dan berjuang.

Dengan kian beratnya tantangan tahun ini dan masa depan, KontraS harus membuktikan bagaimana gerakan anti kekerasan tetap harus maju tanpa kehadiran fisik Munir, karena KontraS meyakini, kemenangan melawan kekerasan merupakan keniscayaan sejarah kaum manusia yang beradab.

Bagi KontraS, matinya sosok pejuang anti kekerasan bukan tanda akhir dari perjuangan. Melainkan sebaliknya, menjadi keyakinan itu terus mengalir dalam darahnya pejuangnya untuk terus melangkah. Munir bukan hanya milik sekelompok aktivis, melainkan sudah menjadi bagian dari masyarakat yang bercita-cita Indonesia yang bebas dari rasa takut dan kekerasan. Karenanya, desakan untuk menuntaskan kasus ini juga menjadi desakan masyarakat luas dengan menuntut Negara melindungi mereka. Jangan pernah ada lagi pembunuhan politik seperti yang dialami oleh Munir.

Jakarta, 21 Maret 2005

Badan Pekerja KontraS,

Edwin Partogi, SH

Kabid Operasional



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 3,565 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org