Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Hentikan Penggunaan Cara-Cara Kekerasan, Pulihkan Hak Para Korban dan Adili Pelaku Kejahatan Perang

Tgl terbit: Selasa, 22 Agustus 2006
Solidaritas Untuk Perdamaian di Palestina-Lebanon
Sekretariat : Jalan Diponegoro 9 Menteng, Jakarta 10310
Ph:(62-21) 3913819 Fa~x:(62-21) 31900627

Press Release:
Hentikan Penggunaan Cara-Cara Kekerasan, Pulihkan Hak Para Korban dan Adili Pelaku Kejahatan Perang

Seluruh bangsa sekali lagi menujukan pandangannya ke kawasan tirnur tengah. Sejak bulan Juli, serangan bom ke Lebanon dan Israel telah rnerenggut ribuan nyawa. Aksi rniliter keji tersebut telah rnengakibatkan jatuhnya korban sipil (non-combatants). Lebih parah, anak-anak tak berdosa pun harus rnenjadi tumbal unjuk kekerasan para pihak yang bertikai.

Otoritas keagamaan, pernerintah berbagai negara, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah rnenunjukkan sikap rnengutuk agresirniliter terutam oleh Israel. Warga sipil di pelbagai belahan dunia tak henti rnenggelar aksi rnenentang kebiadaban Israel.

Kini, gencatan senjata sudah ditetapkan bagi kedua belah pihak. Narnun dernikian, proses rnenuju perdarnaian yang lebih permanen tampaknya rnasih belum terwujud.

Menggunakan kekerasan untuk rnenyelesaikan rnasalah atau rnenjadikannya sebagai sarana mencapai tujuan bukanlah cara yang bijak. Lembar kelam sejarah peradaban manusia mengaiarkan bahwa cara- cara kekerasan justru akan menyemai benih konflik. Sandiwara tragis dendam kesurnat peradaban itulah yang kini kita saksikan kernbali di Tirnur Tengah.

Kita tidak ingin hidup di dunia yang penuh teror dan kekerasan. Kita harus menolak dan menentang setiap pihak yang rnenggunakan senjata untuk mengusik kedarnaian. Apalagi jika kekerasan itu didernonstrasikan secara sewenang-wenang dan rnelanggar hak-hak asasi rnanusia.

Masyarakat intemasional telah menyepakati norrna-norrna pergaulan antar-bangsa. Geneva Convenrion, The Rome Statute of the International Criminal Court (Statuta Rorna), dan konvensi intemasional lainnya mengatur mengenai hal itu. Geneva Convention rnengatur rnengenai perlindungan terhadap penduduk sipil yang menderita sebagai korban perang atau sengketa bersenjata. Dalarn Statuta Rorna Pasal 8 Ayat 2 (b) (i) dan (ii), diatur bahwa serangan langsung yang dilakukan secara sengaja terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalarn perlawanan adalah termasuk kejahatan perang.

Serangan terhadap warga sipil ke Israel dan Lebanon jelas telah melanggar ketentuan-ketentuan dalarn konvensi-konvensi intemasional tersebut. Tidak ada satu pun alasan yang dapat dipakai untul, mernbenarkan pembantaian yang dilakukan para pihak terhadap warga sipil dan anak-anak. Serangan ini secara nyata telah melakukan pelanggaran berat hak asasi manusia.

Kita, bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab mesti rnenolak segala bentuk pelecehan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan pelanggaran HAM serta mendukung usaha perdarnaian di Tirnur Tengah. Oleh karena itu, kami yang tergabung dalam Solidaritas Untuk Perdamaian di Palestina-Lebanon menuntut :

1.  Pemulihan hak-hak para korban perang, terutama dari pihak sipil dan anak-anak. Para pihak harus menyatakan permintaan maaf terhadap keluarga korban meninggal dan santunan, korban yang menderita fisik maupun psikis harus diberikan perawatan kesehatan yang memadai, korban kehilangan rumah tinggal harus disediakan pemukiman yang layak.

2.  Pemerintah Indonesia dan masyarakat internasional harus secara aktif memfasilitasi perdamaian di kawasan timur tengah dan membawa para pelaku pelanggaran berat kemanusiaan dan penjahat perang untuk diadili di International Criminal Court. Hal ini penting untuk menimbulkan deterrent effect (efek pencegah) bagi pihak-pihak yang berkuasa dan yang menguasai alat utama sistem persenjataan (alutsista).

3.  Mendorong adanya investigasi terhadap jatuhnya korban sipil semua pihak dan kejahatan perang, dengan mengacu pada hukum humaniter international.

Jakarta, 22 Agustus 2006

Koordinator Solidaritas Untuk Perdamaian di Palestina-Lebanon

 

ContactPerson : Ade Rostina S 0818991238
  Rachland Nashidik 811800013

Solidaritas Untuk Perdamaian di Palestina-Lebanon adalah gerakan .yang dibangung rakyat Indonesia sebagai wujudnyata penolakan penggunaan cara-cara kekerasan oleh Israel yang mengakibatkan jatuhnya korban warga sipil dan anak-anak Lebanon. Organisasi-organisasi yang tergabung dalarn Solidaritas Untuk Perdamaian di Palestina-Lebanon: Imparsial, SHMI, P2D, MAmA, STT Jakarta, KontraS, Elsam, LBH Jakarta, YLBHI, Wahid Institute, PGI, Rahayu Movement, JKLPK, P3M, KWI, PBHI, SEKAR, JKB, Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal lka, Gerakan Pemberdayaan Suara Perempuan, Serikat Perempuan Mandiri, Kelompok Perempuan Salsabila Jakarta, KAMIPENA, ICRP, dan UPC.


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 3,755 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org