Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Petisi Untuk Pengungkapan Kasus Munir

Tgl terbit: Senin, 21 Maret 2005
Untitled Document

PETISI untuk PENGUNGKAPAN KASUS MUNIR

Status kasus Munir hari ini ?

Sudah enam bulan pengusutan berjalan, namun baru satu tersangka ditetapkan. Tersangka ini adalah POLLYCARPUS, seorang pilot Garuda yang bertugas dengan “tidak jelas”. Alasan lambatnya penyelidikan ini antara lain : kerjasama tim penyidik yang harus dibenahi, mobilitasnya yang rendah, hasil berita BAP yang perlu pendalaman, BAP awal yang masih di Belanda, status saksi yang warga Negara Belanda, dan belum adanya jawaban Belanda atas posisi Indonesia dalam menjamin tidak digunakannya bantuan hokum Belanda untuk menjatuhkan hukuman mati.

Masih ada sejumlah nama awak Garuda, terutama Pejabat Direksi Garuda yang diindikasikan terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Munir. Setelah itu, juga masih ada pihak-pihak yang berada dibalik keterlibatan Garuda dalam pembunuhan Munir. Kita semua, tidak bisa diam saja. Kita harus bertindak, menuntut otak pelakunya ditangkap dan diadili. Agar supaya dimasa depan, kasus ini tidak terulang. Tidak boleh ada lagi pembunuhan politik seperti kasus Munir.

Kenapa kasus ini penting ?

Ini adalah pembunuhan POLITIK serius yang terjadi ditengah situasi kebebasan berdemokrasi di Indonesia. Ancaman mati terhadap Munir sudah berkali-kali terjadi, tapi tidak pernah ditangani serius. Dari kasus-kasus kekerasan terhadap Munir dan KontraS yang terjadi   - antara lain ancaman bom dirumah dan dikantor, penyerangan kantor oleh preman dan milisi, termasuk serangan fisik langsung terhadap Munir dan aktivis KontraS †hanya satu kasus yang dibawa ke pengadilan dengan vonis sangat ringan. Itupun hanya 7 orang dari 400 penyerang.

Munir dibunuh karena aktivitasnya dalam memperjuangkan HAM. Pembunuhan sistematis dan konspiratif ini sangat berbahaya kalau dibiarkan, mengingat buruknya reputasi pengadilan di Indonesia. Untuk itu perlu perhatian dari masyarakat luas, termasuk dari dunia Internasional untuk secara terus-menerus mengawasi serta menekan agar kasus ini diungkap dengan jujur, transparan dan adil. Ini penting agar kejadian ini tidak terulang ! Kasus ini akan sangat menentukan bagi masa depan demokrasi dan Ham di Indonesia. Oleh karena itu, kasus ini tidak boleh terjadi lagi. Atas alasan apapun !

Jakarta, 21 Maret 2005

Komite Aksi Pembela Kasus Munir

korban '65, korban TSS, korban Mei '98, korban Tanjung Priok

korban Talangsari, ARB (Aliansi Rakyat Bersatu), KontraS, IKOHI, Imparsial, Kompak, LS ADI, Pedagang K5 Pasar Kemis Tangerang, korban TPST Bojong,

Kasum (Kelompok Aksi Untuk Munir)

 



Kasus terkait Talangsari 1989;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 3,466 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org