Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Panglima TNI harus Kooperatif terhadap upaya Penyelidikan di Komnas HAM

Tgl terbit: Jumat, 21 April 2006

Pernyataan Bersama
IKOHI dan KONTRAS
Panglima TNI harus Kooperatif terhadap upaya Penyelidikan di Komnas HAM

Pada tanggal 1 Februari 2006 saat fit and proper di DPR RI, Calon panglima TNI, Bapak Joko Suyanto menyatakan akan menaati ketentuan hukum terkait dengan dugaan anggota TNI melakukan atau bertanggung jawab atas penghilangan aktifis pro demokrasi 1997-1998.

Kami dari Keluarga KOrban penghilangan aktifis pro demokrasi 1997-1998, IKOHI (Ikatan Keluarga Korban Orang Hilang Indonesia) dan KontraS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) mengharapkan pernyataan Calon Panglima saat itu, yang sekarang telah menjadi Panglima Definitif, Bapak Marsekal TNI Joko Suyanto untuk merealisasikan janji tersebut.

Kerjasama dari Institusi TNI sangatlah penting dalam upaya pengungkapan kasus Penghilangan aktifis pro demokrasi 1997-1998. Hal ini didasari dari harapan dan tujuan dari pengungkapan kasus penghilangan orang adalah menemukan kembali para korban. Terutama bagi korban yang masih belum kembali sampai saat ini. Dalam catatan IKOHI dan KontraS ada 14 orang yang masih belum kembali.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam kasus penghilangan orang tersebut Tim Mawar dari kesatuan Kopassus TNI AD terbukti sebagai pelaku penculikan aktifis. Dalam pengakuannya di makamah militer 1998, para anggota Tim Mawar hanya mengakui melakukan penculikan terhadap para aktifis yang telah kembali. Akan tetapi, mereka yang belum kembali pernah bertemu dengan korban yang telah kembali seperti Nezar Patria, Mugiyanto, Aan rusdiyanto dan Waluyo Djati saat dalam masa penahanan illegal.

Oleh karenanya pihak TNI harus kooperatif terhadap upaya penyelidikan yang sedang dilakukan oleh Komnas HAM. Kami tidak ingin pihak TNI justru melakukan upaya-upaya penghindaran dengan argumentasi-argumentasi Nebis in Idem atau soal wewenang Komnas HAM. Hal ini pernah terjadi saat penyelidikan Trisakti, Semanggi I dan Semanggi II serta Kerusuhan Mei 1998.

Jakarta, 21 April 200


Kasus terkait Semanggi II 1999;:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 3,276 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org