Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Peledakan Bom di Pasar Daging Maesa Palu

Tgl terbit: Sabtu, 31 Desember 2005

Nomor : 38/SP-KontraS/XII/05
Tentang
Peledakan Bom di Pasar Daging Maesa Palu

KontraS menyesalkan peledakan Bom yang terjadi di Palu pada Sabtu, 31 Desember 2005. Dalam catatan KontraS peledakan high-explosive ini telah merenggut 7 korban tewas dan 43 korban luka-luka. Peledakan ini adalah modus yang selalu terjadi di Sulawesi Tengah menjelang hari-hari besar, terutama di Poso dan Palu.

Peristiwa ini terjadi pada hari penghujung tahun. Peristiwa seperti ini merupakan peristiwa yang kerap terjadi di Poso dan Palu sekitar hari-hari besar; Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru. Sebagaimana diketahui bahwa setiap menjelang perayaan akhir tahun Mabes Polri dan Polda Sulteng selalu meningkatkan intensitas keamanannya. Demikian juga dengan menjelang perayaan Idul Fitri dan Natal. (Lihat Lampiran)

Dalam tahun 2005, terutama paska rangkaian kekerasan di Poso pada bulan Oktober 2005, Presiden RI telah Mengeluarkan Inpres nomor 14 tahun 2005 tentang penanganan Poso. Selain itu, Kepolisian telah membentuk Tim penanganan hukum yang diketuai oleh Ka.Bareskrim, Makbul Padmanegara. Menjelang Natal dan Tahun Baru 2005, mulai tanggal 23 Desember 2005 Polri telah menyatakan status kondisi Sulawesi Tengah sebagai Siaga 1.

KontraS berpendapat bahwa peristiwa yang terjadi di Pasar Maesa pada 31 Desember 2005 merupakan bukti kegagalan pola pengamanan Polri dan kerja Badan Intelijen Negara, terutama di Sulawesi Tengah yang beberapa tahun belakang selalu menjadi target operasi kekerasan. Termasuk kegagalan dalam pengamanan hari-hari besar di Indonesia. Selain itu, kekerasan demi kekerasan ini tidak dapat dijadikan pembenaran bagi institusi dan aparat negara melakukan tindak kekerasan dalam penanganan kekerasan di Palu dan Poso. Termasuk harus ditolaknya perluasan wewenang BIN untuk menangkap seseorang yang diduga sebagai pelaku kekerasan.

Oleh karenanya KontraS menyatakan bahwa pola pengamanan dan penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri sudah tidak memadai untuk menghentikan dan menyelesaikan model-model kekerasan yang terjadi di Sulawesi Tengah seperti pengeboman dan pembunuhan misterius. Kekerasan demi kekerasan yang terjadi Poso dan Palu sudah sepatutnya diperlakukan dengan cara luar biasa. Oleh karenanya Presiden harus segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) . TGPF untuk Penyelesaian Poso harus terdiri dari individu-individu yang kredibel, independen dan berpengalaman serta memperhatikan perwakilan-perwakilan masyarakat, terutama masyarakat Poso dan Palu.

TGPF ini harus difokuskan membongkar jaringan dan jenjang pelaku kekerasan demi kekerasan yang terjadi di Palu dan Poso, sejak 1998 lalu.

Jakarta, 31 Desember 2005.

Usman Hamid, Koordinator KontraS.
Syamsul Alam Agus, Anggota Presidium Adhoc KontraS Sulawesi.


Lampiran Matriks Kekerasan Menjelang Hari Besar di Poso dan Palu Tahun (2003-2005) Idul Fitri Natal Tahun baru

2003
18 Nopember Penyerangan ke desa Beteleme, Penyerangan Desa Saatu, Pinedapa Poso Pesisir.
24 Desember Percobaan Pemboman dalam mobil jurusan sayo-kawua - poso,
26 Desember Peledakan BOM di jembatan II Poso antara kelurahan Gebang Rejo dan Lembomawo -

2004
8 November pukul 10.30, Penembakan di kelurahan Tegal Rejo Poso
13 November (1 hari menjelang idul fitri) Peledakan BOM di depan Pasar Sentral Poso,
12 Desember - Pukul 19.10 wita Peledakan BOM dan penembakan digereja Imanuel, - Pukul 19.20 wita terjadi penembakan di Gereja Anugerah Masomba, Palu
27 Desember dua kali Peledakan Bom terjadi di desa Sayo
29 Desember, Peledakan Bom di Kelurahan Ronononcu, Poso Kota, Poso.
31 Desember, 2 kaliPeledakan Bom: - Jalan Pulau Bali - Jalan Pulau Kalimantan (dekat Gereja Pantekosta Jemaat Bethani.

2005
29 Oktober, Mutilasi 3 siswa.
3 November, Penemuan Bom dan Teror (ancaman). -
31 Desember, Peledakan Bom di Pasar Daging Maesa
Sumber : Monitoring dan Investigasi LPSHAM dan KontraS
(update; Desember 2005)



Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 8,805 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org