Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Aksi "Koboy" Petugas LP Tanggerang

Tgl terbit: Jumat, 29 Oktober 2004

SIARAN PERS

AKSI "KOBOY" PETUGAS LP TANGERANG Aktivis LBH Jakarta dan Kontras nyaris ditembak petugas LP

Tangerang, kamis (28/10), team LBH Jakarta bersama dengan Kontras telah sepakat mengadvokasi kasus ditahannya 7 (tujuh) orang warga pasar yang ditahan oleh Kejaksaan Negeri Tangerang atas tuduhan telah melakukan delik pasal 160 KUHP (Penghasutan).

Setibanya di depan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tangerang, pukul 13.00 WIB. Kami mengetuk pintu LP dengan santun selaku kuasa hukum meminta agar petugas LP mempersilahkan team dari LBH Jakarta dan Kontras yang terdiri dari Hermawanto, Abu Said Pelu, Victor da Costa, Romi Leo, Sugiarto, Amir, Gofur, untuk diperbolehkan masuk dengan tujuan kepentingan antara klien dan kuasa hukumnya. Namun, petugas jaga mengatakan bahwa kami belum diperkenankan masuk kedalam karena sedang aplus, entah apa yang dimaksud dengan aplus kamipun tidak diberi penjelasan lengkap mengenainya.

Setelah lama menunggu, kamipun meminta kepada petugas LP agar menerima kami didalam, sebab siang di bulan Ramadhan ini panas sekali. Namun petugas LP menanggapi, silahkan jika ingin adem menunggu di warung saja, didalam tidak ada ruang tunggu.

Sampai pada akhirnya kami dipersilahkan masuk kedalam, kami dikejutkan oleh tolak pinggang dan teriakan petugas LP yang bernama FERLY dengan manyatakan “diam ! ini wilayah saya !!!” “ini wilayah saya !!!” “ini kekuasaan saya !!!”

Menanggapi aksi petugas LP tersebut kamipun terganggu dan heran serta mempertanyakan seketika itu juga kenapa anda begitu arogan sebagai petugas LP, namun hal ini pun semakin membuatnya geram dan membentak kami “kalau mau masuk, ngga usah ngomong ! jika tidak silahkan ambil KTP kalian dan keluar dari sini ! ujarnya seraya mengusir.”

Puncak peristiwa ini berlangsung ketika perdebatan terjadi, petugas LP sdr. FERLY nampak tidak dapat menahan diri dan berlari menuju temannya dan merampas pistol temannya penjaga pintu LP dan mengacungkan pistol tersebut ke atas lantas menodongkannya kearah kami, sektika itu juga mengusir kami.

Tidak lama kemudian situasi menjadi ramai dengan hiruk pikuk para petugas LP yang datang berduyun-duyun disusul dengan KALAPAS yang bernama Windarso pada saat itu kami menrangkan siapa kami dan maksud tujuan kami, KALAPAS berjanji kepada kami akan menindak bawahannya FERLY dan mempersilahkan kami untuk menemui klien kami.

Berdasarkan peristiwa ini kami menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Mengutuk keras aksi “koboy” FERLY yang diselubungi seragam Lembaga Pemasyarakatan Tangerang.
  2. Meminta kepada Menteri Kehakiman dan HAM Cq. Dirjen Lapas untuk memberikan sanksi tindakan indisipliner dan pemecatan terhadap “koboy” Ferly, serta memprosesnya secara hukum.
  3. Meminta kepada aparat LP Tangerang agar menghormati hak-hak kuasa hukum yang diatur dalam Undang-undang Advokat No.18 tahun 2003 dan undang-undang lainnya.
  4. Mendesak Kapolri untuk menindak tegas petugas LP Tangerang yang menyalahgunakan senjata api untuk mengancam melakukan pembunuhan terhadap aktivis LBH Jakarta dan Kontas.

Demikian siaran pers ini kami sampaikan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, 29 Oktober 2004

ULI PARULIAN SIHOMBING, SH | USMAN HAMID

Direktur LBH Jakarta | Koordinator Kontras



Kasus terkait Wamena 2003;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 8,371 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org