Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
KontraS Mengecam Aksi Brutal Kepolisian India

Tgl terbit: Jumat, 23 April 2004

PRESS RELEASE

No : 10/SP-Kontras/III/04

Tentang

KontraS Mengecam Aksi Brutal Kepolisian India

Kontras sebagai bagian dari anggota AFAD (Asian Federation Against Involuntary Disappearance) mengecam aksi brutal kepolisian India terhadap 28 perempuan keluarga korban penghilangan paksa. Aksi brutal tersebut dilakukan oleh kepolisian India dalam menghadapi rangkaian protes damai yang dilakukan oleh organisasi APDP (Assossiation of Parents of Disappearance Persons) di depan kantor APDP Di Srinagar pada tanggal 20 Maret 2004.

Rangakaian protes tersebut dipimpin oleh Mr. Pavrez Imroz, patron dari ADPD dan Presiden ADPD, Parveena Ahanger. Protes tersebut dilakukan untuk menuntut penyelesaian terhadap kasus-kasus penghilangan paksa, dimana hampir 8000 kasus yang belum terselesaikan. Selain itu mereka juga menuntut dihentikannya tindakan penghilangan paksa yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Aksi tersebut bersamaan dengan adanya pengerahan polisi yang dilakukan oleh pro partai politik India.

Ternyata aksi damai disambut oleh tindakan pemukulan fisik terhadap demonstrans yang sebagian besar terdiri dari perempuan dari keluarga korban orang hilang. Akibatnya 28 orang ditahan di kantor kepolisian. Perkembangan terakhir yang diterima Kontras, 24 orang diantaranya telah dibebaskan, 4 orang lainnya akan dituntut ke pengadilan dan membayar denda.

Beberapa korban yang sekaligus anggota APDP yang berhasil di identifikasi yaitu : Zaina, Shaheena, Raja Bano, Shafiqa Badyari, Haleema, Ayesha, Taja Begum, Bega, Rafiqa, Shabnam, Zoona Begum, Gulshan, Jana Begum, Roshan Jan, Haleema, Fatima, Hameeda, Farida, Noor Muhammad Bhat, Ghulam Nabi Sheikh, Ghulam Mohammad Bhat. Sementara yang lainnya masih dalam verifikasi.

Terhadap aksi brutal kepolisian India tersebut, KONTRAS memandang bahwa :

  1. Protes damai di depan kantor ADPD yang dilakukan oleh kelompok keluarga korban orang hilang adalah salah satu bentuk kebebasan setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dan pendapatnya. Hal ini jelas di lindungi oleh Deklarasi HAM pasal 19 yang menyebutkan : "Setiap orang berhak atas kebebasan memiliki dan mengeluarkan pendapat, dalam hal ini termasuk kebebasan memiliki pendapat tanpa gangguan dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan informasi dan buah pikiran".
  2. Tindakan brutal kepolisian India yang menyebabkan beberapa orang luka-luka, menunjukan bahwa kepolisian India telah melanggar pasal 5 Deklarasi HAM yang menyebutkan : “Tidak seorangpun boleh atau diperlakukan secara kejam, dipelakukan atau dihukum tidak manusiawi atau dihina”, serta pasal 7 Kovenan Hak-Hak Sipil dan Politik yang menyebutkan : "Tidak seorangpun boleh dikenakan penganiayaan atau pelakuan lain yang kejam, tidak manusiawi atau hukuman yang merendahkan harkatnya".

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, jelas bahwa tindakan itu merupakan tindakan yang melanggar hak-hak asasi manusia. Untuk itu KONTRAS mendesak kapada Kepala Kedutaan Besar India untuk Indonesia agar segera memberikan memo kepada kepolisian setempat untuk mengusut tuntas tindakan pemukulan fisik terhadap anggota APDP serta membebaskan 4 orang yang masih ditahan.

Demikian surat terbuka ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

Jakarta, 23 Maret 2004

Badan Pekerja KONTRAS


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 7,612 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org