Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Penuntut Umum Tidak Serius Buktikan Dakwaan Banyak Saksi Dipanggil Untuk Kaburkan Dakwaan

Tgl terbit: Selasa, 27 April 2004

SIARAN PERS
No : 12/KontraS/IV/04
Tentang
Penuntut Umum Tidak Serius Buktikan Dakwaan Banyak Saksi Dipanggil Untuk Kaburkan Dakwaan

Pengadilan HAM Tanjung Priok yang telah dimulai pada September 2003 hampir memasuki tahap akhir. Pada tiga berkas perkara atas nama Sutrisno Mascung, Pranowo dan Sriyanto telah memasuki agenda akhir pemeriksaan saksi, sementara berkas perkara atas nama terdakwa Butar Butar akan memasuki agenda putusan pada 30 April 2004.

Hari ini, Selasa, 27 April 2004, salah seorang saksi korban peristiwa Tanjung Priok, Husein Sape, dipanggil untuk memberikan kesaksian terhadap berkas perkara Pelanggaran HAM Berat Tanjung Priok dengan terdakwa Pranowo, mantan Komandan Polisi Militer Komando Daerah Militer V Jaya.

Pranowo, adalah terdakwa yang dituduh bertanggung jawab secara pidana atas penangkapan sewenang-wenang dan penyiksaan di Pomdam V Jaya Guntur dan RTM Cimanggis.

Sementara itu, saksi Husein Sape, adalah salah seorang saksi korban yang ditembak di depan Polres Jakarta Utara, pada saat terjadinya peritiwa Tanjung Priok pada tanggal 12 September 1984.

Terhadap hal ini, Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) yang mewakili saksi Husein Sape, menyatakan keberatan atas pemanggilan tersebut. Beberapa alasan yang menjadi dasar pertimbangan kami, adalah :

  1. Pemanggilan saksi seperti ini sudah berulangkali terjadi dan terulang pada pemanggilan saksi hari ini. Jaksa Penuntut Umum memanggil saksi Husein Sape untuk dihadirkan pada pemeriksaan saksi dengan terdakwa Pranowo, padahal saksi tidak memiliki keterangan yang relevan, apalagi mengalami tindak pidana yang dituduhkan serta tidak mengalami tindak pidana yang terjadi di Guntur maupun RTM Cimanggis.
  2. Saat pemanggilan diajukan, saksi Husein Sape semapt mengajukan pertanyaan kepada Jaksa Penuntut Umum atas relevansi kehadiran saksi, namun Jaksa Penuntut Umumtidak dapat memberikan penjelasan yang memuaskan. Akhirnya, saksi memberikan surat terbuka kepada Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim untuk memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada korban-korban lainnya, yang lebih relevan untuk dihadirkan dipersidangan dan dapat membuktikan dakwaannya.
  3. Sebanyak 12 saksi yang pernah dihadirkan tidak memiliki relevansi dengan kejahatan yang dituduh kan kepada terdakwa. Sementara banyak dari saksi-saksi yang dapat membuktikan dakwaan justru tidak dipanggil ke persidangan. Akibat saksi tidak dapat memberikan kesaksian yang dialaminya dan menjadikan kesaksiannya bersifat informasi dari pihak lain (testimonium de auditu), yang nilai tidak sekuat saksi yang mengalami langsung.
  4. Kehadiran kesaksian yang tidak relevan juga melemahkan dakwaan, karena dapat dijadikan alat bagi penasehat hukum untuk menolak kesaksian dan memohon agar Majelis Hakim mengenyampingkan kesaksian tersebut (dalam duplik Butar Butar, 21 April 2004, penolakan terhadap kesaksian Syaiful Hadi, Husein Sape, Body Biki dan Rusli Biki).
  5. Beberapa dari saksi mengalami tindak pidana penangkapan sewenang-wenang maupun penyiksaan tidak saja pada yurisdiksi pertanggung jawaban 4 orang terdakwa, tetapi juga di wilayah luar Jakarta, seperti Pemalang, Banten, Lampung dan lainnya.

Kami menyesalkan sikap Jaksa Penuntut Umum yang ternyata tidak memperhatikan materi kesaksian yang akan dihadirkan, sebagaimana tertuang dalam BAP, seperti dimiliki saksi Husein Sape. Sebab, hal ini bisa berakibat pada tidak tercapainya tujuan untuk membuktikan dakwaan yang ditujukan kepada terdakwa Pranowo. Dengan kata lain, pemanggilan saksi-saksi ini sangat berpotensi melemahkan dakwaan, bahkan menyesatkan dakwaan.

Oleh karena itu, untuk persidangan selanjutnya, kami merekomendasikan agar Jaksa Penuntut Umum harus mengahdirkan saksi-saksi yang dapat membuktikan dakwaannya. Hal ini penting dalam upaya untuk membuktikan elemen-elemen kejaksaan terhadap kemanusiaan (element of crimes).

Berkaitan dengan rekomendasi ini, kami meminta Penuntut Umum untuk menghadirkan saksi-saksi lain yang relevan dengan kejahatan yang dituduhkan kepada terdakwa Pranowo, antara lain;

  1. Syaiful Hadi.
  2. Marullah.
  3. Abdul Baasir.

Jakarta, 27 April 2004

Kontras Atas nama korban dan kelurga korban Tanjung Priok,



Kasus terkait Wamena 2003;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 7,136 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org