Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Pernyataaan Sikap KontraS atas Eksekusi Mati Gelombang II Terhadap Terpidana Mati asal Brazil, Rodrigo Gularte



Tgl terbit: Rabu, 29 April 2015

Pernyataaan Sikap KontraS atas Eksekusi Mati Gelombang II Terhadap Terpidana Mati asal Brazil, Rodrigo Gularte

Menteng Jakarta Pusat, 29 April 2015

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) selaku organisasi advokasi Hak Asasi Manusia di Indonesia, juga selaku Tim Kuasa Hukum terpidana mati asal Brazil, Rodrigo Gularte ingin menyampaikan beberapa informasi situasi dan kondisi terbaru terkait eksekusi mati yang telah dilaksanakan pada Rabu (29/04) dini hari.

Sejak Minggu (26/04) hingga saat ini, Putri Kanesia (Kepala Divisi Pembelaan Hak Sipil dan Politik KontraS) selaku salah satu kuasa hukum dari Rodrigo Gularte terus mendampingi pihak keluarga Rodrigo (yaitu Angelita, sepupu dari Rodrigo Gularte) bersama dengan rombongan dari Kedutaan Brazil dan Tim Kuasa Hukum lainnya di Nusa Kambangan.

Sebelum eksekusi, Romo Carolus selaku rohaniawan diperkenankan bertemu dan bicara dengan terpidana mati Rodrigo Gularte mulai dari keluar Lapas Besi hingga membujuk para terpidana untuk mau masuk mobil menuju lokasi eksekusi. Setelah itu, rohaniawan kembali ke Ring 2 (Dermaga Sodong) untuk berkumpul bersama keluarga terpidana mati. Saat eksekusi mati berlangsung, pihak keluarga Rodrigo Gularte menunggu di Ring 3, sementara Tim Kuasa Hukum hanya diperbolehkan menunggu di Dermaga.

Dua hari lalu, Senin (27/04) pihak Kejaksaan Agung sempat menemui Rodrigo Gularte guna menanyakan tiga permintaan terakhir Rodrigo sebelum waktu eksekusi mati tiba. Pada kesempatan tersebut, Rodrigo - yang mengidap penyakit kejiwaan berupa Schizophernia akut - sempat tidak mengerti apa maksud dari tiga permintaan tersebut. Dengan lugunya ia menanggapi “Kok seperti Aladdin saja, aku harus kasih tiga permintaan?”.Saat itu, Rodrigo tidak ngeh sama sekali akan eksekusi mati yang akan menimpa dirinya dalam hitungan jam kedepan.

Sementara kemarin (28/04), Rodrigo Gularte telah mengerti bahwa dirinya akan di eksekusi dalam waktu dekat. Ia memberikan pesan terakhir seraya menguatkan Angelita (sepupu Rodrigo) agar tidak terus larut dalam kesedihan. Pesan Rodrigo - seperti didengar dan dicatat langsung oleh Putri Kanesia - berbunyi: “Please don’t cry, I will meet you all there. I’ll be waiting you at the door.

Dini hari tadi, eksekusi mati telah dilakukan. Terdapat sembilan regu penembak yang masing-masing tim terdiri dari 10 orang eksekutor, eksekusi dilakukan secara serentak di waktu yang bersamaan. Setelah eksekusi dijalankan, Dokter memeriksa kondisi para terpidana yang ditembak mati guna memastikan bahwa para terpidana telah benar-benar tidak bernyawa.

Seusai seluruh proses eksekusi mati dilakukan, jenazah Rodrigo Gularte akan diantar ke RS Carolus Salemba Jakarta Pusat untuk dipersiapkan sebelum proses repatriasi. Ambulance yang membawa jenazah akan menempuh waktu perjalanan dari Nusa Kambangan selama 8-10 jam dan hanya berhenti satu kali selama perjalanan.

Pada waktu yang bersamaan, Sidang Permohonan Pengapuan kasus Rodrigo Gularte akan dilakukan pada tanggal 6 Mei 2015. Dengan kenyataan bahwa eksekusi mati ini tetap dilakukan semalam, telah terjadi pelanggaran hukum yang sangat luar biasa yang dilakukan oleh Indonesia.

Selain Permohonan Pengapuan, Tim Kuasa Hukum Rodrigo Gularte juga telah mendaftarkan dan diterima oleh PTUN Cilacap terkait dengan upaya hukum gugatan atas keputusan penolakan Grasi oleh Presiden RI.
Atas segala upaya hukum yang telah ditempuh oleh Tim Kuasa Hukum Rodrigo Gularte tersebut, telah disampaikan dan diterima oleh pihak Kejaksaan Agung untuk kemudian dimintakan pertimbangannya.

Berdasarkan situasi di atas, kami meminta dukungan moril dari seluruh warga Brazil dan warga Amerika Latin terhadap eksekusi mati yang telah dilakukan kepada Rodrigo Gularte, kami mendorong Pemerintah Brazil agar dapat menempuh jalur International Court of Justice (ICJ) karena kecacatan hukum yang luar biasa yang terdapat dalam kasus ini sangatlah penting untuk diperkarakan pada level state to state di ICJ. KontraS pun akan mendukung penuh seluruh proses hukum yang ditempuh oleh Rodrigo Gularte, baik sekarang ataupun nanti.

Terimakasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan atas dukungan seluruh Masyarakat Brazil atas dukungan morilnya kepada Rodrigo Gularte selama ini.

Salam hangat dari seluruh Badan Pekerja KontraS,

Haris Azhar 



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 2,099 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org