Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Menyikapi Eskalasi Kekerasan Di Sulawesi Tengah

Tgl terbit: Senin, 31 Oktober 2005

Siaran Pers Bersama

Tentang

MENYIKAPI ESKALASI KEKERASAN DI SULAWESI TENGAH


Kami sejumlah organisasi masyarakat sipil di Jakarta menyesalkan terjadinya peristiwa pembunuhan sadis terhadap tiga perempuan di warga sipil di Poso. Kami juga menyatakan keprihatinan yang mendalam atas seluruh rangkaian peristiwa kekerasan yang terjadi sebelumnya di Sulawesi Tengah. Setidaknya dalam sebulan terhakhir, peristiwa itu mencakup penembakan warga sipil sebulan lalu, penembakan aparat kepolisian (12/10), penindakan warga sipil (Madi) di Salena (25/10) yang disusul dengan isu kelompok Madi akan menyerang desa dan pasar induk tradisional di Palu, peledakan di bus Omega (26/10), serta pembunuhan tiga orang perempuan warga sipil (29/10) di Poso.

Terjadinya peristiwa tersebut membuktikan rendahnya perlindungan negara tehadap warga sipil di Sulawesi Tengah. Menurut kami, peristiwa ini tidak boleh terjadi dan seharusnya bisa dihindari. Sebab, meski denga modus dan korban yang berbeda, tindakan semacam ini bukan pertama kali terjadi. Selama kurun waktu tertentu, telah terjadi aksi penembakan. Pembunuhan dan peledakan bom.

Secara lebih jelas, peristiwa itu mencakup penembakan sebanyak 19 kali pada 2002, 10 kali pada 2003, 7 kali pada 2004, dan 4 kali pada 2005. Pembunuhan diluar penembakan, telah terjadi 4 kali pada 2002, 3 kali pada 2003, 3 kali pada 2003, dan 1 kali pada 2005. Sedangkan peristiwa peledakan bom telah terjadi sebanyak 14 kalo pada 2002, 8 kali pada 2003, 4 kali pada 2004, dan 7 kali pada 2005. Termasuk yang terakhir, berupa tewasnya anggota Polri dan warga sipil, peledakan di bus Omega dan pembunuhan sadis tiga perempuan remaja (cara mutilasi juga bukan pertama kali). Dari seluruh peristiwa itu, tipologi korban terdiri dari warga sipil, perempuan, petugas desa dan aparta kepolisian.

Kami meminta seluruh rangkaian peristiwa tersebut dicermati dengan serius terutama oleh negara. Jangan sampai hanya disikapi secara instan dan cara cara yang simbolik. Kami juga menghimbau masyarakat untuk membangun sisetem peringatan dini di wilayah setempat guna mencegah potensi konflik antara etnik/agama.

Kami sangat mempertanyakan kredibilitas aparat keamanan yang ditempatkan di Poso. Seba seringnya terjadi aksi kekerasan berupa penembakan, pemboman, dan pembunuhan, amat paradoks dengan gelar pasukan TNI dan Polri sekaligus aparat intelijen yang terus berjalan selama ini. Denga kata lain, operasi Sintuwu Maroso selama ini telah gagal membangun keamanan dan kententraman di Poso.

Jakarta, 31 Oktober 2005

KontraS

Imparsial

PBHI



Kasus terkait Wamena 2003;:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 7,595 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org