Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Penyiksaan, Penahanan Semena-mena dan Pembunuhan terhadap Masyarakat Sipil Oleh Aparat Brimob Pasca

Tgl terbit: Senin, 18 Desember 2000

SIARAN PERS BERSAMA

KONTRAS †ELSAM

Tentang

Penyiksaan, Penahanan Semena-mena dan Pembunuhan terhadap

Masyarakat Sipil Oleh Aparat Brimob Pasca Insiden Abepura

 

 

Tanggal 16 Desember 2000, Johanes G. Bonay, SH, Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Hak Asasi Manusia (ELS-HAM), telah menjalani pemeriksaan mulai dari pukul 17.00 waktu setempat, oleh Kepolisian Jayapura. Bonay diperiksa sehubungan dengan hasil konferensi ELS-HAM terhadap peristiwa pengejaran dan penangkapan oleh aparat Brimob dan polisi terhadap kelompok yang diduga melakukan penyerangan Mapolsek Abepura.

Hasil investigasi, yang dimuat siaran pers ELS-HAM, menjelaskan bahwa pasca penyerangan Mapolsek Abepura, Jayapura serta pembakaran 2 ruko oleh kelompok tak dikenal yang mengakibatkan 2 aparat meninggal dan 2 luka-luka, pukul 01.30 dini hari, 7 Desember 2000 lalu, malakukan pengejaran para pelaku atas perintah Kapolda Papua. Aparat Brimob dan kepolisisan mengabaikan asas praduga tak bersalah ( presumption of innocence) telah melakukan penggerebekan asrama mahasiswa, rumah-rumah kost dan perumahan penduduk Papua, terutama dari suku-suku penggunungan tengah. Aparat juga melakukan pembunuhan secara kilat, penggerebekan, penahanan semena-mena, penyitaan secaratidak sah dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan diskriminatif.

Secara rinci, hal-hal yang melanggar HAM yang dilakukan aparat adalah sebagi berikut :

Penggerebekan asrama mahasiswa NINMIN, Jayawijaya, asrama IMI Puncak Jaya, asrama mahasiswa Yapen Waropen, rumah-rumah penduduk Anggruk-Jayawijaya di Skyline (suku Yali), pemukiman masyarakat Lani asal kecamatan Mamit, di Jl. Baru Kotaraja, serta pemukiman suku Kobakma Jayawijaya di Abepantai.

Pembunuhan Secara Kilat (summary execution) terhadap Elkius Suhuniab (18 th), siswa SMU 45 Entrop. Korban ditembak mati di pemukiman suku Yali, Jayawijaya di Skyline sekitar pukul 09.30 WIT. Jenazah korban diketemukan seorang anggota keluarga di kamar jenazah RSUD tanggal 8 Desember, pukul 03.00 dinihari.

Penangkapan dan Penahanan Semena-mena terhadap 101 orang warga di Polsek Abepura, Polres Jayapura dan Polda Papua.

Penyiksaan dan Pembunuhan di Luar Prosedur Hukum terhadap warga yang ditahan. 96 orang warga yang ditahan mengalami penyiksaan berupa pemukulan dengan tangan, popor senjata, sekop, rotan dan balok 5 x 10 cm, ditendang dengan sepatu lars, disundut rokok dan dipukul dengan sekop. Umumnya korban mengalami penganiayaan di wajah, belakang kepala, punggung dan tulang belakang, kemaluan, tangan dan kaki. Akibat penganiayaan, 2 orang penghuni asrama NINMIN Jayawijaya meniggal dunia, mereka adalah Johny K (18 th), mahasiswa STIE "Otouw dan Geisller" (STIE-OG) dan Orry Doronggi (17 th), siswa SMK Jayapura.

Mengeluarkan Pernyataan yang Diskriminatif dan Rasialis berupa tuduhan terhadap orang Wamena sebagai pelaku peyerbuan dan penyamaan mereka binatang. Aparat mengeluarkanpernyataan seperti, "Kamu pembunuh polisi tadi malam di Abe, Orang Wamena yang kasih habis kami punya kawan". Dan "Kamu seperti anjing dan babi yang buat kami punya masyarakat habis, kamu-kamu ini yang bakar rumah segala macam, lebih baik kamu mati di sini".

Menyita secara tidak sah (menjarah) uang dan harta korban saat melakukan penggerebekan, uang merupakan biaya pendidikan. Harta yang disita berupa (a) uang Rp 10.145.500 dan 80 kina (mata uang PNG), (b) benda : 1 batu delima, 1 cerek air, 1 buku rekening BPD, 1 pasang sepatu, 1 radio transistor, 1 parang dan 2 ikat panah (24 buah)

Tindakan aparat telah menimbulkan ketakutan para korban dan masyarakat pegunungan suku tengah. Masyarakat di lokasi penggerebekan takut jika kejadian ini terulang kembali dan mereka jadi korban berikutnya. Sebagian penghuni asrama telah keluar untuk menyelamatkan diri.

Berkaitan dengan hal-hal di atas, Kontras menyatakan :

Pertama, mengecam tindakan aparat keamanan yang telah melanggar hukum dan HAM dalam menyelesaikan insiden Abepura sehingga mengakibatkan jatuhnya korban dari masyarakat sipil yang sama sekali tidak mengetahui dan terlibat insiden tersebut. Penggunaan cara-cara tidak professional, tindakan brutal berupa penggerebekan, penahanan semena-mena, pnyiksaan dan pembunuhan membuktikan bahwa aparat keamanan beraksi bukan untuk mengusut persoalan, tetapi untuk melakukan teror dan ketakutan sebagai metode kriminalisasi masyarakat Papua.

Kedua, meminta kepada pihak Polri untuk menuntut pertanggungjawaban Kapolda Papua yang telah memerintahkan operasi yang meyebabkan jatuhnya korban di masyarakat sipil, serta pihak aparat keamanan yang terbukti telah melakukan tindakan-tindakan pelanggaran HAM sperti di atas. Dengan kata lain, Kepolisian Republik Indonesia harus bertanggungjawa atas tindakan aparaturnya terhadap masyarakat Papua.

Ketiga, penangkapan dan pemeriksaan yang dilakukan terhadap Direktur Eksekutif ELS-HAM isi konferensi pers yang dilakukannya, dapat dikatagorikan sebagai bentuk intimidasi pelecehan terhadap Pembela Hak Asasi Manusia (Human Rights Defender) yang dijamin keberadaannya oleh hukum hak asasi manusia internasional. Oleh karenanya kami meminta agar pelecehan dan intimidasi yang dilakukan oleh aparat terhadap aktivis dan Pembela Hak Asasi Manusia segera dihentikan dan Kapolri harus menindak aparatnya yang terlibat.

Keempat, segera hentikan segala bentuk intimidasi dam pelanggaran HAM yang masih terjadi dalam kerangka pengusutan insiden Abepura dan segera gunakan proses pengusutan dan pemeriksaan yang professional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

KONTRAS
ELSAM
Munarman SH
Amiruddin


Kasus terkait Wamena 2003;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 9,998 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org