Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Penemuan 5 (Lima) Mayat Di Sumatera Utara

Tgl terbit: Kamis, 07 September 2000

SIARAN PERS

NO : 44/SP-KONTRAS/VIII/2000

Tentang

PENEMUAN 5 ( LIMA ) MAYAT DI SUMATERA UTARA

Penemuan Jenazah

 

Pada hari Minggu, 3 September 2000 sekitar pukul 10.00 Wib ditemukan beberapa mayat di desa Bagalingga, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Simatera Uatara (tepatnya dipinggir jalan Merek, Sidikalang). Mayat-mayat tersebut awalnya ditemukan oleh masyarakat yang kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian setempat. Salah satu dari beberapa mayat tersebut diidentifikasikan sementara sebagai jenazah Jafar Siddiq Hamzah seorang aktivis kemanusiaan juga (ketua IFA) yang hilang sejak tanggal 5 Agustus 2000. Dan saat ini mayat yang sudah dalam keadaan tidak baik tersebut berada dalam proses penyidikan pihak Kepolisian Daerah Sumatra Utara termasuk melakukan proses otopsi untuk memastikan jenazah dan sebab-sebab kematiannya.

 

Keterangan mayat yang ditemukan :

  • Ditemukan di pinggir jalan.
  • Posisi tangan terikat, bahkan ada yang tangan dan kakinya terikat.
  • Ada yang ditemukan posisi telentang dan ada yang tengkurap.
  • Ada yang telanjang dan ada yang memakai baju.
  • Berdasarkan keterangan dokter, cirri-ciri yang diberikan oleh pihak keluarga Jafar Siddiq Hamzah, cocok dengan salah satu mayat yang ditemukan. Dengan kata lain salah satu mayat adalah benar Jafar Siddiq. Sementara pada sisi lain pihak kepolisian daerah mengatakan keterangan pihak keluarga dengan dokter, secara hukum tidak bisa dijadikan sebuah pembenaran identifikasi mayat.
  • Selain itu juga dokter mengatakan bahwa pelaku penganiayaan lebih dari satu orang.

Yang perlu digarisbawahi dari penemuan jenazah tersebut :

  • Ditemukannya tanda-tanda luka bekas benda tajam dan tumpul pada sekujur tubuh korban. Hal ini menunjukan korban telah melalui proses penyiksaan terlebuh dahulu sebelum akhirnya meninggal, apalagi menurut keterangan dokter pelaku yang diduga melakukan pembunuhan tersebut lebih dari satu orang.
  • Peletakan mayat di pinggir jalan tersebut menunjukan bahwa hal ini sengaja dilakukan sebagai suatu bentuk teror sekaligus peringatan terhadap aktivis lain yang memperjuangkan penyelesaian persoalan Aceh.

Penemuan 5 ( lima ) mayat, yang salah satunya diduga kuat sebagai Jafar Siddiq Hamzah, merupakan tambahan skandal pelanggaran Hak Asasi Manusia di Aceh. Tentu saja hal ini semakin merugikan posisi Indonesia di dunia internasional, mengingat persoalan Aceh sudah menjai perhatian resmi internasional sejak ditandatangani perjanjian jeda kemanusiaan.

 

Rekomendasi

Oleh karena itu kami, menyatakan :

Mendesak Kepolisian agar dapat mengusut kasus ini hingga tuntas mengingat akibat yang dapat ditimbulkan dalam upay penyelesaian krisis di Aceh.

Menuntut agar lembaga-lembaga negara lainnya (Komnas HAM, DPR, dll) memberikan perhatian terhadap perkembangan yang terjadi di Aceh.

Menuntut agar kepolisian melakukan penyusutan secara transparan untuk menghindari kontrovesi yang berkembang di masyarakat.

Demikain hal ini kami sampaikan sebagi sebuah koreksi atas tidak terlindunginya masyarakat dan aktivis kemanusiaan.

Jakarta, 7 September 2000

Badan Pekerja



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 8,254 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org