Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Teror Terhadap KPA Sulawesi Selatan

Tgl terbit: Jumat, 01 September 2000

SIARAN PERS

NO : 42/SP-KONTRAS/IX/2000

Tentang

TEROR TERHADAP KPA SULAWESI SELATAN

Setelah kejadian penculikan terhadap 4 orang aktivis Pembaruan Agraria di Jakarta dan teror kepada keluarganya, kini giliran aktivis Agraria Sulawesi Selatan menjadi sasaran teror. Saat ini Konsorsium Pembaruan Agraria Sualwesi Selatan telah mengangkat beberapa kasus agraria yang sangat merugikan masyarakat. Hal ini dilakukan dengan mengadakan dua kali demonstrasi ke DPRD Sulawesi Selatan, yang meminta semua kasus agraria segara diselesaikan. Selain KPA wilayah Sulawesi Selatan juga telah beberapa kali menyampaikan pernyataan sikap keras yang intinya mengutuk tindakan perampasan tanah yang dilakukan oleh kalangan birikrat, pengusaha (pemilik modal) dan militer.

Aksi terakhir yang dilakukan KPA SULSEL yaitu pada tanggal 24 Agustus 2000 dengan salah satu agenda tuntutan protes keras terhadap penculikan 4 orang aktivis Pembaruan Agraria di Jakarta serta menyoroti kinerja DPRD Sulawesi Selatan yang tidak menanggapi sejumlah kasus agraria yang pernah disampaikan oleh KPA Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Kronologis

Pk. 13.15 Wita

KPA menerima telepon dari seseorang laki-laki yang diperkirakan berumur 40 tahun-an, ketika diangkat dia langsung mengatakan “..He.. hati-hati kalau demo agraria ya, mengapa berani membawa nama KPA. Berapa orang sih kamu disitu ? Siapa pimpinanmu disitu ? nanti kami sikat semua atau kami angkut. Hati-hati kalau membuat pernyataan sikap pada kasus agraria. Apa hubungan kalian dengan kasus penculikan ?”.

Pk. 14.00 Wita

Kembali ada telepon yang diperkirakan dari orang yang sama, yang menanyakan siapa-siapa nama orang yang tinggal disitu (Sekretariat KPA SULSEL) terus mengulangi ancaman seperti pada telepon pertama. Kemudian memperingatkan kalau demo hati-hati, nanti nasibmu seperti temanmu di Jakarta .

Pk. 16.17 Wita

Telepon kembali berdering dan masih diperkirakan dari orang yang sama dan hanya berkata singkat, HATI-HATI !!! setelah itu hanya terdengar suara berisik dan kemudian putus.

Melihat uraian kejadian di atas serta terjadinya tindakan penculikan di Jakarta terhadap 4 orang aktivis yang juga merupakan aktivis agraria, maka terdapat beberapa hal yang perlu kami sikapi :

Bahwa kemungkinan besar teror ini adalah rangkaian dari semua aksi KPA Sulawesi Selatan selama ini.

Bahwa proses pengungkapan atas kasus penculikan 4 aktivis Pemabaruan Agraria belum mencapai sebuah konstruksi kasus yang utuh, dalam artian sudah ada kejelasan tentang motif peristiwa dan pelaku peristiwa.

Bahwa tidak alasan sama sekali dan tidak dapat dibenarkan bagi siapapun untuk berasumsi apalagi diwujudkan dalam bentuk tindakan di luar hukum tanpa landasan data serta fakta yang kuat hingga kasus ini terungkap jelas siapa pelaku dan motif dibalik peristiwa penculikan dimaksud.

Bahwa pada hakekatnya setiap orang memiliki hak dan kebebasan dasar sebagai warganegara yang harus dijamin oleh negara (kepolisian) dalam menjalankan aktivitas serta hidup secara damai tanpa gangguan keamanan dalam bentuk apapun termasuk teror.

Bahwa kepolisian merupakan institusi yang memiliki fungsi, tugas dan kewajiban serta tanggung jawab utnuk menjamin keamanan dan perlindungan hukum setiap warganegara.

Oleh karena itu kami menyatakan :

Mengecam keras tindakan teror yang dilakukan terhadap aktivis KPA wilayah Sulawesi Selatan.

Menuntut pihak Kepolisian RI secara keseluruhan untuk bertindak secara proaktif dalam memberikan jaminan keamanan dan perlindungan hukum.

Menuntut Kepolisian setempat untuk segera mengambil langkah preventif terhadap tindakan teror tersebut termasuk menemukan pelaku teror sehingga tidak membuka kemungkinan terjadinya tindakan melawan hukum.

Demikian hal ini kami sampikan sebagai sebuah bentuk protes keras atas tindakan teror yang dilakukan oleh siapapun, dengan tujuan apapun dan dalam bentuk apapun.

Jakarta, 1 September 2000

Badan Pekerja

Munarman, SH

Koordinator



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 8,342 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org