Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Penyerangan Lembaga Kemahasiswaan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Tgl terbit: Rabu, 30 Agustus 2000

PERS RELEASE

NO. 41/SP/KONTRAS/VIII/2000

Tentang

TRAGEDI PENYERANGAN LEMBAGA KEMAHASISWAAN

IAIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

(Jum'at dan Senin, 18 & 21 Agustus 2000)

 

Kebebasan Kampus

Kampus adalah lembaga pendidikan yang independent dan merdeka dalam menjalankan seluruh tugas dan kebebasan akdemiknya. Dalam kaitan tersebut, maka tentu saja di lingkungan tidak boleh ada pihak lain yang melakukan intervensi dalam bentuk apapun sehingga mengakibatkan tidak sterilnya kondisi kampus.

Akan tetapi dengan adamya peristiwa “barbarian” yang dilakukan oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan Front Pembela Islam Yogyakarta (FPIY) tersebut, sungguh sangat mencoreng kebebasan akademik dan memrihkan kesadaran intelektual kemanusiaan kita. Apalagi timdakan penyerangan, penganiayaan, intervensi serta perampasan tersebut dilakukan di lingkungan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang notabene sangat menjunjung tinggi nilai keagamaan dan kemanusiaan. Darah sekali lagi darah kembali mengucur dan tertumpah menggenangi putihnya persada kampus. Kampus IAIN, atau yang biasa disebut sebagai kampus putih, kini tercoreng dengan merahnya darah, ternoda dengan buasnya perasaan (klaim) sebagai pemilik kebenaran pihak tertentu dan kejamnya kepentingan-kepentingan demi meraih kemenangan.

Proses Demokratisasi Yang Terancam

Beranjak dari peristiwa di atas kami melihat beberapa hal yang perlu digarisbawahi;

Bahwa stigma tentang moralitas keagamaan, komunisme, PRD-isme dan semacamnya yang dituduhakan kepada Arena, Dewan Eksekutif Mahasiswa dan Senat Mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga, hanyalah kedok untuk menutupi motif yang sebenarnya.

Adanya pihak-pihak tertentu yang bertujuan mematahkan dan membungkam gerakan mahasiswa disertai kesengajaan untuk memancing terjadinya kerusuhan dan mengusik ketentraman masyarakat Yogyakarta.

Bahwa segerombolan orang yang melakukan penyerangan di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu adalah preman yang berkedok agama. Hal ini terbukti dari cara-cara mereka yang selalu menempuh jalan kekerasan, mengesampingkan rasionalitas dan menolak cara-cara dialogis untuk menyikapi segala permasalahan. Tentunya hal ini justru bertentangan dengan nilai keagamaan itu sendiri.

Bahwa semua tindakan brutal tersebut di atas adalah termasuk tindakan yang menghambat terciptanya demokratisasi di Indonesia yang sangat kita sesalkan, dan perlawanan bersama atas segala bentuk kekerasan adalah kewajiban kita semua.

 

Oleh karena itu kami menyatakan;

Mengutuk atas segala tindak intervensi ke dalam kampus, apalagi disertai dengan aksi kekerasan, penganiayaan dan perampasan.

Mengutuk tindakan premanisme yang mengarah kepada kriminalitas dan megancam keselamatan hidup orang lain.

Mengutuk tindakan intimidasi terhadap pekerja pers (pengancaman atas wartawan dan penyerbuan atas kantor redaksi Jateng Pos/Radar Yogya) dan pemaksaan untuk memuat berita versi sepihak.

Meminta kepedulian kepada Rektor untuk menangging semua biaya pengobatan bagi korban kekerasan dan penganiayaan serta meminta kepada Rektor atas nama IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk menyelesaikan kasus kekerasan, intervensi, penganiayaan dan perampasan ini melalui jalur hukum.

Menyayangkan prilaku mahasiswa yang kurang menghormati ketentraman dan kekhusyu'an pelaksanaan (ritualitas keagamaan).

Menuntut keseriusan pihak yang berwajib (kepolisian) untuk menyelesaikan kasus kekerasan (intervensi, penganiayaan dan perampasan) tersebut hingga tuntas melalui mekanisme dan prosedur hukum yang fair dan terbuka.

 

Demikain hal ini kami sampaikan sebagai sebuah koreksi demi terciptanya demokratisasi di Indonesia. Semoga Tuhan senantiasa membimbing semua orang yang berada di jalan kebenaran, amin.

 

Jakarta, 30 Agustus 2000

Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Lembaga Pers Mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Senat Mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga Yoyakarta.

FPMJ (Forum Pers Mahasiswa Jakarta).

PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia)

KONTRAS



Wilayah terkait:


Dilihat : 8,414 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org