Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
HENTIKAN TINDAK KEKERASAN POLISI TERHADAP AKSI BURUH!

Tgl terbit: Kamis, 26 September 2013

HENTIKAN TINDAK KEKERASAN POLISI TERHADAP AKSI BURUH!

Tim Advokasi Bersama Untuk Buruh (Tabur) Karawang, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Bekasi dan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengecam tindakan-tindakan kekerasan dan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam menangani aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kelompok buruh atau serikat pekerja.

Dalam catatan kami selama 1 bulan terakhir telah terjadi 2 (dua) insiden tindakan kekerasan dan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam menangani aksi-aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh serikat buruh.

Pertama, Tindakan represif yang dilakukan oleh anggota Polres Metro Kabupaten Bekasi pada tanggal 12 September 2013, dimana sekitar 450 buruh yang tergabung dalam SPAI FSPMI PT. Kable Farma dibubarkan paksa oleh anggota Brimob dan PHH, pembubaran paksa dengan disertai tindakan-tindakan kekerasan bermula ketika Aparat Kepolisian memaksa agar perwakilan buruh menandatangani hasil perundingan versi pengusaha, namun hal tersebut ditolak oleh perwakilan buruh karna penandatanganan tersebut bukan berdasarkan kesepakatan dengan pihak perusahaan melaikan tekanan aparat kepolisian. Akibat peristiwa tersebut puluhan buruh mengalami luka ringan, dua orang bernama Febiansyah (25) dan Rubi Ratno (28) mengalami luka parah dibagian kepala. Aparat keamanan juga merusak puluhan motor milik buruh yang diparkir dilokasi aksi.

Kedua, pada tanggal 23 September 2013, aparat kepolisian dari Polres Karawang dan Polsek Teluk Jambe melakukan tindakan represif terhadap Buruh PT. Fuji Seat yang tergabung dalam Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK), tindakan pembubaran ini justru dilakukan pada saat koordinator lapangan sedang berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memutuskan apakah aksi akan berlanjut atau dibubarkan. Tiba-tiba aparat kepolisian (DALMAS) membubarkan secara paksa para buruh tanpa adanya peringatan. Aparat kepolisian langsung  menyeret, memukul dan menendang massa aksi. Polisi juga menembakkan gas air mata ke arah massa aksi dalam jarak sekitar dua atau tiga meter. Akibat tembakan gas air mata yang langsung diarahkan kearah masa aksi dalam jarak dekat, dua buruh mengalami luka; Setiyadi (buruh dari PT. SIamindo yang bersolidaritas), terkena tembakan dari jarak dekat tepat di pelipis sebelah kiri dan mengalami luka serius dan mendapat beberapa jahitan dan Ahmad Nur Akbar (buruh PT. Fuji Seat), mengalami luka di kepala bagian belakang. Selain itu diperkirakan ada lima orang mengalami luka memar akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat.

Atas hal itu, kami mengganggap bahwa tindakan tersebut jelas telah bertentangan dengan jaminan kebebasan berekspresi termasuk hak untuk mogok, berpendapat termasuk hak untuk berorganisasi sebagaimana dijamin di Konstitusi dan berbagai UU lain yang berlaku secara di Indonesia, seperti UU HAM (Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM), UU Ketenagakerjaan (Nomor 13 tahun 2003). Hak-hak tersebut juga diakui pada konvensi internasional ILO (International Labor Organization).

Oleh karenanya, kami meminta kepada aparat kepolisian:

  1. Bersikap profesional dan kooperatif dalam melihat sutuasi khususnya aksi-aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Buruh dengan memberikan perlindungan keamanan baik pada saat melakukan aksi maupun dari tindakan-tindakan kekerasan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi masyarakat yang anti terhadap buruh
  2. Menindak dengan tegas anggota-anggotanya yang berada di lapangan yang bertindak arogan dan represif terhadap aksi-aksi buruh.
  3. Kami juga mendesak agar pihak kepolisian segera menindaklanjuti Laporan Propam No: STPL/217/IX/2013/Yanduan terkait dengan tindakan kekerasan dan represif yang dilakukan oleh Polres Karawang dan Polsek Teluk Jambe dalam penanganan aksi unjuk rasa pada tanggal 23 September 2013 di Kawasan Industri KIIC Karawang

 

Jakarta, 26 September 2013

 

KontraS, SERBUK, FSPMI Kab Bekasi


Kasus terkait Wamena 2003;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 3,665 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org