Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Tindakan Kekerasan Aparat dan Pengepungan Terhadap Kantor Kontras

Tgl terbit: Jumat, 26 Mei 2000

SIARAN PERS

NO. 18/SP-KONTRAS/V/00

TENTANG

TINDAKAN KEKERASAN APARAT DAN PENGEPUNGAN

TERHADAP KANTOR KONTRAS

Pada malam 25 Mei 2000 pukul 20.15 WIB, kantor Kontras yang beralamat di jalan Mendut No. 3 Jakarta Pusat telah dikepung oleh aparat kepolisian dari kesatuan Brimob yang ingin menjemput anggota Pratu La Ode (anggota Paspampres grub B) yang telah diamankan oleh anggota Kontras dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh massa dan mahasiswa di jalan Diponegoro.

Upaya pihak keamanan, dalam menghalau aksi mahasiswa yang menuntut agar mantan orang nomor satu Indonesia diseret ke pengadilan, dengan menggunakan kekerasan secara tidak langsung telah mendapat perlwanan yang sama kerasnya dari kesatuan tersebut di atas. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya jatuh korban dikedua belah pihak dan terlihat peling dominan adalah dari pihak mahasiswa. Proses kekerasan terus berlangsung ketika kedua belah pihak merasa memiliki otoritas terhadap lalu lintas, sehingga sweeping yang dilakukan menghasilkan sebuah persoalan dimana seorang anggota TNI harus menerima perlakuan yang sama kerasnya.

Pada proses kekerasan yang berlangsung di jalan Diponegoro ini, anggota Kontras berupaya untuk mencegah agar persoalan tidak berlanjut lebih jauh, dengan melakukan penyelamatan terhadap korban dengan cara membawa Pratu La Ode ke kantor Kontras dan melakukan pertolongan pertama dengan mengobati luka-luka disekitar muka dan kepalanya serta menyuruhnya beristirahat. Sementara itu pihak Kontras berusaha menghubungi pihak Pomdan Jaya selaku institusi tempat ia bertugas. Namun, tak lama kemudian datang sekitar 100 orang aparat berpakaian dinas maupun preman dan justru menuduh Kontras sebagi lembaga yang menjadi pelaku utama kekerasan terhadap anggota TNI tersebut. Sementara pihak Kontras menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada slah seorang yang diduga sebagai Komandan. Dan dibenarkan oleh Pratu La Ode (korban) serta beliau sempat mengucapkan terimakasih kepada Kontras yang telah melakukan tindakan penyelamatan dan pertolongan pertama terhadap dirinya", namun aparat lain disekitar kantor berteriak-teriak dan melakukan provokasi serta melakukan pengrusakan berupa pencabutan dan pembakaran bendera Kontras serta melakukan pengrusakan mobil kijang yang sedang diparkir di dalam kantor. Beberapa aparat juga sempat masuk ke dalam kantor Kontras. Pada akhirnya kehadiaran Kaditserse Alex Bambang Riatmojo dapat mengendalikan anak buahnya sampai akhirnya mereka meninggalkan Kontras.

Berdasarkan hal tersebut, dengan ini Kontras menyatakan :

  1. Protes keras terahadap tindakan pihak keamanan yang menuduh pihak Kontras menjadi fasilitator dalam aksi yang dilakukan oleh mahasiswa dan massa. Tuduhan ini dilontarkan oleh anggota yang berpakaian preman (bebas).
  2. Protes keras terhadap pihak keamanan yang menuduh Kontras sebagai pelaku utama yang melakukan tindakan kekerasan dan penyanderaan terhadap aparat yang bersangkutan (Pratu La Ode).
  3. Bahwa perlu kami jelaskan, tindakan pengamanan yang dilakukan oleh beberapa anggota Kontras terhadap Pratu La Ode adalah untuk menyelamatkan aparat tersebut dari tindak kekerasan yang dilakukan oleh massa dan mahasiswa saat melakukan sweeping di jalan Diponegoro.
  4. Bahwa tindakan aparat yang memasuki Kontras dan melakukan pengrusakan terhadap salah satu mobil yang sedang berada di halaman kantor Kontras serta pembakaran bendera Kontras merupakan tindakan berlebihan yang amsuh mencerminkan watak dan karakter premanisme dalam menangani persoalan tanpa melihat secara jernih latar belakang yang sebenarnya.
  5. Bahwa bagaimanapun juga latar belakang demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan masyarakat belakangan ini, haruslah dilihat sebagai wujud ekspresi kekecewaan dari aspirasi politik mereka yang melihat bahwa proses penegakan hukum yang dilakukan pemerintah dalam penanganan kasus Soeharto belum dijalankan secara serius, bahkan terkesan lamban sehingga pilihan untuk tuturun ke jalan menjadi pilihan yang paling mungkin mereka lakukan.
  6. Kontras menuntut kepada pihak-pihak yang mendeskriditkan Kontras untuk segera mengklarifikasinya kepada publik.
  7. Kontras mendesak kepada pihak aparat kemanan dan elemen-elemen masyarakat untuk segera menanggalkan metode kekerasan yang selama ini dijalani.

Jakarta, 26 Mei 2000

Badan Pekerja Kontras

Ori Rahman
Uman Hamid
Koord. Divisi Legal
Sekertaris

 



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 8,380 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org