Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Penyerbuan dan Pengrusakan Gedung YLBHI oleh Aparat Kepolisian

Tgl terbit: Jumat, 14 April 2000

PERNYATAAN PERS KONTRAS

Nomor : 08/SP/KONTRAS/IV/2000

Tentang

Penyerbuan dan Pengrusakan Gedung YLBHI oleh Aparat Kepolisian

Atas terjadinya peristiwa pemukulan terhadap aktifis mahasiswa oleh aparat kepolisian di dalam kantor YLBHI dan pengrusakan gedung kantor YLBHI dalam peristiwa yang sama maka Kontras menyampaikan sikap sebagai berikut :

Pertama: perlu kami jelaskan bahwa para mahasiswa yang berada didalam gedung kantor YLBHI tersebut sebagian tengah beristirahat setelah melakukan aksi demonstrasi di sekitar cendana.

Kedua: bahwa latar belakang aksi mahasiswa yang dilakukan selama beberapa waktu terakhir ini haruslah dilihat sebagai perwujudan dari ekspresifitas aspirasi politik mahasiswa yang melihat bahwa proses penegakan hukum dalam penanganan kasus Soeharto belum dijalankan secara serius oleh pemerintahan sekarang ini. Lambannya penanganan kasus Soeharto ini akibat dari lemahnya sistem hukum yang ada sehingga tidak mampu untuk menangani kasus tersebut secara komprehensif.

Ketiga; pengejaran yang dilakukan oleh aparat kepolisian hingga masuk dalam kantor YLBHI adalah merupakan tindakan yang berlbihan dan tidak lagi mengindahkan prosedur penanganan demonstrasi. Tindakan tersebut merupakan cerminan dari watak premanisme yang dimiliki oleh aparat kepolisian dalam menangani berbagai persoalan di tanah air. Hal ini juga menunjukkan belum adanya perubahan yang signifikan dalam doktrin kepolisian yang seharusnya sebagai pelindung masyarakat. Ritualisme yang ditunjukkan oleh aparat kepolisian tersebut sangat bertentangan dengan arus perubahan yang tengah terjadi.

Keempat: tanggapan yang diberikan oleh Kapolda Metro Jaya Mayjend. Nurfaizi bahwa kemungkinan pengrusakan tersebut dilakukan oleh massa demonstran adalah merupakan sikap yang menghindar dari tanggung jawab. Perlu diketahui bahwa Kontras memiliki saksi-saksi dan bukti-bukti bahwa pengrusakan tersebut dilakukan oleh aparat kepolisian. Perlu juga kami sampaikan bahwa banyak aparat polisi pada sat penanganan aksi demonstrasi tersebut yang menggunakan pakaian preman ikut serta dalam pemukulan terhadap mahasiswa dan perbun terhadap gedung kantor YLBHI. Pernyataan Kapolda tersebut juga adalah merupakan bentuk-bentuk perlindungan terhadap anggota kepolisian yang melakukan tindakan brutal tersebut. Dan hal ini membuktikan bahwa kepolisian masih menggunakan kekerasan sebagai standar dalam operasionalisasinya.

Kelima: oleh karenanya kami mengecam keras tindakan brutal yang dilakukan oleh aparat kepolisian tersebut dan meminta agar kasus pemukulan dan pengrusakan gedung YLBHI tersebut diusut secara tuntas diajukan ke proses pengadilan.

 

Jakarta , 14 April 2000

 

MUNARMAN

Koordinator


Kronologis peyerangan kantor YLBHI oleh aparat BRIMOB

Pukul 18.45 WIB

Demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Kota kemarin sore Kamis, 13 April 2000 berakhir dengan bentrokan dengan apart keamanan. Tetapi setelah mahasiswa tersebut dipukul mundur oleh aparat keamanan smpai ke Cikini (depan Megaria). Di depan Megaria sampai dengan kantor YLBHI mahasiswa beristirahat dan membakar sampah serta ban, dan tak kemudian dari arah Jl. Diponegoro aparat keamanan merangsek mahasiswa-mahasiswa tersebut, dalam keadaan tidak siap massa mahasiswa yang sedang beristirahat lari ke arah Jl. Kimia, kearah Salemba dan puluan yang lain lari masuk ke dalam kantor YLBHI untuk berlindung lewat pintu depan dan belakang.

Pukul 18.50 WIB

Aparat keamanan melakukan pengejaran terhadap mahasiswa yang berlindung ke dalam kantor YLBHI. Empat orang anggota Brimob masuk melalui pintu belakang sambil memukul-mukul tongkat rotan ke meja dan dinding serta berteriak "HAJAR!!!" dan "BANTAI!!!". Keempat aparat tersebut sempat meukul 2 orang mahasiswa yang berlindung, mereka adalah :

Johan, 19 tahun, mahasiswa Sekolah Tinggi Penerbangan, luka memar ditangan kiri akibt pukulan tongkat rotan aparat.

Reza, 20 tahun, mahasiswa Universitas Jayabaya, memar di pipi akibat pukulan tongkat rotan aparat.

Sementara itu puluhan mahasiswa yang lain masuk dan berlari ke lantai atas, sedang aparat keamanan mengejar sampai ke ujung tangga. Tidak lama aparat keamanan keluar setelah salah seorang dari mereka mengajak keluar dan staf-staf LBH meminta mereka keluar dari gedung.

Peristiwa penyerbuan tersebut telah mengakibatkan pecahannya 2 kaca jendela depan kantor YLBHI.


KRONOLOGIS PENYERANGAN KANTOR YLBHI

PUKUL 18.50 WIB

4 Orang anggota Brimob masuk ke dalam kantor YLBHI lewat pintu belakang sambil memukul-mukulkan rotannya ke meja. Mereka juga berteriak-teriak "hajar!:" dan "bantai". Keempat aparat keamanan tersebut. Sempat memukul Johan yang mengenai tangan kanannya (Johan 19 Tahun) mahasiswa sekolat tinggi penerbangan dan puluhan mahasiswa yang masuk ke dalam kantor LBH lari ke lanai atas, sementara aparat keamanan yang masuk lewat pintu belakang dan depan mengejar sampai tangga dan menanyakan keberadaan mahasiswa-mahasisa tersebut. Tapi staff LBH yang ada pada saat itu mengatakan bahwa tidak ada mahasiwa yang masuk, yang ada adalah orang-orang yang kursus, kemudian para aparat itu keluar dari kantor LBH setelah amarahnya diredakan oleh staff LBH. Selain Johan ada satu orang lagi yang kena pukul yaitu Rez (Universitas Jayabaya, 20 tahun) peristiwa penyerbuan aparat Brimob kedalam LBH menyebabkan pecahnya 2 kaca jendela dibagian depan kantor.

IBOT.



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 7,523 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org