Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Publikasi hasil penyelidikan peristiwa 1965/1966: Bukti komitmen Komnas HAM terhadap korban pelanggaran HAM berat

Tgl terbit: Kamis, 12 April 2012

Publikasi hasil penyelidikan peristiwa 1965/1966:
Bukti komitmen Komnas HAM terhadap korban pelanggaran HAM berat

“Komnas HAM ada karena adanya korban pelanggaran HAM berat“
Effendi Saleh (korban peristiwa 1965/1966)

Hari ini, 12 April 2012 adalah tepat 3 (tiga) bulan setelah Komnas HAM menyatakan akan memperpanjang masa kerja penyelidikan Tim Pro-Justisia untuk kasus 1965/1966 selama 3 bulan terhitung sejak 12 Januari 2012. Namun hingga batas perpanjangan waktu berakhir, tidak ada pernyataan baik tertulis maupun lisan terkait hasil penyelidikan peristiwa 1965/1966 yang disampaikan Tim kepada publik.

Penundaan ini merupakan penundaan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya Komnas HAM juga menunda untuk mengumumkan hasil laporan penyelidikan pro justisia peristiwa 1965/1966 pada Sidang Paripurna pada tanggal 5-6 Juli 2011, 9-10 Agustus 2011 dan 9-13 Januari 2012. Sejumlah alasan dikemukakan perihal penundaan tersebut, mulai dari kendala formil maupun materil namun berulangkali pula Komnas HAM meyakinkan bahwa kendala tersebut tidak akan mempengaruhi kerja tim.

Kami khawatir Komnas HAM akan kembali menunda untuk mengumumkan hasil laporan penyelidikan peristiwa 1965/1966 hingga menjelang akhir periode kerja para Komisioner Komnas HAM. Sementara kita mengetahui bahwa penyelidikan pro justisia peristiwa 1965/1966 adalah mandat kerja Komnas HAM yang diatur secara hukum dalam pasal 18 UU No 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM sehingga harus dapat dipertanggung jawabkan secara hukum.

Berangkat dari hal tersebut, kami mendesak Komnas HAM untuk menyatakan secara tertulis kepada korban peristiwa 1965/1966 bahwa :

  1. Peristiwa 1965/1966 merupakan peristiwa pelanggaran HAM berat berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan Komnas HAM
  2. Komnas HAM akan menyelesaikan dan mengumumkan hasil akhir penyelidikan laporan Tim penyelidikan dugaan pelanggaran HAM yang berat peristiwa 1965/1966 selambat-lambatnya pada akhir bulan April 2012
  3. Komnas HAM akan mengumumkan ringkasan laporan disertai kesimpulan dan rekomendasi selambat-lambatnya satu minggu setelah pernyataan secara tertulis dibuat dan sebelum keseluruhan hasil penyelidikan diumumkan

Jakarta, 12 April 2012

Korban Pelanggaran HAM Peristiwa 1965/1966

Lembaga Perjuangan Rehabilitasi Korban Rezim Orde Baru (LPR KROB)
Yayasan Penelitian Korban Pembantaian 1965 (YPKP 65)
Ikatan Korban dan Keluarga Korban Tanjung Priok (IKAPRI)
Paguyuban Mei 1998
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)
Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI)
Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta)
International Center for Transitional Justice (ICTJ)

Contact person: Yati Andriyani (KontraS) - 081586664599



Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 3,898 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org