Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Desakan penyidikan terhadap hilangnya 2 orang aktivis kemanusiaan di Aceh

Tgl terbit: Rabu, 14 Mei 2003
No : /SK-KONTRAS/V/03
Hal : Desakan penyidikan terhadap hilangnya 2 orang aktivis kemanusiaan di Aceh

Kepada Yth
Kepala Kepolisian RI
Di
Tempat


Penghilangan paksa kembali lagi terjadi di Aceh. Kali ini menimpa 2 orang aktivis yang aktif pada Link of Community Development, Bireuen, Aceh. Kedua aktivis tersebut hilang ketika mereka sedang mendampingi para demonstrasi yang menentang didirikannya kantor kodam di Bireun, Aceh. Demonstarsi dilakukan di depan kantor bupati bireuen, Aceh. Adapun kronologis penghilangan tersebut yaitu:

Selasa 25 Maret 2003, pukul 10.00 WIB, masyarakat Keude Dua Juli Kabupaten Bireuen yang berjumlah sekitar 1000 orang melakukan aksi demonstrasi di Pendopo Bupati di pusat kota Bireuen. Dengan menggunakan 30 Mobil, massa datang dan mencoba memasuki halaman Pendopo Bupati. Aksi ini berawal dari rencana pihak Pemerintah RI yang akan mendirikan pos Brimob BKO di Keude Dua Juli. Rencana ini ditentang oleh masyarakat Keude Dua, karena masyarakat merasa resah dengan keberadaan pos Brimob didekat tempat tinggal mereka. Mereka kemudian melakukan demonstrasi untuk menyampaikan aspirasinya kepada Bupati Bireuen, Mustafa Geulanggang dan selanjutnya akan melakukan pengungsian jika aspirasi mereka tidak dipenuhi.

Aksi ini, ternyata mendapat penghadangan dari aparat TNI dan Polri. Berdasarkan laporan dari relawan Komite Monitoring untuk Perdamaian dan Demokrasi (KMPD) sekitar 100 orang aparat TNI dan Brimob melakukan penghadangan dengan cara mengejar dan menakut-nakuti massa. Massa yang sebahagian besar adalah kaum wanita lari ketakutan.

Dalam kondisi yang sedang kalut ini, 2 orang aktivis Kemanusiaan dari Link for Community Development (LCD)�suatu NGO yang bergerak dibidang kemanusiaan-- diculik oleh orang yang berpakaian preman. Keduanya, masing-masing bernama, Zulfikar (24) mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Ar Raniry dan Mukhlis (27) mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Ar Raniry. Keterlibatan keduanya dalam aksi tersebut, adalah berdasarkan dari adanya laporan, bahwa Masyarakat Juli akan melakukan Pengungsian. Keduanya bermaksud akan melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap masyarakat yang akan melakukan Pengungsian.

Menurut pantauan relawan KMPD, Zulfikar diculik sekitar pukul 10.30 WIB dalam kondisi massa yang sedang kalut akibat penghadangan aparat. Sementara Muhklis hilang sekitar pukul 11.30. Dugaan kuat pelaku penculikan Zulfikar, menurut pantauan relawan KMPD adalah Satuan Gabungan Intelijen (SGI) Kopassus Pos Bireuen. Relawan KMPD sempat melihat Zulfikar ditarik dikerah bajunya oleh orang yang dikenal masyarakat sebagai anggota SGI/Kopassus dan dimasukkan kedalam mobil kijang yang dikendarai pelaku.

Mukhlis kehilangan kontak sejak pukul 11.30 WIB. Menurut saksi mata yang melapor kepada relawan KMPD, ada seseorang yang ciri-cirinya sama dengan personality Muhklis sekitar pukul 11.30 telah diculik oleh SGI/Kopassus Bireuen. Hingga saat ini, Mukhlis belum diketahui keberadaannya. Sekitar pukul 14.00 WIB, seorang rekan Muhklis yang juga relawan KMPD mendapat kiriman SMS dari hpnya Muhklis. Isinya dalam bahasa Aceh �meunyo loen di drop so nyang cok ?� yang artinya �jika saya ditangkap siapa yang ambil ?�. Ketika dihubungi hpnya diputuskan. Sejak itu, tidak ada lagi kontak dengan Mukhlis.

Adapun masyarakat Juli yang dihalau oleh aparat TNI dan Brimob kemudian, melakukan pengungsian ke Mesjid Jamik Bireuen. Arus pengungsian hingga saat ini terus bertambah. Masyarakat dari Teupin Mane juga ikut melakukan pengungsian hingga jumlah pengungsian bertambah menjadi sekitar 3000 orang.

Sehubungan dengan hilangnya 2 orang aktivis kemanusiaan tersebut, kami mendesak kepada Kepolisian RI untuk melakukan penyidikan.

Demikian hal ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, 14 Mei 2003

Badan pekerja KONTRAS

Ori Rahman, SH
Koord. Presidium

IKOHI

Mugiyanto
Ketua



Kasus terkait Wamena 2003;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 8,171 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org