Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Tanggapan Terhadap Pernyataan MenHanKam/Panglima ABRI dalam Kasus Orang Hilang

Tgl terbit: Selasa, 30 Juni 1998
Untitled Document

SIARAN PERS

Tentang :

TANGGAPAN TERHADAP PERNYATAAN
MENHANKAM/PANGLIMA ABRI DALAM KASUS ORANG HILANG

Menhankam/Pangab Jendral TNI Wiranto dalam pernyataannya di depan wartawan kemarin mengakui bahwa ada   anggota ABRI yang terlibat dalam kasus penculikan para aktivis politik dam LSM. Dalam pernyataan tersebut, Jendral Wiranto juga menegaskan bahwa ABRI juga akan mengungkapkan kasus tersebut secara tuntas dan transparan. Adanya indikasi keterlibatan anggota ABRI dalam kasus ini diperoleh Tim Pencari Fakta (TPF) ABRI setelah mendengarkan kesaksian beberapa korban penculikan yang telah keluar serta mendatangi tempat †tempat yang diduga terkait dengan penculikan tersebut.

Terhadap pernyataan tersebut, KONTRAS berkepentingan untuk menyampaikan hal †hal berikut ini :

  • Pernyataan Menhankam/Pangab dalam persoalan ini bisa dilihat sebagai itikad baik pimpinan ABRI untuk mengungkapkan kasus ini sebagaimana selama ini diharapkan masyarakat. Langkah ini akan memiliki makna yang lebih besar manakala dengan berbagai tindak lanjut yang lebih konkrit.
  • Hingga kini kami mencatat masih ada 14 orang aktivis politik yang sampai saat ini masih dalam status hilang. Dari berbagai informasi yang dikumpulkan oleh KONTRAS, kami mempunyai dugaan kuat bahwa keempat belas orang aktivis yang belum diketemukanadalah bagian dari korban skenario penculikan politik yang melibatkan anggota †anggota ABRI. Sementara itu dengan mencermati pernyataan Menhankam/Pangab, kami juga berkeyakinan bahwa TPF ABRI telah mengetahui siapa aktor intelektual dan operator penculikan politik, apa motif politik dibalik aksi penculikan dan dimana tempat para aktivis itu berada. Oleh karena itu, yang harus segera dilakukan oleh ABRI adalah :
  • mengambil langkah †langkah konkrit penyelamatan 14 orang aktivis yang masih hilang tersebut agar dapat.
  • Menindak lanjuti hasil temuan TPF ABRI, dengan melakukan langkah penindakan hukumterhadap mereka yang diduga terlibat.
  • Penculikan aktivis dalam konteks kasus ini adalah sebuah kejahatan. Oleh karena itu,pengungkapan kasus †kasus tersebut harus seceptnya dilakukan. Hal ini dianggap penting, bukan saja demi tegaknya hukum dan keadilan, tetapi juga demi kebaikan ABRI sendiri. Dalam kondisi dimana rakyat semakin tinggi kesadaran politik dan kesadaran hukumnya, sudah waktunya pengungkapan kasus tersebut secara jujur dan terbuka.
  • ABRI harus melihat keterlibatan anggota †anggotanya dalam kasus penculikan ini bukan dari sudut pandang penyimpangan prosedur yang bersifat kasuistik dan individual. Ketelibatn anggota ABRI dalam kasus †kasus bernuansa politik ini jelas merupakan resiko yang sudah dapat diduga bagian dari politik kontrol terhadap hak †hak politik rakyat.
  • Ditandatangani di Jakarta

 

Tanggal : 30 Juni 1998

Badan Pekerja

KONTRAS



Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 9,751 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org