Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
KEGIATAN
Pameran Suara Dari Timur: Papuaku, Papuamu?



Tgl terbit: Rabu, 11 Januari 2017

Pameran Suara Dari Timur: Papuaku, Papuamu?

 

Berangkat dari kepedulian akan Papua, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan (KontraS) bekerjasama dengan TEMPO Media Group menggali lebih dalam tentang nilai kebiasaan Papua yang bisa memberi dampak positif terhadap resolusi konflik. Dalam proses menggalinya, tim dari KontraS dan TEMPO hidup bersama masyarakat hukum adat di Papua, tepatnya di sepuluh kabupaten yakni: Jayapura, Wamena, Timika, Biak, Nabire, Boven Digoel, Fak-Fak, Sorong, Yahukimo dan Merauke.

Sepuluh kabupaten ini memiliki kelompok adat yang masih menghidupkan nilai-nilai kebiasaan hukum adat yang sifatnya sangat positif dan konstruktif untuk merawat relasi horizontal dan vertikal. Hasilnya, kami mendapatkan banyak cerita tentang harapan baik yang sebelumnya tidak pernah muncul sebagai bagian informasi yang kita dapatkan sehari-hari di Indonesia.

Tidak hanya berhenti sampai ‘turun lapangan’, KontraS dan TEMPO juga merekam kehidupan adat secara langsung dan mendokumentasikannya menjadi foto dan video kemudian memamerkannya pada 27-30 Desember 2016 di lantai dasar Kuningan City. Ditampilkan 117 foto dalam 40 bingkai karya fotografer Rully Kesuma, Subekti, Tony Hartawan, Dhemas Revianto, M. Iqbal Ichsan, Dian Triyuli H., Frannoto, Pius Erlangga, dan Amston Probel dengan kurator Mahanizar Johan.

Pameran yang diadakan dalam kurun waktu libur pasca natal dan jelang tahun baru seperti ini, sempat menimbulkan kekhawatiran bagi KontraS dan TEMPO akan minimnya keikutsertaan masyarakat untuk menyaksikan pameran, juga untuk terlibat dalam diskusi harian yang diadakan selama pameran dengan berbagai tema, namun, berdasarkan catatan panitia, Pameran Foto Suara dari Timur: Papuaku, Papuamu? Didatangi oleh kurang lebih 500 orang selama empat hari diadakan, dengan komposisi jender yang seimbang.

Pada hari pameran resmi dibuka, yakni tanggal 27 Desember 2016, jumlah audiens yang hadir cukup mencengangkan, yakni lebih dari 200 orang, dan kebanyakan dari mereka berasal dari scope pergaulan non-aktivisme. Publik antusias menanti detik-detik jelang pameran dibuka oleh Haris Azhar (KontraS) & Mahanizar Johan (TEMPO) pada pukul 14.00 WIB dengan dipandu Timothy Marbun dan Rio Rahadian – duo jurnalis yang menjadi pembawa acara pada hari itu. Setelah resmi dibuka, publik diajak untuk memasuki area utama pameran untuk menyaksikan video dokumentasi (video teaser-nya dapat disimak di: https://www.youtube.com/watch?v=7w-YT0xAkkE).

Di hari kedua pameran, yakni tanggal 28 Desember 2016, KontraS dan TEMPO mengadakan bincang-bincang santai bersama para fotografer dan kurator – yang terlibat dalam Suara dari Timur: Papuaku, Papuamu? – untuk menceritakan pengalaman-pengalamannya ketika ‘berekspedisi’ ke sepuluh kabupaten di Papua. Bincang-bincang santai yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB, rupanya baru bisa usai di pukul 20.30 WIB saking banyaknya pertanyaan dan tanggapan dari peserta. Bincang-bincang berlangsung seru dan menyegarkan karena adanya pertukaran pengalaman antara audiens dan para fotografer serta kurator.

Lanjut hari ketiga pameran, yakni tanggal 29 Desember 2016. Mengangkat tema “Media dan Papua” bincang-bincang pada hari itu berlangsung pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 15.30 WIB. Hadir Suwarjono (Ketua Aliansi Jurnalis Independen Indonesia) dan tim dari KontraS serta TEMPO sebagai pemantik bincang-bincang. Seperti hari kemarinnya, sekitar 20 orang peserta aktif mengikuti diskusi dari awal sampai akhir.

Tidak terasa, Pameran Foto Suara dari Timur: Papuaku Papuamu? sudah memasuki hari keempat, 30 Desember 2016, alias hari terakhir.  Antusiasme publik yang datang ke pameran, tidak sama sekali menurun melainkan kembali meningkat. Bincang-bincang santai dengan tema “Papua dan Advokasi Hak Masyarakat Adat” yang menghadirkan narasumber dari Yayasan Pusaka pada pukul 14.00 – 16.00 WIB pun berhasil diadakan. Bincang-bincang kali ini merupakan bincang-bincang paling lama yang berlangsung dikarenakan antusiasme publik yang besar dalam melempar tanya, atau sekadar mengutarakan opini mereka tentang Papua; baik yang mereka tangkap karena pernah berkunjung langsung, atau yang selama ini disaksikan via media. Bincang-bincang di hari terakhir itu pun sekaligus menegaskan pesan utama KontraS dan TEMPO selaku penyelenggara acara bahwa tidak sulit sebenarnya untuk membangun dialog dengan masyarakat Papua, tanpa prasangka, tanpa pendekatan kekerasan.



Kasus terkait :


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 1,883 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org