Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
KEGIATAN
Ramadhan untuk Kemanusiaan



Tgl terbit: Selasa, 23 September 2008

Selasa (23/9) Kontras menyelenggarakan acara bertajuk “Ramadan untuk Kemanusiaan”. Acara yang digelar di Lapangan Borobudur, bertujuan merefleksikan perjalanan penegakan atas Hak Asasi Manusia di Indonesia. Acara ini bertepatan dengan banyaknya momen pelanggaran HAM di bulan September, yang lebih banyak diliputi dengan ritual perkabungan, sebuah ritual yang tidak bisa dipinggirkan dari upaya untuk terus mengenang atas peristiwa kejahatan kemanusiaan yang pernah terjadi. KontraS mengajak semua pihak untuk bersamasama merefleksikan makna ketakwaan, serta menjadikan bulan September sebagai tonggak lahirnya ‘Bulan Hak Asasi Manusia’ (Month of Human Rights), karena di bulan ini kita tidak saja merayakan sesuatu yang sakral dari sebuah keyakinan atas ketauhidan yang paling hakiki untuk meraih makna Fitri, namun pada kesempatan ini juga bisa kita gunakan sebagai alat untuk memerdekakan manusia Indonesia dari kubangan kebodohan, kemelaratan, penistaan, penindasan dan penganiayaan hak asasi manusia.

Ingatan tentang September diawali dengan peristiwa silam penuh represif yang dilakukan negara untuk membersihkan sebuah ideologi yang dianggap berseberangan dengan tafsir tunggal nasionalisme, Pancasila. Dua dekade kemudian penegakan atas tafsir tunggal Pancasila berujung kepada jatuhnya korban sipil yang telah menjadi korban kekerasan politik orde baru. Masih di bulan September di tahun 1999, pecah juga konflik kepentingan penguasa di Timor Timur pasca jajak pendapat. Di masa reformasi ini juga terjadi Tragedi Semanggi II pada 23 – 24 September 1999 dimana sejumlah mahasiswa tewas untuk menentang pemberlakuan UU Penanggulangan Keadaan Bahaya. Enam tahun kemudian, di awal bulan September terjadi pembunuhan terhadap aktivis HAM Indonesia Munir Said Thalib.

Momen pelanggaran HAM di bulan September lebih banyak diliputi dengan ritual perkabungan, sebuah ritual yang tidak bisa dipinggirkan dari upaya untuk terus mengenang atas peristiwa kejahatan kemanusiaan yang pernah terjadi serta membangun memori kolektif bangsa atas persoalan kemanusiaan yang belum juga tuntas. Saat ini merupakan momentum untuk merefleksikan makna ketakwaan, serta menjadikan bulan September sebagai tonggak lahirnya ‘Bulan Hak Asasi Manusia’ (Month of Human Rights).

Dalam acara tersebut, ikut dimeriahkan dengan tampilnya musikalisasi puisi oleh Sanggar Matahari, kelompok marawis Al-Huda Menteng, orasi budaya oleh Dr. Mochtar Pabotinggi dan KH Husein Muhammad. Selain itu, korban dan keluarga korban pelanggaran HAM juga ikut memberikan pesan dan kesan yang diwakili oleh Ibu Iin (kakak dari Teddy Mardani/ korban Semanggi I) dan Ibu Sri Lestari(korban tragedi 1965-1966), serta kesan dan pesan dari warga sekitar kantor Kontras.

Berikut susunan acara “Ramadan untuk Kemanusiaan”

    • Marawis oleh kelompok Marawis Al-Huda, Menteng
    • Musikalisasi Puisi oleh Sanggar Matahari, Jakarta
    • Sambutan Koordinator Kontras : Usman Hamid
    • Orasi Budaya oleh Dr. Mochtar Pabottingi dengan judul “Problematika Muslim dalam Peradaban Kontemporer”
    • Kesan Pesan dari korban dan keluarga korban (Ibu Iin mewakili korban Tedy Mardani, korban peristiwa Semanggi I dan Ibu Sri Lestari wakil dari korban peristiwa 1965)
    • Musikalisasi Puisi oleh Sanggar Matahari, Jakarta
    • Orasi Kunci oleh KH Husein Mohammad dengan judul “Dari Ibadah Individual menuju Ibadah Kemanusiaan”
    • Pesan dan kesan perwakilan warga oleh Ketua RW 02 Bapak Iwan Luhfiwanzah
    • Pemberian kenang-kenangan dari Kontras kepada Dr. Mochtar Pabotinggi dan KH Husein Mohammad.
    • Musikalisasi Puisi oleh Sanggar Matahari, Jakarta
    • Buka Puasa dan sholat maghrib bersama.

    Foto Kegiatan Ramadhan untuk Kemanusiaan

    `

     



Kasus terkait Semanggi II 1999;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 905 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org