Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BUKU
SAKRALISASI IDEOLOGI MEMAKAN KORBAN; TANJUNG PRIOK SEBUAH LAPORAN INVESTIGASI

< Download >



Tgl terbit:

Penulis : KontraS
Penerbit : KontraS (April 2001)
Jumlah Halaman : 51 Halaman

Tanggal 7 September 1984, di Tanjung Priok, sekitar pukul 23.00 Wib, atas nama dasar Asas Tunggal Pancasila-, telah terjadi tindak kekerasan berupa penyerangan ke penduduk sipil yang melakukan aksi secara damai. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan nyawa melayang tanpa makna, ratusan luka, puluhan raib tanpa berita. Melalui investigasi yang intens dan mendalam, KontraS tuangkan secara lugas dan komprehensif, segala yang terjadi pada tragedi Priok dalam buku SAKRALISASI IDEOLOGI MEMAKAN KORBAN; TANJUNG PRIOK SEBUAH LAPORAN INVESTIGASI . Pendekatan dan metodologi yang digunakan menghasilkan sebuah laporan yang komprehensif perihal pelanggaran berat HAM pada 7 September 1984 di Tanjung Priok, Jakarta. Bahkan laporan ini juga mengungkapkan bagaimana Peradilan juga menjadi bagian dari perluasan pelanggaran HAM terhadap orang-orang yang ditangkap dalam aksi pada 7 September 1984.

Membaca buku ini, tidak sekedar mengingatkan kita pada peristiwa berdarah di Tanjung Priok, lebih dari itu, buku ini juga memberikan analisis dan rekomendasi yang berarti bagi pengusutan dan penuntasan pelanggaran HAM yang terjadi pada peristiwa Tanjung Priok. Jika institusi yang berwenang; Komnas HAM, Kejagung dan Pengadilan HAM di INdonesia berkenan belajar dari buku ini, seharusnya keadilan akan terwujud, sejarah akan terungkap dengan sebenarnya, hak-hak korban akan dipenuhi. Dan yang juga penting untuk Indonesia kedepan, apakah sakralisasi ideologi boleh menghalalkan darah anak negeri ini? membaca buku ini adalah bagian dari upaya untuk menjawabnya.



Kasus terkait Wasior 2001;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org