Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Kontras: 3 Unsur Penggerak Kopassus harus Ikut Tanggung Jawab

Sumber: METROTVNEWS.COM | Tgl terbit: Selasa, 09 April 2013

Jakarta: Sebanyak 11 anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup 2 Kandang Menjangan telah mengakui sebagai penyerang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Mereka akan menjadi tersangka penyerangan yang menewaskan empat orang itu.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai, meskipun tim investigasi TNI Angkatan Darat sudah menemukan penyerang, tetap penting membentuk tim gabungan TNI, Polri dan Komnas HAM. Tim juga diisi tokoh-tokoh berwibawa untuk mencari pihak-pihak lain yang ikut bertanggungjawab.

Desakan itu disampaikan Koordinator Kontras Haris Azhar di Jakarta, Selasa (9/4). Menurut Haris, tim gabungan itu harus dibentuk karena Kopassus adalah pasukan elit. Kopassus hanya bisa digerakkan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Panglima TNI dan Presiden.

Haris menjelaskan, meskipun tidak pernah memerintahkan untuk melakukan penembakan, ketiga unsur penggerak Kopassus tersebut memiliki tanggungjawab kontrol dan penertiban. "Keterangan akan sulit diperoleh jika tidak ada tim khusus."

Menurut Haris, pertanggungjawaban kasus Cebongan dapat dikelompokkan pada tiga runtut peristiwa, yaitu kejadian tewasnya Serka Heru Santoso di Hugo's Cafe, setelah peristiwa Hugo's Cafe dan tragedi di Lapas Cebongan.

Pada peristiwa di Hugo's Cafe, menurut Haris, pertanggungjawaban ada pada Kapolres Sleman dan Kapolda Yogyakarta dalam penyelesaian kasus terbunuhnya Heru Santoso. Komandan Kodim setempat juga perlu digali keterangannya terkait tujuan almarhum Heru Santoso datang ke Hugo's Cafe.

Setelah peristiwa Hugo's Cafe, kata Haris, pertanggungjawaban dibebankan pada Kapolda Yogyakarta, pimpinan TNI teritorial setempat dan anggota Kopassus yang terlibat dalam pembicaraan sebelum pemindahan empat tahanan ke Lapas Cebongan.

Menurut Haris, Komandan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan juga patut dimintai keterangan. Karena diduga rencana penembakan empat tahanan diketahui hingga tingkatan tertentu pimpinan TNI setempat. (Rafki Hidayat/Irvan Januari)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 643 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org