Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Konflik Polri vs TNI, Tradisi yang Sengaja Dipertahankan

Sumber: OKEZONE.COM | Tgl terbit: Sabtu, 09 Maret 2013

JAKARTA - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyimpulkan bahwa bentrok antara Polri dan TNI, seperti peristiwa yang terjadi di Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan beberapa waktu lalu sudah menjadi tradisi yang sengaja diturunkan.

"Temuan kita di lapangan, ini semacam tradisi atau budaya kekerasan yang dipelihara. Tidak ada konsep keserasian diantara keduanya, dan ada diskriminasi dalam penyelesaian kasus yang melibatkan keduanya," kata Koordinator Kontras Haris Azhar kepada Okezone di Jakarta, Jumat (8/3/2013) malam.

Kontras sendiri berpandangan bahwa hubungan yang tidak harmonis antara TNI dan Polri disebabkan oleh tidak adanya kesetaraan dalam hal kesejahteraan personilnya, yang hal itu sebenarnya juga telah dipahami oleh pemerintah. "Itu bukti ada ketimpangan. Ketimpangan itu yang membuat mereka tidak sejahtera," sambungnya.

Meskipun demikian, Haris mengingatkan kepada publik maupun pemerintah agar tidak melupakan kasus penembakan yang merupakan akar permasalahan dari bentrok yang muncul di Kabupaten OKU tersebut.

Dia berharap, kasus penembakan itu mampu segera dituntaskan dengan mengedepankan proses hukum yang adil, sehingga tidak memicu munculnya bentrokan.

"Biasanya kan polanya dikmbalikan ke institusi masing-masing. Ketika dikembalikan ke institusi masing-masing kok polisi tidak menuntaskan kasus penembakan itu," sesalnya.



Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 635 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org