Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Massa Kontras Bentrok dengan Petugas Kantor Kemenkopolhukam

Sumber: LIPUTAN6.COM | Tgl terbit: Kamis, 07 Maret 2013

Jakarta : Belasan orang yang tergabung dalam Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) berunjuk rasa di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam). Mereka meminta agar Menkopolhukam Djoko Suyanto segera menuntaskan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang selama ini terjadi.

Namun ketika berhasil memasuki halaman kantor, belasan orang demonstran dihalangi para penjaga. Alhasil, terjadi saling dorong. Bahkan, salah seorang penjaga kantor hampir memukul para pengunjuk rasa yang rata-rata diikuti ibu-ibu dan orang tua korban kekerasan 1998.

"Kami menuntut pengadilan HAM ditegakkan, kami meminta penuntasan pelanggaran HAM. Kami meminta bertemu dengan pak Djoko Suyanto," kata Haris Azhar, Koordinator Kontras saat demonstrasi di halaman Kantor Kemenkopolhukam di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (7/3/2013).

Di sisi lain, Ibu Sumarsih, orangtua dari almarhum BR Nurma Irmawan (Wawan), mahasiswa Universitas Atmajaya yang tewas pada tragedi Semanggi I 1998 lalu juga meminta kepada para penjaga kantor tidak melakukan kekerasan terhadap para demonstran.

"Jangan halangi kita dong, saya tidak akan acak-acak gedung bapak-bapak sekalian. Kami cuma minta menteri melakukan pengadilan HAM," tuturnya.

Setelah menunggu beberapa lama setelah bentrokan, akhirnya Staf Khusus Menkopolhukam, Sagom menemui para pengunjuk rasa. Dia menjelaskan Pak Djoko Suyanto tak berada di ruangan lantaran sedang bertugas di luar kantor.

Karena itu, kata Sagom, dirinya tidak punya pesan khusus dari Menkopolhukam kepada para demonstran. Lantaran, kedatangan pengunjuk rasa sangat mendadak dan tidak diketahui sang Menteri sebelumnya.

"Saya mewakili bapak menko yang sedang bertugas di luar kantor, kami memberanikan diri untuk meminta maaf karena tidak bisa bertemu ibu-ibu semua. Mudah-mudahan ibu-ibu bisa bertemu beliau tapi tidak hari ini. Karena beliau sedang di luar kantor. Karena itu saya tidak ada pesan khusus dari pak menko kepada ibu-ibu semua," ungkap Sagom.

Tak puas dengan keterangan dari Sagom, pengunjuk rasa lebih menunggu sang menteri sambil duduk-duduk di halaman Kantor Kemenkopolhukam. Hingga berita ini diturunkan, demonstran terus menuntut sang menteri menuntaskan kasus pelanggaran HAM tersebut.(Ais)



Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 978 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org