Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Enam tahun "Kamisan", janji SBY kembali ditagih

Sumber: ANTARANEWS.COM | Tgl terbit: Kamis, 17 Januari 2013

Jakarta (ANTARA News) - Belasan orang berpakaian serba hitam yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) berjajar di seberang Istana Merdeka sambil membentangkan spanduk-spanduk tuntutan mereka sekaligus memperingati enam tahun "Aksi Diam Kamisan".

Mereka kembali menagih janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran HAM.

"Enam tahun sudah aksi diam Kamisan dilakukan, enam tahun pula SBY diam, enam tahun pula ini dibiarkan. Itu adalah kejahatan dalam bentuk diam. Saya pikir ini bukan sekedar perayaan tetapi simbol bahwa ada ketangguhan di balik aksi diam ini," kata Ketua KontraS, Haris Azhar, di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis.

Di tengah-tengah lumpuhnya sebagian wilayah DKI Jakarta akibat banjir yang menghadang, para korban serta keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) beserta simpatisan itu kembali datang di depan Istana untuk yang ke 290 kali. Mereka menyatakan untuk tetap bertekad melakukan kativitas "Aksi Diam Kamisan" yang secara rutin mereka lakukan.

Diantara para simpatisan, hadir pula istri mendiang pejuang HAM Munir, Suciwati, bersama putranya Soeltan Alif Allende. Suciwati menyatakan kekecewaannya atas janji-janji pemerintah yang belum menindak pelanggaran HAM yang terjadi.

"Lagi-lagi hanya tong kosong, hanya kekecewaan. Hari ini kita bisa lihat banjir dimana-mana akibat tata kota yang buruk. Secara teknis saja mereka tidak bisa menunjukkan, secara administrasi mereka buruk menangani tata kota negara apalagi secara substansi," ujar Suciwati yang datang secara khusus dari tempat tinggalnya di Malang, Jawa Timur.

Dari spanduk-spanduk yang mereka bawa, tampak berbagai tulisan tuntutan mereka seperti tuntaskan "Tragedi 13-15 Mei 1998", Tragedi Trisakti Semanggi I dan Semanggi II", "Penculikan 1998", "Pembunuhan Aktivis HAM Munir", dan "Tragedi lumpur Lapindo".

Serta mengutip janji SBY saat pemilihan Presiden tahun 2009 yakni "peningkatan ekonomi, pembangunan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, penguatan demokrasi dan penghormatan terhadap HAM, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, pembangunan yang adil dan merata".

Saat mereka tengah melakukan aksi, rombongan Presiden tampak melintas menuju Istana, para simpatisan pun bergerak maju ke tengah jalan sambil mengangkat spanduk tinggi-tinggi, berharap dilihat. (M047)



Kasus terkait Semanggi II 1999;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 1,523 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org