Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Mimpi Netizen dalam Revolusi Sosial

Sumber: KOMPAS.CETAK.COM | Tgl terbit: Selasa, 22 Januari 2013

Di antara gegap gempita untuk menambang keuntungan dari berbagai aktivitas bisnis di dunia internet, Sabtu (19/1), kelompok warga internet (netizen) berduyun-duyun ke Gedung Energy, Jakarta, untuk membicarakan soal gerakan sosial. Kegiatan itu diberi tajuk Digital Nation Movement (Dinamo) 2013.

Tampil pertama menyapa peserta adalah orator lapangan ulung Usman Hamid. Usman, yang biasa membakar semangat demonstran soal hak asasi manusia atau soal antikorupsi di mimbar demonstran yang terik panas, kini menguasai panggung adem di hadapan anak-anak muda yang bergelimpangan dengan tablet dan telepon pintar.

Usman adalah aktivis gerakan sosial yang riil di dunia nyata dan saat bersamaan juga gencar menjadi corong aktivis gerakan dunia maya, tepatnya Direktur Kampanye Change.org Indonesia. Ia dikenal memiliki jaringan luas untuk menghubungkan para aktivis dunia nyata di dunia maya, mulai dari jaringan di Twitter hingga di Change.org.

Change.org adalah sebuah situs global yang menawarkan platform petisi online. Siapa pun bisa membuat petisi dan mencari pendukungnya agar tercapai jumlah penanda tangan petisi.

Tak hanya di dunia nyata, ia juga melakukan provokasi ala demonstran di mimbar netizen. Usman mengistilahkan Change.org adalah situs web global untuk memberdayakan orang dalam ikut serta setiap perubahan sosial yang diinginkan.

Ia mencontohkan keberhasilan petisi online melalui Change.org. Hasna Pradityas, misalnya, memulai petisi untuk memprotes jalan rusak di Jalan Raya Muncul, Kota Tangerang Selatan, yang masuk wilayah kekuasaan Wali Kota Airin Rachmi dan Gubernur Atut Chosiyah.

Setelah tiga bulan sejak petisi dimulai, jalan mulai diperbaiki dan layak dilewati. Terkumpul 221 tanda tangan yang masuk melalui e-mail ke Wali Kota Airin dan Gubernur Atut. "Kami mendapat konfirmasi bahwa Wali Kota menerima banyak e-mail dan membahas petisi di kantornya," kata Usman.

Kemenangan petisi lainnya, misalnya, soal sirip ikan hiu yang akhirnya dilarang diperjualbelikan di restoran Bandara Soekarno-Hatta. PT Angkasa Pura memutuskan melarang penjualan sirip hiu di Bandara Soekarno-Hatta sejak 23 September 2012 sebagai respons dari petisi yang dibuat warga Singapura, Glenton Jelbert.

Jelbert sedih melihat sirip hiu dijual di bandara internasional. Padahal keindahan hiu di laut Indonesia adalah aset yang tak bernilai harganya.

Usman mengatakan, gerakan seperti Change.org merupakan persimpangan antara media sosial dan perubahan sosial. Gerakan ini merupakan gerakan tentang kita semua, tentang kelompok dan komunitas untuk mendukung perubahan.

Change.org sebagai wadah para pendamba perubahan berkembang pesat secara global. Sejak sembilan bulan lalu, ketika diluncurkan di Indonesia, Change.org di Indonesia mempunyai 8.000 anggota dan dalam sembilan bulan mencapai 140.000 anggota. Belum lagi jumlah anggota secara global.

Di statistik Change.org, wadah petisi online ini telah menjangkau 196 negara dengan total tanda tangan petisi mencapai 128,8 juta tanda tangan dengan ribuan kemenangan telah dicapai para netizen di seluruh dunia. "Ini bukan karena Change.org, melainkan karena kalianlah dinamo-dinamo perubahan yang menginginkan setiap perubahan," kata Usman.

Setiap kemenangan di Change.org adalah potensi terbukanya demokrasi partisipatoris. Demokrasi yang bukan disitir oleh penguasa dan segelintir elite politik, melainkan demokrasi yang diinginkan oleh warganya.

Indonesia adalah salah satu pengguna media sosial terbesar di jagat raya ini. Bukan hal berlebihan jika aktivis dunia nyata berharap pada platform media sosial. Maka, acara yang dianggap sekadar gaya hidup netizen itu ternyata didukung institusi serius seperti Institut Kebajikan Publik, Indonesian Future Leaders, Leaf-Plus, Kontras, dan Indonesia Corruption Watch.

Direktur Komunikasi Change. org Indonesia Arief Azis mengatakan, ketika mendengar Change.org masuk Indonesia, itu momentum yang tepat karena Indonesia dikenal sebagai bangsa digital. "Selalu saja menduduki peringkat lima besar dalam jumlah anggota di berbagi situs media sosial," katanya.

Bukan hal mengada-ada jika harapan ke depan untuk mengawal setiap perubahan sosial akan berawal dari media sosial. Kita punya sejarah people power yang panjang dan di saat yang sama kita punya kekuatan suara yang begitu berlimpah di media sosial. (Amir Sodikin)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 980 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org