Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Kampanye VOTE: Tanpa Wilayah Timur, Indonesia Akan Kehilangan Mataharinya

Sumber: JARINGNEWS.COM | Tgl terbit: Minggu, 12 Februari 2012

JAKARTA, Jaringnews.com - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar mengatakan, banyak kekerasan dan eksploitasi lahan secara berlebihan yang terjadi di wilayah Indonesia Timur, semisal di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Tak hanya kedua hal tersebut, sambung dia, masih banyak persoalan yang tengah terjadi di bumi Indonesia bagian timur tersebut.

"Ada banyak ego-ego lokal yang coba digunakan dalam rangka pemenangan-pemenangan Pemilu yang mengakibatkan konflik di masyarakat. Ada banyak kebhinnekaan yang tercerabut dan terancam karena kepentingan-kepentingan sesaat. Ada banyak persoalan kemanusiaan yang terjadi. Semua persoalan inilah yang menjadi keprihatinan kita," ujarnya saat peluncuran gerakan sosial lewat kampanye bertajuk VOTE (Voice from The East) di Blooming Cafe, FX Plaza, Senayan, Jakarta, Minggu (12/2).

Haris mengatakan, kampanye VOTE penting untuk disuarakan, demi untuk mengembalikan martabat kemanusiaan, perdamaian, kesejahteraan, pelestarian lingkungan, demokratisasi serta merawat keberagaman dan budaya di Indonesia, khususnya di Indonesia bagian timur.

"Karena, tanpa Indonesia Timur, Indonesia akan kehilangan mataharinya, karena matahari di Indonesia muncul dari Timur," pungkas dia.

Dia menambahkan, kampanye VOTE rencananya akan dilakukan dengan berbagai kegiatan, yakni melalui kampanye lewat sosiall media, diskusi, konser musik dan kirab budaya.

Adapun kalangan yang hadir dalam peluncuran VOTE yakni Glenn Fredly (musisi), Edo Kondologit (musisi dan budayawan Papua), Melani Soebono (produser dan musisi), Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), KontraS, Indonesia Corruption Watch, WALHI, Migrant Care, Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika, Aliansi Masyarakat Adat Papua, YLBHI, Imparsial, dan LSM Papua.

Tak hanya itu, organisasi nasional semisal Amnesty International, Greenpeace, dan International Centre for Transitional Justice pun turut mendukung gerakan ini.



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 248 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org