Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Aparat main tangkap di Gandapura, Bireun & Banda Aceh

Sumber: acehkita dan Orpad | Tgl terbit: Senin, 10 Januari 2005
Aparat main tangkap di Gandapura, Bireun & Banda Aceh
(AcehKita dan Orpad) Tepat beberapa jam saja setelah tsunami menggulung Desa Geulanggang Meunje, Kuta Blang, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aisyah semakin bersedih, karena keponakannya Nasri ditangkap oleh SGI (Satuan Gabungan Intelijen) yang berpos di pusat pasar Gandapura. Waktu itu sekitar, pkl 18.00 Nasri sedang bersepeda ke arah warung, tiba-tiba sebuah mobil panther datang dengan kecepatan tinggi dan berhenti tepat di dekat Nasri. Nasri kaget, terjatuh. Dua orang keluar dari mobil langsung memukul Nasri hingga keluar darah. Ia dipukuli atas informasi TPO (tenaga pantauan operasi) atau warga sipil yang memberi informasi atau terlibat operasi SGI. Kemudian ia dibawa ke mobil dan diangkut ke posko SGI di Geurugok. Aisyah mendatangi posko SGI Geurugok, tapi tidak bisa mengambil keponakannya, karena menurut aparat, Nasri tercatat sebagai anggota GAM dan ada dalam daftar pencarian orang (DPO). Aisyah minta tolong kerabatnya komandan SGI di kecamatan Sawang, Aceh Utara. Setelah komandan SGI sawang dan Geurugok memeriksa kembali ternyata Nasri tidak bersalah, tapi TPO memberikan informasi tidak akurat. Menurut saksi mata, Nasri luka parah ketika dipukuli. Walaupun komandan SGI Sawang meminta Nasri dilepaskan, posko SGI Geurugok tidak mengijinkan keluarga menjemput Nasri, karena harus diobati dulu. Beberapa kali Aisyah datang untuk menengok atau meminta ponakannya dibebaskan, tetapi tidak diijinkan. Saksi mata lain di SGI mengatakan bahwa Nasri luka parah, hingga giginya rontok. Mengapa SGI perlu waktu begitu lama untuk mengobati Nasri? Kapan keluarga dapat bertemu kembali dengan Nasri? Kabar dari ORPAD juga menyebutkan ada penangkapan di daerah Montasik, Banda Aceh, terhadap seorang warga yang diduga antek-antek CIA, 2 Januari 2005. Isu lain, kepala desa daerah ini juga ditangkap. Penangkapan ini dilakukan karena ada isu bahwa CIA mulai melakukan infiltrasi terhadap rakyat Aceh di daerah tersebut. Belum ada investigasi lengkap tentang ini. (Info lengkap ke orpad_international01@yahoo.com)


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 566 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org