Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
MUNIR TERIMA THE LIVELIHOOD AWARD

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 09 Desember 2000

Jakarta, Kompas
Ketua Yayasan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Munir, Jumat (8/12), secara resmi menerima penghargaan the Right Livelihood Award dan suatu upacara penganugerahan di depan Parlemen Swedia di Stockholm. Penghargaan diterima langsung oleh Munir dari Ketua Yayasan the Right Livelihood Award Jakob von Uexkull, dan disaksikan pula oleh Duta Besar Indonesia untuk Swedia, Tjahjono.

Demikian disampaikan Yayasan the Right Livelihood Award dalam siaran persnya yang diterima Kompas, Jumat, di Jakarta. Munir menerima penghargaan itu bersama ilmuwan Ethiopia Tewolde Berhan atas jasanya sebagai perunding negara sedang berkembang pada penyusunan International Biosafety Protocol. Selain itu pejuang lingkungan Birsel Lemke dari Turki, juga diberi penghargaan yang sama atas jasanya dalam penghapusan penggunaan sianida di tambang-tambang emas.
Penerima penghargaan lainnya adalah pakar genetik tanaman Wes Jackson dari Amerika atas jasanya dalam hal pengembangan pertanian tanaman semusim yang berkelanjutan.

Dalam sambutan setelah menerima penghargaan tersebut, Munir menyampaikan, bahwa penganugerahan penghargaan itu merupakan saat yang paling berkesan, yang membuatnya merasakan hangatnya solidaritas mereka semua yang berjuang untuk keadilan dan harkat manusia di seluruh dunia.

Menurut Munir, menyusul runtuhnya komunisme, sistem kapitalis telah menunjukkan bahwa mereka tidak mampu untuk berurusan dengan tantangan-tantangan baru untuk mewujudkan perikemanusiaan, dan juga tidak mampu membangun kembali kondisi untuk terwujudnya keadilan dan kesetaraan. Meski demikian, ideologi super bukanlah satu-satunya kerangka kerja untuk menghadapi persoalan manusia. Banyaknya pejuang hak asasi manusia dan solidaritas perjuangan di seluruh penjuru dunia, telah mampu berbuat banyak untuk mengurangi pengaruh dari peperangan, konflik sosial, kemiskinan, dan mengupayakan adanya
rekonsiliasi. 

Di sisi lain, Munir mengatakan bahwa kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh negara, atau atas nama pembangunan dan kemajuan, hanya bisa dihapuskan jika kita semua menyadari diri kita sebagai bagian dari nasib manusia-manusia lainnya. (*/oki)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 320 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org